Jumat, 25 Mei 2012

amalan yang bermanfaat untuk orang yang sudah meninggal


 بِسْــــــــــــــــــمِ ﷲِالرَّحْمَنِ ِالرَّحِيم                 



Amalan-amalan yang bisa bermanfaat bagi si mayit, antara lain adalah sebagai berikut.

Pertama : Do’a kaum muslimin bagi si mayit

Setiap do’a kaum muslimin bagi setiap muslim akan bermanfaat bagi si mayit. “Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Ansar), mereka berdoa: “Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang“.” (QS. Al Hasyr: 10)

Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,“Do’a seorang muslim kepada saudaranya di saat saudaranya tidak mengetahuinya adalah do’a yang mustajab (terkabulkan). Di sisi orang yang akan mendo’akan saudaranya ini ada malaikat yang bertugas mengaminkan do’anya. Tatkala dia mendo’akan saudaranya dengan kebaikan, malaikat tersebut akan berkata: “Amin. Engkau akan mendapatkan semisal dengan saudaramu tadi”.”[ HR. Muslim no. 2733, dari Ummu Ad Darda’]

Do’a kepada saudara kita yang sudah meninggal dunia adalah di antara do’a kepada orang yang di kala ia tidak mengetahuinya.



Kedua: Siapa saja yang melunasi utang si mayit

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam didatangkan seorang mayit yang masih memiliki utang, kemudian beliau bertanya, “Apakah orang ini memiliki uang untuk melunasi hutangnya?” Jika diberitahu bahwa dia bisa melunasinya, maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam akan menyolatkannya. Namun jika tidak, maka beliau pun memerintahkan, “Kalian shalatkan aja orang ini.”

Rosulullah bersabda, “Aku lebih pantas bagi orang-orang beriman dari diri mereka sendiri. Barangsiapa yang mati, namun masih meninggalkan utang, maka aku lah yang akan melunasinya. Sedangkan barangsiapa yang mati dan meninggalkan harta, maka itu untuk ahli warisnya.” [HR. Bukhari no. 2298 dan Muslim no. 1619]. Hadits ini menunjukkan bahwa pelunasan utang si mayit dapat bermanfaat bagi dirinya.

Sedangkan apakah pelunasan utang si mayit di sini wajib ataukah tidak, di sini ada dua pendapat di kalangan ulama Syafi’iyyah. Sebagian ulama mengatakan bahwa wajib dilunasi dari baitul maal. Sebagian lagi mengatakan tidak wajib. [Syarh Muslim, An Nawawi, 6/2, Mawqi’ Al Islam]


Ketiga: Menunaikan qodho’ puasa si mayit

Pembahasan ini telah kami jelaskan pada tulisan kami yang berjudul “Permasalahan Qodho’ Ramadhan”. Pendapat yang mengatakan bahwa qodho’ puasa bermanfaat bagi si mayit dipilih oleh Abu Tsaur, Imam Ahmad, Imam Asy Syafi’i, pendapat yang dipilih oleh An Nawawi, pendapat pakar hadits dan pendapat Ibnu Hazm.

Dalil dari pendapat ini adalah hadits ‘Aisyah, “Barangsiapa yang mati dalam keadaan masih memiliki kewajiban puasa, maka ahli warisnya yang nanti akan mempuasakannya.” [HR. Bukhari no. 1952 dan Muslim no. 1147].

Keempat: Menunaikan qodho’ nadzar baik berupa puasa atau amalan lainnya

Sa’ad bin ‘Ubadah radhiyallahu ‘anhu pernah meminta nasehat pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dia mengatakan, “Sesungguhnya ibuku telah meninggalkan dunia namun dia memiliki nadzar (yang belum ditunaikan).” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas mengatakan, “Tunaikanlah nadzar ibumu.”[HR. Bukhari no. 2761 dan Muslim no. 1638]

Kelima: Segala amalan sholih yang dilakukan oleh anak yang sholih akan bermanfaat bagi orang tuanya yang sudah meninggal dunia

Allah Ta’ala berfirman, “Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya.” (QS. An Najm: 39). Di antara yang diusahakan oleh manusia adalah anak yang sholih.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya yang paling baik dari makanan seseorang adalah hasil jerih payahnya sendiri. Dan anak merupakan hasil jerih payah orang tua.” [HR. Abu Daud no. 3528 dan An Nasa-i no. 4451]

Ini berarti amalan dari anaknya yang sholih masih tetap bermanfaat bagi orang tuanya walaupun sudah berada di liang.

Keenam: Bekas-bekas amalan sholih (seperti ilmu yang bermanfaat) dan sedekah jariyah yang ditinggalkan oleh si mayit

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika manusia itu mati, maka akan putus amalannya kecuali dari tiga perkara: [1] sedekah jariyah, [2] ilmu yang diambil manfaatnya, [3] anak sholih yang mendo’akan orang tuanya.”[HR. Muslim no. 1631]

Ketujuh: Sedekah atas nama si mayit

Sedekah untuk mayit akan bermanfaat baginya berdasarkan kesepakatan (ijma’) kaum muslimin. [Majmu’ Al Fatawa, 24/314, Darul Wafa’, cetakan ketiga, 1426 H]

Dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma, “Sesungguhnya Ibu dari Sa’ad bin Ubadah radhiyallahu ‘anhu meninggal dunia, sedangkan Sa’ad pada saat itu tidak berada di sampingnya. Kemudian Sa’ad mengatakan, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya ibuku telah meninggal, sedangkan aku pada saat itu tidak berada di sampingnya. Apakah bermanfaat jika aku menyedekahkan sesuatu untuknya?’ Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Iya, bermanfaat.’ Kemudian Sa’ad mengatakan pada beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Kalau begitu aku bersaksi padamu bahwa kebun yang siap berbuah ini aku sedekahkan untuknya’.” [HR. Bukhari no. 2756]

Allahu'alam

Kamis, 24 Mei 2012

Sosok suami impian

بِسْــــــــــــــــــمِ ﷲِالرَّحْمَنِ ِالرَّحِيم              



  siapa yang ingin menambahkan poto dalam bingkai kosong ini......?

