Rabu, 02 Mei 2012

Jerit penyesalan akibat ceting







Kembali saya naikan posting ini , karna saya rasa masih banyak sekali diantara kita yang belum sadar akan bahaya nya ceting di dunia maya , dari posting terdahulu mungkin ada sedikit editan untuk lebih menyadarkan kita terhdap apa yang kita lakukan selama ini ternyata hanya buang buang waktu dan hanya menabung dosa yang makin lama makin sulit untuk kelur dari lingkaran iblis manusia manusia pengila napsu dunia , yang pada akhirnya akan sangat merugikan diri sendiri ,hal ini bisa terjadi pada wanita maupun pria, mungkin yang di ceritakan di bawah ini adalah cerita dari seorang wanita , andai peran nya berganti pria  coba pikirkan , mungkin pria lebih kuat namun tatap saja pria juga punya hati ,
*kisah lama dari banyak sumber, ada yang belum pernah membacanya?*

::::. Aku seorang gadis dari keluarga taat beragama dan ternama. Aku dididik di atas akhlak dan pendidikan Islam. Aku bukan gadis rendahan atau pencari hiburan. Aku tidak membayangkan suatu hari di mana aku melakukan perbuatan yang mengundang murka Allah. Aku menikah dengan seorang laki-laki yang dihormati. Dia mencintaiku dan aku mencintainya. Dia sangat mempercayaiku, sangat memanjakanku. Bahkan ke­luargaku dan beberapa kerabat mengakui bahwa aku sangat dimanjakan oleh suami. Kemanjaan yang belum pernah didapatkan oleh seorang istri di manapun.

::::. Aku tidak pernah ingat bahwa aku pernah me­minta sesuatu kepada suami, tapi dia menolaknya dengan mengatakan’tidak’. Semua yang aku minta, dia penuhi. Sampai tibalah hari ketika aku memintanya memasang internet.

::::. Pertama kali dia menjawab, “Menurutku, itu kurang baik dan kurang cocok bagimu, karena kamu telah bersuami.” Tapi aku berhasil membujuknya, dan dia pun menghadirkannya. Aku bersumpah kepadanya tidak akan menyalahgunakannya.

Dia setuju. (Seandai­nya saja dia tidak setuju). Aku masuk dunia internet dengan penuh kegembiraan dan kebahagiaan. Suamiku pergi bekerja dan aku mejelajahi internet setiap hari. Kadang-kadang juga ketika dia ada di rumah. Dia tidak pernah bertanya apa yang aku lakukan, karena dia percaya kepadaku.

Hari berlalu… seorang temanku pengguna internet menceritakan kepadaku tentang chatting. Dia berka­ta kepadaku bahwa itu sangat mengasyikkan. Orang orang saling berbicara selama berjam-jam tanpa terasa. Pertama kali aku hanya menganggapnya perbincangan sambil lalu. Saat itulah aku mengenal seseorang. Kami setiap hari chatting. Orang ini berakhlak mulia. Belum pernah aku menemukan orang seperti dia di antara orang-orang yang chatting denganku. Berjam-jam aku dan dia chatting.

Suamiku menghampiriku, melihatku dan dia marah karena waktuku habis hanya di depan internet. Walaupun aku mencintai suamiku clan aku belum meli­hat cinta seperti cintaku kepadanya. Akan tetapi aku juga mengagumi, hanya mengagumi, orang yang ber­bincang denganku lewat chatting.

Dengan berjalannya waktu kekagumanku kepa­danya berubah menjadi cinta yang mengalahkan cinta­ku kepada suamiku. Aku berlari dari kemarahan suami­ku ke internet untuk berbincang kepadanya. Dalam satu kesempatan, aku kehilangan kontrol. Aku bertengkar dengan suamiku. Akibatnya dia memutus internet dan mengeluarkan komputer dari rumah.

Aku marah kepada suamiku, karena untuk pertama kalinya dia marah kepadaku. Aku membalasnya dengan memutuskan untuk berbicara dengan orang itu melalui telepon. Padahal sebelumnya aku telah meno­laknya, meski berkali-kali dia meminta itu kepadaku.

Di malam yang sial itu aku meneleponnya. Aku berbicara dengannya. Inilah awal pengkhianatanku ke­pada suamiku. Setiap suami keluar, aku langsung menelepon dan berbicara dengannya.

Dia berjanji menikahiku, jika suamiku mencerai­kanku. Dia meminta, bahkan ngotot, bertemu dengan­ku. Akhirnya aku terseret oleh keinginannya, aku mene­muinya. Bahkan sering, sampai aku terjerumus ke da­lam dosa istri terbesar kepada suaminya.