   Duhai Suamiku... Ketika engkau mencintaiku,engkau menghormatiku... Dan ketika engkau membenciku, engkau tidak mendzalimiku. Subhanallah... Suamiku... Engkaulah Suami yang aku impikan... Aku masih ingat saat malam pertama kita, saat itu engkau mengajakku shalat isya' berjama'ah. Setelah berdo'a engkau kecup keningku lalu berkata:"mamah, aku ingin engkau menjadi pendampingku Dunia-Akhirat". Mendengar ucapan itu,akupun menangis terharu. Malam itu engkau menjadi sosok seperti sayyidina Ali yang bersujud semalam suntuk karena bersyukur mendapatkan sosok istri seperti Siti Fatimah. Apakah begitu berharganya aku bagimu sehingga engkau mensyukuri kebersamaan kita ini?? Dan malam itu, aku tidak bisa mengungkapkan rasa syukurku ini dengan ucapan. Aku hanya bisa mengikutimu, bersujud di atas hamparan sajadah cinta. Tanpa bisa aku bendung,airmata ini tiada hentinya mengalir karena mensyukuri anugerah Allah yang di berikan padaku dalam bentuk dirimu,, Duhai Suamiku... Akupun berikrar,aku ingin menjadi sosok seperti Siti Fatimah, dan aku akan berusaha menjadi istri sebagaimana yang engkau impikan.. Dan ternyata sujud itu bukan hanya di saat malam pertama, setiap kali aku terbangun pada akhir sepertiga malam, kulihat engkau sedang bersujud dengan penuh kekhusu'an. Aku kadang iri dengan keshalihanmu, engkau terlena dalam sujudmu sedang aku berbaring diatas kasur yang empuk dengan sejuta mimpi. Suamiku,kenapa engkau tidak membangunkan aku? Padahal aku ingin bermakmum padamu agar kelak aku tetap menjadi istrimu di syurga. Aku hanya merasakan kecupan hangat melengkapi tidur malamku saat engkau terbangun untuk melakukan shalat malam. Apakah kecupan itu sebagai isyarat agar aku terbangun dari tidurku dan melaksanakan shalat berjama'ah bersamamu? Atau karena engkau tidak tega membangunkan aku saat engkau melihat begitu pulasnya aku dalam tidurku?? Suamiku... Aku yakin,dengan ketaatanmu pada agama,engkau akan membahagiakanku Dunia-Akhirat. Tidakkah agama kita mengajarkan bagaimana suami harus menyayangi istri, membuatnya bahagia, melindungi dan membuatnya tersenyum. Dan di sebaliknya, istri harus berbakti pada suami, melayani dan membuat suaminya terpesona padanya.. Suamiku... Aku tidak peduli siapakah engkau, miskin dan kaya tidak ada bedanya bagiku. Aku hanya tertarik pada sosokmu yang sederhana. Raut wajahmu yang penuh dengan keikhlasan membuatku ingin selalu menatapnya. Lembutnya sifatmu membuatku yakin bahwa engkau adalah suami yang bisa menerima segala pemberian Rabb kita dan akan menyayangiku apa adanya. Aku tidak peduli dengan rumah mungil dan sederhana yang engkau persembahkan untuk kita tempati bersama. Rumah yang hanya terdiri dari ruang tamu, kamar kita, dan satu ruangan yang berisi buku-buku terutama buku agama. Namun dari rumah yang mungil ini,aku melihat taman Syurgawi menjelma disini. Suamiku... Aku yakin engkau adalah sosok suami yang tejun menimba ilmu dan memahami agama, dan dengan bekal ini aku yakin engkau bisa membimbingku untuk meraih Jannah-NYA. Sebagaimana agama kita mengisyaratkan bahwa, barang siapa berjalan di jalan ilmu, maka Allah akan mempermudah jalan menuju surga. Saat kulihat engkau begitu berbakti kepada kedua orang tuamu dan senang menjalin silaturrahim,aku yakin engkau akan berlaku baik pada anak-istrimu. Suamiku... Aku lihat engkau jarang sekali bicara,tapi masyaAllah kalau sedang bekerja, engkau menjadi sosok yang tekun dan ulet. Dan dari tutur katamu, aku mendengar kata-kata mutiara yang penuh hikmah,sehingga yang tergambar dalam pikiranku adalah sosok Lukmanul Hakim, sosok suami dan ayah yang selalu mendidik keluarganya, mengajarkan anaknya untuk tidak menyekutukan Allah. Duhai Suamiku... Sungguh aku bangga mempunyai suami sepertimu melebihi kebanggaanmu padaku... Terima kasih suamiku,karena engkau telah membimbingku


TAUHID (hukum meminta bantuan kepada orang-orang kafir)

بِسْــــــــــــــــــمِ ﷲِالرَّحْمَنِ ِالرَّحِيم             


A. Dalam bidang bisnis atau pekerjaan
Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disem-bunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi." (Ali Imran: 118)

Imam Baghawi dalam tafsirnya menjelaskan, "Janganlah engkau menjadikan orang-orang non muslim sebagai wali, orang kepercayaan atau orang-orang pilihan, karena mereka tidak segan-segan melakukan apa-apa yang membahayakanmu."

Syaikh Ibnu Taimiyah mengatakan, "Para peneliti telah mengetahui bahwa orang-orang ahli dzimmah dari Yahudi dan Nashrani mengirim berita kepada saudara-saudara seagamanya tentang rahasia-rahasia orang Islam. Di antara bait-bait yang terkenal adalah: "Setiap permusuhan dapat diharapkan kasih sayangnya, kecuali permusuhan orang yang memusuhi karena agama."

Karena itulah mereka dilarang memegang jabatan yang membawahi orang-orang Islam dalam bidang pekerjaan, bahkan mempekerjakan orang Islam yang kemampuannya masih di bawah orang kafir itu lebih baik dan lebih bermanfaat bagi umat Islam dalam agama dan dunia mereka. Sedikit tapi dari yang halal diberkati Allah, sedangkan banyak tapi dari yang haram dimurkai Allah."

Dari keterangan tersebut dapat disimpulkan:
1. Tidak boleh mengangkat orang kafir untuk kedudukan yang membawahi orang-orang Islam, atau yang memungkinkan dia mengetahui rahasia-rahasia umat Islam; misalnya para menteri atau para penasihat, atau juga diangkat menjadi pegawai pemerintahan di daerah negara Islam.

Karena Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "... janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu." (Ali Imran: 118)

2. Diperbolehkan mengupah orang-orang kafir untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan sampingan yang tidak menimbulkan suatu bahaya dalam politik negara Islam, umpamanya menjadi guide (penunjuk jalan), pemborong konstruksi bangunan, proyek perbaikan jalan, dan sejenisnya dengan syarat tidak ada orang Islam yang mampu untuk itu.

Karena baginda Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam dan Abu Bakar Radhiallaahu anhu pernah mengupah seorang laki-laki musyrik dari Bani Ad-Diil sebagai penunjuk jalan ketika berhijrah ke Madinah. (HR. Al-Bukhari)

B. Dalam urusan perang
Dalam masalah ini terdapat perbedaan pendapat di antara para ulama. Dan yang benar adalah diperbolehkan, apabila diperlukan dalam keadaan darurat, juga bila orang yang dimintai pertolongan dari mereka itu dapat dipercaya dalam masalah jihad.

Ibnul Qayyim berkata tentang manfaat perjanjian Hudaibiyah: "Di antaranya, bahwa meminta bantuan kepada orang musyrik yang dapat dipercaya dalam hal jihad adalah diperbolehkan ketika benar-benar diperlukan, dan pada orang (musyrik) itu juga terdapat maslahah yaitu dia dekat dan mudah untuk bercampur dengan musuh dan dapat mengambil kabar dan rahasia mereka.

Juga diperbolehkan ketika dalam keadaan darurat, Imam Zuhry meriwayatkan, bahwasanya Rasulullah SAW meminta pertolongan kepada orang-orang Yahudi dalam perang Khaibar (tahun 7 H), dan Sofwan bin Umaiyah ikut serta dalam perang Hunain padahal ia pada saat itu musyrik.

Termasuk darurat misalnya jumlah orang-orang kafir lebih banyak dan sangat ditakutkan, dengan syarat dia berpandangan baik terhadap kaum muslimin. Adapun jika tidak diperlukan maka tidak diperbolehkan meminta bantuan kepada mereka, karena orang kafir itu sangatlah dimungkinkan berkhianat dan bisa jadi menjadi senjata makan tuan, oleh karena buruknya hati mereka.

Tapi yang tampak dari ucapan Syaikh Ibnu Taimiyah adalah boleh meminta pertolongan kepada mereka secara mutlak.


Rabu, 23 Mei 2012

desi ratnasari (sosok artis yang menemukan kedamaian)

sosok artis yang menemukan kedamaian hati dengan islam



tak banyak beredar tentang artis yang satu ini, ia sosok seorang keibuan yang lelah dengan gemerlap keartisan dan kini menemukan kedamaian hati dengan tubuh yang terjaga dan lisan yang santun perhatikan senyum nya , ia tersenyum bukan dari luar pisik nya  namun ia tersenyum dari dalam hati nurani nya ,. kedekatan nya dengan agama merubah penampilan nya ,. ia bagai menemukan jati diri yang sesungguh nya ,. ya allah maha besar dengan segala kemurahanmu,  allah maha besar dengan segala kekuasaan mu , allah maha besar dengan segala ke esaan nya,. engaku berikan jalan untuk umat mu yang ikhlas berserah diri dan ikhlas dalam beribadah, . saya doakan semoga kerudung itu tidak lepas di depan umum dan tidak lepas karena gemerlap dunia yang hanya sesaat , karena dunia ini hanya sementara , bagi mereka yang berpikr, aminn ya allah ya rosulawlah ya robal allamin
   saya pengemar mu., siapa saya jangan hiraukan,. 

Selasa, 22 Mei 2012

Pemikiran pribadi ( niat & pikiran)


بِسْــــــــــــــــــمِ ﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم                


pandangan pribadi saya terhadap niat dan pikiran

niat itu timbul karena pikiran, niat itu ter lintas nya dalam hati , sedangkan pikiran itu tercipta karena ada nya pandangan lahiriya ( pandangan mata) perasaan lahiriyah ( rasa yang di rasakan oleh ke 5 indra kita) seperti mata kulit lidah bau-bauan termasuk dalam indra rasa,. dari lahiriyah bisa timbul niat yang bermacam macam , hati hati dengan niat , jangan sampai terucap kalau niat nya kurang bagus, dan jangan terlalu berat bila berniat ibadah sebab akan terasa berat bila di kaji dengan dalam,
     salah satu contoh niat kecil saja . tak jarang kita berniat ingin beribadah dengan maksud jikrullah ( jikir kepada allah) apa sudah bisa anda berjikir, bila sudah allhamdulilah saya belum , stop dulu jangan bahas itu terlalu dalam nanti nya 
     kembali ke niat aja dulu ,niat menurut saya sama dengan doa,  dalam berniat sebaik nya , saran saya pribadi karna saya juga belum bisa memberikan gambaran yang sebenar nya,. jangan mengucapkan insya allah bila niat itu ibadah dan kita akan mampu melakukan nya apa lagi bila masalah ibadah sehari hari seperti solat, dan jangan dengan kata mudah-mudahan , mudah-mudahan : coba sedikit telaah  kata itu , mudah-mudah an: gampang-gampangan: dalam kata itu menurut saya mengandung makna kurang yakin dan berkesan ragu ragu, sedangkan  kita tau dalam agama islam dan dalam al-Quran tidak ada keraguan sedikitpun di dalam nya. kenapa mesti ragu , saran saya gunakan kata : semoga  mencerminkan kata pasti ,  
      sedangkan pikiran itu timbul karena rasa lahiriyah kita , seperti contoh begini aja , ini yang paling umum yang kita temui sehari dan sering terlintas di hadapan kita , contoh nya begini, kita sedang duduk duduk di sebuah tepan jalan katakan lah itu sebuah halte bis atau moll, di hadapan kita ada se orang wanita cantik dengan pakaian sexsy , dalam benak otak kita secara naluri , umpamakan ini yang melihat pria , saya sering melihat juga saya ga munapik   . yang terlintas di pikiran kita sudah macem macem secara tidak di sengaja otak memprogram ke arah yang negatip,. seandai nya begini begini , seandai nya begitu begitu , seandai nya , kalua saja, dan banyak sekali angan angan dalam benak kita, 
     kuat iman kita , paling hanya sampai bayangan saja, dan dalam islam itu sudah termasuk hukum jinah cuma jinah nya bisa diampuni dengan kita banyak istigpar, bila dilihat lebih dalam lagi , si wanita yang kita lihat tersebut lebih dan lebih besar dosa nya dari yg melihat , itu bila wanita itu muslim kalo bukan , wawlahualam deh , kembali ke pikiran ,nah dari pandangan itu sering timbul niat dalam hati , ahh mau ini ahh ahh mau itu ahh , paling dominan laki-laki yang super nekad ga tau malu dan sudah putus urat malu nya  dengan dalih macam-macam dan dengan pasti mengedepankan hawa napsu pasti minta no hp kenalan dan lain-lain deh , 
    itu awal dari pikiran yang sering terjadi pada kehidupan sehari,. hal itu bisa terjadi di mana saja dunia nyata maupun dunia maya,. di facebook ym atau situs-situs jejaring sosial dan situs-situs obrolan lain nya, dan yang paling dominan jadi godaan terbesar adalah wanita,.buat para wanita jaga aurat mu jangan sampai kamu di lecehkan dari sisi manapun baik sikis pisikologis dan pisik mu , bebanmu lebih berat dari laki-laki di saat kamu belum bersuami, kamu harus menjaga semuanya, lisan tulisan niat pikiran dan pisik mu, jangan bangga punya wajah cantik jangan bangga punya body aduhai semapai , hal itu sangat memberatkanmu karna godaan padamu dari kaum adam sangatlah besar ,  dah balik lagi ke tema 
       dari pada pusing baca ocehan saya yang ga ada juntrugan nya , langsung saja saya garis bawahi mengenai masalah yg kita bahas 
niat: niat itu keinginan dalam hati yang terpisah dari pikiran , dan saya yakin niat itu tidak ada yang jelek semua nya pasti menjurus pada ibadah, 
sedangkan PIKIRAN: pikiran itu sebagian besar adalah isi nya hawa napsu dan keinginan dan tentunya di barengi dengan bisikan-bisikan setan yang sangat halus , yang bercokol dalam diri kita , 
ingat janji setan dan iblis , ia akan terus menggangu anak adam untuk masuk kedalam golongan nya dan cara nya sangat halus, 
    demikian penjelasan saya sedikit hasil pemikiran saya sendiri aja , ga ngambil dari sumber mana2 kalo salah , adanya di saya kalo benar itu kebetulan allah yang menyebabkan tulisan ini tertulis, karna pada dasar nya saya memang tidak bisa apa-apa, mata ini allah yang memberikan melihat, tangan ini allah yang menggerakn, hidung ini allah yang memberikan rasa bau , langkah ini allah yang mengijinkan melangkah,. 
demikian posting ini lain kali di sambung  


TAUHID ( kufur dan definisi nya)



 بِسْــــــــــــــــــمِ ﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم                   
  • menurut bahasa: menutupi
  • menurut syara': tidak beriman kepada Allah dan rasulNya, baik dengan mendustakan atau tidak mendustakannya
Jenis Kufur:
1. Kufur Besar
mengeluarkan seseorang dari agama Islam.
Kufur besar ada 5 macam:
  1. Kufur karena mendustakan
    QS Al-Ankabut (29):68
    Artinya: "Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan kedustaan terhadap Allah atau mendustakan yang hak tatkala yang hak itu datang kepadanya? Bukankah dalam neraka Jahannam itu ada tempat bagi orang-orang yang kafir?"
  2. Kufur karena enggan dan sombongQS Al-Baqarah (2):34
    Artinya: "Dan ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam," maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir."
  3. Kufur karena ragu
    QS Al-Kahfi (18):35-38
    Artinya: "Dan dia memasuki kebunnya sedang dia zalim terhadap dirinya sendiri; ia berkata: "Aku kira kebun ini tidak akan binasa selama-lamanya (35). Dan aku tidak mengira hari kiamat itu akan datang, dan jika sekiranya aku kembalikan kepada Tuhanku, pasti aku akan mendapat tempat kembali yang lebih baik dari pada kebun-kebun itu" (36). Kawannya berkata kepadanya - sedang dia bercakap-cakap dengannya: "Apakah kamu kafir kepada yang menciptakan kamu dari tanah, kemudian dari setetes air mani, lalu Dia menjadikan kamu seorang laki-laki yang sempurna? (37)Tetapi aku: Dialah Allah, Tuhanku, dan aku tidak mempersekutukan seorangpun dengan Tuhanku" (38).
  4. Kufur karena berpalingQS Al-Ahqaf (46):3
    Artinya: "Kami tiada menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya melainkan dengan yang benar dan dalam waktu yang ditentukan. Dan orang-orang yang kafir berpaling dari apa yang diperingatkan kepada mereka."
  5. Kufur karena nifaq
    QS Al-Munafiqun(63):3
    Artinya:”Yang demikian itu adalah karena bahwa sesungguhnya mereka telah beriman, kemudian menjadi kafir lalu hati mereka dikunci mati; karena itu mereka tidak dapat mengerti."
2. Kufur Kecil
tidak menjadikan pelakunya keluar dari Islam atau disebut juga dengan kufur amali

QS An-Nahl (16):83
Artinya: "Dia menciptakan langit dan bumi dengan hak. Maha Tinggi Allah daripada apa yang mereka persekutukan."

Al-Baqarah (2):178
Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu qishaash berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh; orang merdeka dengan orang merdeka, hamba dengan hamba, dan wanita dengan wanita. Maka barangsiapa yang mendapat suatu pema'afan dari saudaranya, hendaklah mengikuti dengan cara yang baik, dan hendaklah membayar kepada yang memberi ma'af dengan cara yang baik. Yang demikian itu adalah suatu keringanan dari Tuhan kamu dan suatu rahmat. Barangsiapa yang melampaui batas sesudah itu, maka baginya siksa yang sangat pedih."

Al-Hujurat (49):9-10
Artinya: "Dan kalau ada dua golongan dari mereka yang beriman itu berperang hendaklah kamu damaikan antara keduanya! Tapi kalau yang satu melanggar perjanjian terhadap yang lain, hendaklah yang melanggar perjanjian itu kamu perangi sampai surut kembali pada perintah Allah. Kalau dia telah surut, damaikanlah antara keduanya menurut keadilan, dan hendaklah kamu berlaku adil; sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil.(9). Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat (10).

Perbedaan antara kufur besar dengan kufur kecil
  1. Kufur besar: mengeluarkan pelakunya dari agama Islam dan menghapuskan (pahala) amalnya
    Kufur kecil: tidak menjadikan pelakunya keluar dari agama Islam, juga tidak menghapuskan (pahala)amalannya, tetapi bisa mengurangi (pahalanya) sesuai dengan kadar kekufurannya, dan pelakunya tetap dihadapkan dengan ancaman
  2. Kufur besar: menjadikan pelakunya kekal dalam neraka
    Kufur kecil: pelakunya masuk neraka maka ia tidak kekal didalamnya, dan bisa saja Allah memberi ampunan kepada pelakunya sehingga ia tidak masuk neraka sama sekali
  3. Kufur besar: menjadikan halal darah dan harta pelakunya
    Kufur kecil: tidak demikian
  4. Kufur besar: mengharuskan adanya permusuhan yang sesungguhnya antara pelakunya dengan orang orang mu'min
    Kufur kecil: Ia tidak melarang secara mutlak adanya kesetiaan tetapi pelakunya dicintai dan diberi kesetiaan sesuai dengan kadar keimanannya dan dibenci serta dimusuhi sesuai dengan kadar kemaksiatannya

Senin, 21 Mei 2012

Cara mengendalikan marah


                                          بِسْــــــــــــــــــمِ ﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Sahabat FiLLAH terkadang kita sulit menjaga lisan bahkan tingkah kita ketika Marah... Ya.. itu wajar karena kita sebagai manusia diliputi dan dianugerahi oleh Hawa Nafsu.. tapi alangkah baiknya jika amarah kita bisa tersalurkan pada jalan yang di Ridhoi ALLAH. Sebagai seorang muslim yang baik tentu kita ingat ketika Rasul mengatakan pada seseorang "Jangan Marah... Jangan Marah...." Lantas bagaimana cara agar Amarah agar tidak mengendalikan kita, tapi kitalah yang harus mengendalikan Amarah kita... Banyak cara yang di ajarkan oleh Rasulullah untuk meredam Amarah diantaranya sebagai berikut: 1. Membaca lafadz Ta'awwudz. "Rasulullah bersabda Ada kalimat kalau diucapkan niscaya akan hilang kemarahan seseorang, yaitu A'uudzu billah mina-syaithaani-r-rajiim Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk (H.R. Bukhari Muslim)." 2. Segera Berwudlu. "Rasulullah bersabda Kemarahan itu itu dari syetan, sedangkan syetan tercipta dari api, api hanya bisa padam dengan air, maka kalau kalian marah berwudlulah (H.R. Abud Dawud)." 3. Diamlah. "Dalam sebuah hadist dikatakan Ajarilah (orang lain), mudahkanlah, jangan mempersulit masalah, kalau kalian marah maka diamlah (H.R. Ahmad)." 4. Duduk atau dengan kata lain rubah posisi kita. Berdasarkan sebuah hadist yang mengatakan "Kalau kalian marah maka duduklah, kalau tidak hilang juga maka bertiduranlah (H.R. Abu Dawud)." 5. Sholat Sunnah. Seperti yang diungkapkan dalam sebuah hadist "Ketahuilah, sesungguhnya marah itu bara api dalam hati manusia. Tidaklah engkau melihat merahnya kedua matanya dan tegangnya urat darah di lehernya? Maka barangsiapa yang mendapatkan hal itu, maka hendaklah ia menempelkan pipinya dengan tanah (sujud). (H.R. Tirmidzi)"

tauhid ( milik dan rijki)


بِسْــــــــــــــــــمِ ﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم                       

    MILIK DAN RIJKI  


Sering kita membahas masalah rijki , apa sih rijki itu yo kita sedikit berbagi tentang ilmu ini, ini dari sumber saya sendiri aja , kalo bahas dari tauhid yang sebenar nya saya belum mampu menjelaskan nya karna kriteria rijki dan milik sangat dalam kita berbagi sedikit tentang dua kata ini ini saja, pertama apa sih yang di maksud dengan milik, 
    milik adalah sesuatu yang allah tipkan kepada kita dengan sababiah ( sebab) kita usaha , kaya ilmu matematik nih, ada sebab ada akibat , dalam alQuran di wajinkan atas kita berusaha dan belajar tentunya dengan jalan yang telah disyariatkan , jalan nya banyak sekali seperti peropesi yang tangah saya geluti sekarang ini (security) satpam hehehe  itu semua masuk dalam katagori sababiah , sababiah saya satpam saya dapat gaji dan saya dapat hak milik saya berupa gaji bulanan ga besar namun allah swt meridoi insya allah halal menjadi rijki saya, 
      yang termasuk dalam kriteria milik itu banyak sekali mungkin untuk orang yang kaya sulit untuk menghitung nya, bila untuk di syukuri satu persatu ga akan selesai dalam satu malam, ambil garis besar nya saja kalo mau mensyukuri , ya allah terima kasih atas apa yang engaku titipkan kepda saya dan bibing saya supaya tidak salah dalam menggunakan nya , saya mohon keridoanmu ya allah, 
yang masuk dalam setatus milik adalah yang belum kita makan, seperti tanah,rumah,perhiasan,mobil mewah ( alhamdulilah saya belum punya jadi ga berat mensyukurinya) termasuk pakaian makanan minuman yang ada dalam pulksa, yang kita baru beli di jalan bahkan uang yang ada dalam kantong kita belum tentu itu rijki kita , kita ga akan pernah tau akan kemana uang itu berpindah tangan karna setatus nya hanya milik dan milik bisa berpindah tangan tanpa atau dengan kehendak kita, itulah milik
    pusing ya , hehe dah jangan terlau di pikrin , berat kalo terlalu di pikirin nanti jadi malas usaha 
heheee
pada jaman sekarang ini terkadang orang banyak sekali menghalalkan segala cara untuk meraih milik tidak sedikit yang meminta kepada selain allah swt, tidak sedikit yang bersekutu dengan setan dan iblis secara sengaja dan secara tidak sengaja , di sadari dan tanpa di sadari 
kenapa saya katakan demkian di sengaja dan tanpa di sengaja , di sadari dan tanpa disadari
     ini yang serem lagi kalo di kupas lewat tauhid , 
 di sengaja dan tanpa di sengaja , kalo di sengaja itu sudah jelas sekali kriteria nya , seperti memuja ngepet nyupang dan lain2, yang tanpa di sengaja yang sering kita lupa dan keluar dari akidah , ini yang paling berbahaya , contoh nya kita datang kepada ulama atau kiyai , niat kita minta syariat untuk usaha sababiah umpama di kasi sesuatu sama ulama atau kiyai , seperti wapak atau isim yang bertuliskan alQuran , dan banyak lagi macam nya , sedikt meleset keyakian kita dan percaya pada benda tersebut haram hukum nya dan haram pula milik yang di dapat sababiah percaya saya wapak atau isim atau benda2 tersebut
    dan apa bila kita belanjakan milik itu yang berupa uang dan kita belanjakan untuk makan an dan makanan itu kita rijkikan pada anak2 kita apa setatus makanan itu , halal makanan itu bila dari barang yang halal dan haram bila dari barang yang haram, upsss dah jangan terlalu dalam , nanti pusing lagi
  
selanjut nya kita bahas masalah rijki hehee ini yang menarik nih. 
halalkah rijki yang kita telan.......? wow serem dari mana asal rijki yang kita telan bagai mana dan apa sababiah nya rijki yang kita telan , wow yoo raba diri , dari mana asal uang yang kita belanjakan hingga menjadi makanan dan kita makan , dari jalan yang benar apa dari jalan yang haram uang itu kita dapat kan , dari hasil kerja keras hingga keringat bercururn apa dari hasil korupsi waktu dengan duduk2 di bangku di belakang meja sambil ceting, tidak sedikit yang demikian , halalkah  yang demikian hmmm wawlahuualam raba diri lagi ah, 
  intinya rijki adalah sesuatu yang kita makan , sesuatu yang kita telan hingga menjadi sababiah kita hidup dan kita kuat untuk beraktipitas . itulah rijki, kalo yang sedang kita kantongi yang sedang kita miliki yang sedang kita genggam namun belum kita makan itu masih bersetatus milik, jangan terlau erat menggenggam milik kelak nantinya kita akan segsara sendiri , secara wajar saja menggenggam milik bila ada hak orang lain dalam milik kita segeralah keuarkan , jangan sampai allah merebut nya dengan secara paksa dan secara yang kurang enak, 
      allah bisa saja mengambil milik kita dan memindahkan pada tangan orang lain dengan jutaan cara
salah satunya yg teragis dengan perampokan sama orang lain , atau dengan pencurian , dengan musibah , dan banyak macam nya, jangan anggap musibah yg menimpah kita karna orang lain , namun telaah lah diri kita sendiri lebih dalam , musibah yg menimpa kita akibat dosa kita apa allah sedang menegur kita , atau sedang menguji keimanan kita, 
     banyak jenis ujian yang allah berikan kepada kita baik secara pisik materi penyakit atau kekayaan bahkan kemiskinan , itu semua tidak akan sulit bila kita sadar dan tawakal kepada allah swt, karna allah swt, dan sadar apa yang pernah kita perbuat apa yg kita lisan kan apa yang kita lakukan , 
dan allah swt tidak akan mamberikan ujian di luar kemapuan umat nya, 
doa fi doa dari saya semoga kita semua mendapatkan kehidupan yang maslahat dan semoga kita semua diridoai allah swt , aminnnnnn ya allah ya rosulawlah ya robal alamin
  
      sedikit pesan saya berhati hatilah dalam meraih milik dan belanjakan lah milik di jalan yang yg di ridoai allah swt , niatan dengan niat ibadah, rijkikan saudara-saudara,anak-anak, dan yang lain nya dari milik kta  dengan rijki yang halal , halal sababiah dan halal jenis nya,.
 semoga allah swt meridoi amin............


Sedikit saya tambahkan sebuah cerita pribadi mengenai rijki dan milik, 
ini kisah nyata yang saya alami
saya berikan tema ( wasilah silaturahmi)

    Pagi itu saya berniat silaturahmi ke daerah ci curug sukabumi , ke rumah se orang sahabat, dan kebetulan saya sudah berjanji akan berangkat bareng sama seoerang sahabat juga ke sana nya, sekitar jam 11.20 sahabat saya tiba ke depan rumah dan berangkat lah saya dan sahabat saya ke sana ,baru masuk kendaraan kuasanya allah akan niat baik saya bersilaturahmi baru duduk di kendaraan allah berikan rijki untuk saya , minuman telah sahabat saya sediakan di samping saya, menyusul jajanan dan lain2 yang di tawarkan di dalam kendaraan, subhanawlah murah nya tangan allah pada saya , sababiah sahabat ada rijki saya dalam kendaraan itu, doa saya semoga sahabat saya bisa menambah kendaraan nya dari milik yg ia dapat dari jalan yang di ridoi allah swt,  seperti biasa jalan ke suka bumi hmmmm macet nya bukan main kalo aja tuh mobil ga ada ac hadoooh mateng kali isi nya kaya udang bakar, waktu menunjukan jam 12:45 waktu juhur dah pasti ada cuma belum lewat, bincang sahabat , baik nya kita makan dulu nih dah siang, saya karna numpang ga bisa nolak , kalo nolak repot urusan nya bisa di turunin di jalan hehe canda ., 
    di sana lah kuasa nya allah , sababiah dari sahabat ada rijki saya di sana di sebuah rumah makan, saya bisa makan dan allhamdulilah saya bisa menunaikan kewajiban saya juga sebagai muslim , melaksanakan holat, ( ini suatu bukti milik yg di kantong belum tentu rijki kita) dalem ya pemikiran nya , sore hari sekitar jam 3:30 saya sampai di rumah sahabat saya dan silaturahmi lah saya di sana , di sana pun masih ada rijki saya , maha besar allah dengan segala nikmat nya, tiba di rumah sahabat dan berbincang sejenak , saya sempatkan untuk membuat kopi , (tuh rijki saya lagi ) karna sang empunya rumah sudah mengikhlaskan untuk saya membuat kopi, selesai bersilaturahmi sahabat yang bareng sama saya pulang saya berniat menginap di rumah sahabat saya tersebut , dan lagi lagi rijki saya ada di sana , malam hari nya saya di tawari makan bareng sama sahabat saya di rumah itu, hingga saya berkata dalam hati, ya allah sungguh besar karunia mu , engkau berikan hamba rijki tanpa hamba duga datang nya , 
     ke esokan hari nya di pagi hari selesai menunaikan sholat subuh, lagi2 rijki saya ada di sana di pagi itu, seorang santri yang bermukim di rumah itu membuatkan kopi untuk saya , dan ada tamu lain yang membelikan saya sarapan , walau saya memaksa menolak , semua kehendak allah tidak bisa saya tolak , rijki dari allah tidak bisa kita sangka dan kita tolak,. akhirnya saya bisa sarapan, 
   coba kalian pikir berapa rupiah yang saya keluarkan , 0 rupiah kan, silahkan kalian beranggapan miring tentang saya, namun itu semua kehendak allah , saya yakin wasilah silaturahmi besar sekali manfaat nya, bahkan untuk roko pun , maaf saya meroko , pagi itu saya di belikan sama tamu yang ada di situ , walau di tengah meja roko saya masih ada bawa dari rumah, subhanawlah maha besar allah dengan segala nikmat nya, siang hari sekitar jam 8:30, tamu yang ada di situ kebetulan pas mau pamit pulang dan tamu itu mengundang saya untuk datang bersilaturahmi ke rumah nya ,bahkan karna ingin nya saya bersilaturahmi ke rumah nya , berangkat ke rumah nya saya sampai di bonceng pake motor dia, , untung bukan becak ya hehehe, becanda dikit , namanya juga cerita, 
     sampai di rumah nya masih daerah suka bumi darah ci dahu tepat nya kp pasir rengit , subhanawlah jamuan untuk saya dan tamu yang lain melebihi cukup dan di situ lagi-lagi allah menunjukan kekuasaan nya , betapa murah nya rijkinya untuk orang yang berniat silaturahmi , subhanawlah maha besar allah dengan segala nikamta nya, 
     dari situ saya lanjutkan silaturahmi ke suka bumi kota , untuk menemui sahabat yang mengundang karna selesai menunaikan jenjang kuliah nya dan sudah bergelar sarjana, alhamdulialah di sana pun rijki yang allah berikan tidak kurang , saya tidak kelaparan dan lebih dari cukup, mungkin anda berpikir kalo uang yang saya kantongi banyak , tidak , uang yang saya kantongi dari rumah tidak banyak , hanya 20ribu rupiah  , di jaman sekarang ini cukup untuk apa uang jumlah nominal segitu, namun allah tunjukan kekuasaan nya , maha besar allah dengan segala nikmat nya ,. hanya dengan berniat silaturahmi dalam hati dan lisan , allah tunjukan betapa besar kekuasaan nya memberikan rijkinya di jalan yang tidak kita sangka, bahkan sampai tiba di rumah uang yang saya kantongi masih tersisa 3 ribu rupiah, aneh kan, jangan aneh , allah maha kuasa dengan semua kekuasaan nya apa yang tidak mungkin bisa menjadi mungkin,. 
     itu nikmat yang saya terima yang bisa saya hitung secara kasar , nikmat napas nikmat sehat nikamt tegukan air nikmat rasa masakan , subhanawlah , kita takan mampu menghitung nikmat allah swt,  satu hal yg saya bisa , ya allah terima kasih atas semua nikmat yang engkau berikan , semoag bermanpaat buat saya dan semoga menjadi amal ibadah buat orang-orang yang ikhlas memberikan rijki nya pada saya aminn

wasilah silaturahmi ( by : asep kumara dewa)





TAUHID (Dapat kah kita menerapkan tauhid dalam kehidupan sehari-hari)

بِسْــــــــــــــــــمِ ﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم                 



      tauhid , tidak bayak yang tau tentang tauhid, padahal tauhid adalah suatu ilmu yang membahas tentang perjalanan hidup kita sehari hari, bagai mana semestinya kita berucap bagai mana semestinya kita berahlak dan bagai mana semestinya kita berjalan di jalan agama islam yang benar , tauhid adalah bisa di artikan intinya ilmu agama islam. tidak banyak yang mengerti tentang tauhid bahkan hanya tau nama nya saja . 
     menurut hemat saya , pandangan pripadi tentang tauhid, bila ada yg salah mohon di maafkan mungkin ini berguna buat yang lain, 

menurut hemat saya ilmu tauhid sangat lah penting untuk kehidupan sehari hari , karna tauhid bisa menuntun kita kejalan yang di ridio allah swt , bila dapat mengkaji tauhid secara keseluruhan saya yakin usia kita ga akan cukup untuk mengkaji nya , paling tidak kita sedikit punya gambaran nya saja itu lebih baik dari pada tidak sama sekali , betulll

saya akan kasih sebuah gambaran tentang ilmu tauhid saya ambil dari diri saya sendiri yang memang pada dasar nya tidak memiliki apa2 , saya di lahirkan dalam keadaan bugil( telanjang ) maaf ada bahasa kurang sopan nya , dan lahirnya saya tentunya ada proses nya , proses terjadinya saya tentunya ada sebab nya ( sababiah) sababiah adanya saya di dunia tentunya tidak akan begitu aja tanpa ada ijin dari allah swt. syariat nya orang tua laki2 saya menikah dengan ibu saya , allhamdulilah mereka orang-orang yang sangat saya sayangi. hingga dari rahim ibu saya di lahirkan lah saya dan di berikan nama dengan nama (.........) sebelum masuk kedalam rahim tentunya ada proses menurut ilmu kedokteran adanya proses pembuahan dalam janin itu pun sababiah hakiakt nya allah swt lah yang mengatur nya , karna kita memang dasar nya tidak bisa apa2 selain dari ijin nya , 
      dalam proses terjadinya saya , dari mulai saya bayi yang lucu imut dan sangat di sayangi sama orang tua , orang tua manapun pasti demikian terhadap anak nya, itu semua atas kehendak nya kehendak allah swt ,hingga saya diajarkan tentang agama tetang modal untuk kehidupan hingga bekal keyakinan agama yang saya anut sekarang ini , dan allhamdulilah sababiah orang tua saya yang sangat sayang sama saya dan membimbing saya kejalan dan agama yang benar hingga saya bisa mengetik di sini dan di baca sama kalian,
    itu semua sababiah hakikat nya allah lah yang mengijinkan , bila allah tidak mengijinkan mungkin saya tidak bisa mengetik seperti sekrang ini , 
islam mengajarkan kita untuk berjalan lurus , arti lurus bukan berarti kita berjalan tanpa memperhatikan jalan , tetunya bila diartikan sama orang-orang yang tidak berpikir brjalan lurus apa aja di tabrak termasuk tembok yg ada di hadapan nya , arti lurus menurut islam tidak demikian 
      berjalan lurus menurut islam adalah berjalan dan menjalani kehidupan sehari-hari menurut syariat yang telah di tetapkan dalam al-Quran dan as-sunah , tentunya sebagai umat islam kita tau alQuran dan as-sunah, kalo ga tau kebangetan ho oh ga
     jadi ngelantur deh 
balik lagi ke diri saya sendiri ,. hingga saya dewasa, dewasa dalam berpikir dewasa dalam bentuk pisik dan dewasa dalam berbuat , walau tidak sedikit saya melanggar aturan yang telah di tetepkan oleh agama yang saya anut , saya sadar banyak sekali aturan agama yang saya langgar tentunya anda tau melanggar aturan agama hukum nya di namakan dosa , maha besar allah dengan segala nikmat nya , sampai saat ini allah memberikan kesempatan untuk merubah diri dan memperbaiki diri , seandai nya dosa yang saya lakukan di ajab lagsung seperti jaman nya nabi daud kalo ga salah , mungkin saya ga akan ada di dunia ini , namun tidak dengan umat nabi muhamad saw dan umat akhir jaman ini , allah memberikan kesempatan untuk kita bertaubat, maha besar allah swt dengan segala nikmat nya , allah tutupi dosa dosa kita dan allah sayangi kita dengan segala kasih sayang nya , dan allah berikan rijiki untuk kita walau kita banyak sekali berbuat maksiat berbuat di luar jalur agama, seperti saya sekarang ini , saya sudah sombong dengan sedikit ilmu yang allah berikan sama saya , saya sombong dengan bisa mengetik seperti ini, saya sombong baru di berikan kepandaian membaca sudah berbuat yang di luar jalur agama, subhanawlahh , ya allah ampuni saya dengan segala hilap dan kesombongan saya ini , 
       mengenai masalah tema yang saya tulis di atas , dapatkah kita menerapkan tauhid dalam kehidupan sehari-hari , jujur saya katakan saya belum bisa mohon dao nya semoga saya bisa,.kenapa karna saya masih terikat oleh sipat manusia dan sipat kemanusianan yang masih butuh akan keduniaan, 
    saya jelaskan sipat manusia, sipat manusia adalah saya ambil contoh diri saya sendiri saja , saya masih butuh akan duit, butuh makan butuh minum butuh aksesoris badan , seperti pakaian dan lain2 tetunya memerlukan biyaya dan itu sipat manusia terkadang sulit di kendalikan dan di kalahkan oleh hawa napsu, yang sesungguh nya hawa napsu itu adalah bisikan sytan, yang tanpa kita sadari yang sangat halus , halus nya melebihi kehalusan debu dan sutra , 
       sipat kemanusianan , penjelasan nya demikian , kita hidup di dunia ini tidak sendiri banyak saudara kita rekan dan teman , munapik bila kita mengakui kita tidak butuh teman ( kalo ga butuh teman manusia namanya ilmu tauhid nya sudah sampai dia hanya hidup menunggu panggilan allah dan mengabdikan diri hanya untuk beribadah)
beda dengan kita masih butuh teman sahabat dan dalam proses nya teman itu bisa merupakan suami , isteri, anak, saudara dan saudara saudara seiman bahkan saudara lain keyakinan ( beda agama) 
kita masih terikat mereka kita masih butuh mereka bukan hanya kalian saya akui saya pun masih butuh mereka, 
    tauhid mengajarkan tentang bagai mana kita berucap secara lisan tulisan dan secara non lisan, 
lisan adalah yang bisa di dengar oleh indra pendengaran kita, sadar dan tanpa kita sadari kita sering berlisan kurang baik, seperti mengumpat, bergunjing , berkata kotor , membicarakan hal hal yang kurang baik bahkan berbohong, yang paling sering dilakukan manusia adalah berbohong termasuk saya , saya akui saya pernah berbohong dan saya sadar bohong saya terlalu besar , saya tidak tau sampai saat ini apa dosa bohong saya diampuni atau tidak sama allah swt, saya hanya bisa pasrah dah memohon akan ampunan dosa2 saya termasuk nya dosa berbohong saya, sengaja dan tanpa di sengaja, 
      tulisan ini yang sering kita lakukan dengan hanpon, melalui sms sering kita tidak sadari , 
sering orang menanyakan kabar, contoh nya km lagi di mana , ohh saya masih di jalan atau di mana, padahal sebenar nya lagi di rumah atau di suatu tempat yang enggan kita sebutkan tempat nya, 
itu sudah termasuk bohong dan dosa , ..
    non lisan ,. bukan tulisan : perkataan hati /pikiran buruk itu yang di maksud non lisan non tulisan,
sering kita memikirkan hal hal yang kurang baik dalam benak kita, dalam hati kita sering berkata yang kurang baik.   contoh nya demikian. kita mengenal seseorang dari mana kenal nya dah jangan di bahas, kita kenal seseorang aja yang ingin dekat sama kita, terkadang dalam hati kita berkata, mau apa sih orang ini sama saya, dia berharap apa sih sama saya, dia mau bohongin saya apa mau nipu saya apa berharap harta saya, sering demikian kan pikiran kita , dan masih banyak lagi macam nya,.
dan yang paling sering adalah pikiran jorok pria maupun wanita , dalam pikiran saja kita sudah berjinah , betul ga,. bila ada kesempatan dan setan membisikan cara nya tidak jarang pikiran jelek itu kejadian , maka dari itu jagalah lisan kita tulisan dan pikiran 
      pertanyaan nya : sanggupak kita berjalan dengan syriat yang demikian , snggupkah kita berbicara jujur sejujur-jujur nya, sanggupkan kita berpikiran dengan pikiran yang baik-baik saja sementara godaan di hadapan kita begitu besar nya,. 
     sesungguh nya hati kecil kita dan batin yang sesungguh nya tidak ingin berbohong dan tidak memiliki pikiran yang jelek , batin kita yang bersih akan bergetar ketika mendengar asma asma allah swt,.  namun kita sulit merasakan nya karna terbelenggu oleh napsu dan terbungkus duniawi. hingga gelaplah kita pada diri kita yang sesungguh nya , diri kita yang begitu mulia diciptakan allah swt, dan kita lupa akan satu asma allah swt yang berbunyi: kami ciptakan jin dan manusia untuk beribadah kepada kami,. ( kami: allah swt) yang menciptakan kita semua seisi jagat raya. 
       betapa kecil nya kita di hadapan allah betapa besar dosa yang kita pernah lakukan , subhanawlohhh dosa yang tidak di sengaja dan dosa yang tidak di sengja , dah ahh jadi sedih dan pengen nangis kalo inget dosa , 
       dan intinya saya pun belum bisa menerapkan tauhid dalam kehidupan saya sendiri , dan kita sebagai umat yang masih suka buka2 internet usia kita takan cukup untuk mengkaji nya , 


   

TAUHID (kewajiban mencintai & mengagungkan rosul & larangan berlebih-lebihan memuji serta penjelasan tentang kedudukan beliau)


                                 بِسْــــــــــــــــــمِ ﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم 



Pertama-tama: wajib bagi setiap hamba mencintai Allah, ini merupakan bentuk ibadah yang paling agung, sebagaimana firmanNya dalam QS Al-Baqarah (2):165
Selanjutnya mencintai RasulNya Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, dalam suatu hadist disebutkan:
"Ada 3 perkara yang jika seseorang memilikinya akan merasakan manisnya iman, yaitu bila Allah dan RasulNya lebih ia cintai daripada selain keduanya, dan tidak mencintai seseorang kecuali karena Allah, serta benci kembali kepada kekufuran setelah Allah menyelamatkannya daripadaNya, sebagaimana dia benci untuk dilemparkan ke neraka." (muttafaq 'alaih)
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidaklah sempurna iman salah seorang dari kalian sampai aku lebih ia cintai daripada anaknya, orang tuanya dan segenap manusia." (muttafaq 'alaih)
Wajib bagi setiap mukmin untuk lebih mencintai Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam daripada mencintai dirinya sendiri. "Bahwasanya Umar bin Khattab radhiallahu 'anhu berkata: "Wahai Rasulullah, sungguh engkau adalah orang yang lebih aku cintai dari segala sesuatu kecuali dari diriku sendiri." Maka beliau shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Demi Allah yang jiwaku ada ditanganNya, tidaklah sempurna iman salah seorang diantara kalian, sehingga aku leih engkau cintai daripada dirimu sendiri! Lalu Umar berkata kepada beliau shallallahu 'alaihi wa sallam, "Sesungguhnya engkau (Wahai Rasulullah) kini menjadi orang yang lebih aku cintai daripada diriku sendiri." Maka beliau shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sekarang (telah benar engkau) wahai Umar!" (HR. AL-Bukhari)

B. Larangan Ghuluw dan berlebih-lebihan dalam memuji
  • Ghuluw artinya: melampui batas, QS An-Nisa(4):171
  • Ithra’ artinya: melampui batas (berlebih-lebihan) dalam memuji serta berbohong karenanya
Ghuluw dalam hak Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam adalah melampui batas dalam menyanjungnya sehingga mengangkat di atasnya derajat sebagai hamba dan rasul Allah
  • menisbatkan kepadanya sebagian dari sifat-sifat ilahiyah (memohon dan meminta pertolongan kepada beliau)
  • bersumpah dengan nama beliau, sbegai bentuk ubudiyah kepada selain Allah
Ithra’ dalam hak Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah berlebih-lebihan dalam memujinya
Rasulullah bersabda:
"Janganlah kalian berlebih-lebihan memujiku, sebagaimana orang-orang Nashrani telah berlebih-lebihan memuji (Isa) putera Maryam. Aku hanyalah seorang hamba, maka katakanlah, "Abdulllah wa Rasuluh (Hamba Allah dan RasulNya)" (muttafaq ‘alaih)
  • Ketika sebagian sahabat berkata kepada beliau, "Engkau adalah sayyid (penghulu) kami!" Spontan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab: "Sayyid (penghulu) kita adalah Allah Tabaraka wa ta'ala!"
  • Ada yang mengatakan: "Dan engkau adalah orang yang paling utama dan paling agung kebaikannya!" Serta merta beliau mengatakan: "Katakanlah sesuai dengan apa yang biasa kalian katakan, atau seperti sebagian ucapan kalian, dan janganlah sampai kalian terseret oleh syaithan." (HR Abu Daud dengan sanad Jayyid)
  • Sebagian orang berkata kepada beliau: "Wahai Rasulullah, wahai orang yang terbaik diantara kami dan putera orang terbaik diantara kami! Wahai sayyid (penghulu) kami dan putera penghulu kami!" Maka seketika Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersada: "Wahai manusia, ucapkanlah dengan ucapan (yang biasa) kalian ucaplan! Jangan kalian terbujuk oleh syaithan! Aku (tidak lebih) adalah Muhammad, hamba Allah dan rasulNya. Aku tidak suka kalian menyanjungku diatas derajat yang Allah berikan kepadaku!" (HR Ahmad dan An-Nasa'I)
C. Penjelasan tentang kedudukan Nabi shallallahu'alaihi wa sallam
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, adalah orang yang memiliki kedudukan mulia sebagaimana firman Allah Ta'ala dalam QS Al-Isra (17):79
  • Allah melarang meninggikan suara dihadapan beliau shallallahu 'alaihi wa sallam, dan memuji orang –orang yang merendahkan suara dihadapan beliau, QS Al-Hujurat:2-5
  • Dan Allah subhanahu wa Ta'ala serta para malaikatNya telah bershalawat kepada beliau, serta memerintahkan para hambaNya agar mengucapkan shalawat dan taslim kepada beliau, QS Al-Ahzab:56
  • Termasuk mengagungkan beliau shallallahu 'alaihi wa sallam adalah: mengagungkan sunnahnya dan keyakinan tentang wajibnya mengamalkan sunnah tersebut, dan bahwa ia menduduki kedudukan kedua setelah Al-Quranul Karim dalam hal kewajiban mengagungkan dan mengamalkannya, sebab ia merupakan wahyu dari Allah Ta'ala sebagaimana firmanNya dalam QS An-Najm :3-4

bismilah hirihmanirohim