Terjalinlah hubungan haram di antara kami. Aku benar-benar mencintainya. Aku putuskan untuk me­minta cerai kepada suamiku. Suamiku bertanya, ada apa? Semakin banyak masalah antara aku dan suamiku. Aku tidak tahan dan aku semakin membencinya.

Selanjutnya, suamiku mulai mencurigaiku dan menyelidiki urusanku. Suatu ketika dia menemukan bukti bahwa aku telah berbicara dengan seorang laki-­laki melalui telepon. Dia menginterogasiku, dan akhir­nya aku mengakui hal yang sebenarnya. Aku berkata, “Aku tidak menginginkannya dan benci hidup bersama-nya.“

Walaupun demikian suamiku tetap bersikap baik kepadaku. Dia tidak membuka aibku atau melaporkan­nya kepada keluargaku. Dia berkata kepadaku. “Aku mencintaimu. Aku tidak bisa terus begini bersamamu, wahai anak manusia. Semoga Allah menutup kesalahan kita dan kesalahanmu. Akan tetapi kamu harus mengatakan kepada keluargamu, bahwa kamulah yang tidak ingin hidup bersamaku.”

Aku membencinya hanya karena persoalan sepele seputar internet. Dia bukanlah orang yang memperlaku­kanku dengan buruk, bukan orang yang bakhil kepada­ku dan tidak pernah melalaikan apapun terhadapku. Hanya karena dia mengatakan, “Aku tidak ingin ada internet di rumahku.” Aku lalu membencinya.

Sungguh, aku telah buta. Aku tidak mengetahui semua, itu kecuali ketika nasi telah menjadi bubur. Aku kembali kepada laki-laki selingkuhanku itu. Kami terus bertemu dan bermain.

Dia tidak melamarku, maka kami bertengkar. Aku katakan kepadanya, “Jika kamu tidak melamarku, maka aku akan meninggalkanmu.”

Dengan tenang dia menja­wab,

“Wanita tolol, bagaimana kamu percaya ketika aku berkata kepadamu bahwa aku tidak bisa mengenal se­lainmu. Dan aku bersumpah aku tidak pernah bertemu dengan wanita yang lebih manis darimu. Kamulah wanita termanis yang pernah aku jumpai dalam hidup­ku. Kedua… seandainya aku menikah, maka aku tidak akan menikahi wanita yang mengenal orang lain selain diriku, atau seorang wanita yang aku kenal melalui cara yang salah, seperti chatting. Lebih-lebih wanita berumur dan berakal sepertimu. Seandainya aku berpikir untuk menikah melalui chatting, niscaya aku akan memilih gadis remaja yang bisa aku bentuk sesuai keinginanku. Bukan sepertimu, yang sudah bersuami dan berani mengkhianati suaminya.”

Aku bersumpah kepada kalian, itulah kata-kata­nya. Ucapannya aku menukilkan kepada kalian, seperti dia mengatakannya kepadaku. Aku tidak berbohong. Tidak menambah dan tidak pula mengurangi, tidak satu kata pun. Aku sekarang sangat bingung. Sering aku ber­pikir untuk bunuh diri. Aku memohon kepada Allah agar memberikan petunjuk dan menjauhkanku dari jalan kegelapan.

Nasihatku kepada seluruh ukhti muslimah, agar kalian menjaga apa yang telah kalian cintai. Jangan tertipu oleh bualan banyak pemuda yang mengambil kesempatan melalui chatting untuk menjerumuskan para gadis, bahkan para wanita yang telah bersuami. Hal ini lebih mudah bagi mereka daripada pembicaraan jorok di pasar, sekaligus sebagai peluang besar untuk menjerat para wanita demi memenuhi nafsu mereka.

Kenyataannya kadang-kadang gelap dan samar. Beginilah apabila kedunguan, kerendahan serta mengi­kuti hawa nafsu berkumpul dalam satu pihak, ditambah kelicikan dan keburukan di pihak lain.

Marilah kita berdoa kepada Allah agar membe­baskannya dari kesulitannya dan menerima taubatnya. Sesungguhnya taubat Allah itu tidak berbatas dan meliputi segala sesuatu. Kita juga mendoakan laki-laki itu agar menghapus kesalahannya dan kembali ke jalan yang lurus, karena Allah memberi kesempatan dan tidak melalaikan.

Dan barangsiapa tidak bertaubat kepada-Nya dengan segera sebelum kematian menjem­putnya, maka bisa saja Allah mengujinya pada dirinya atau kehormatanya di dunia, atau Allah menunda adzabnya di Akhirat. Dalam hal ini keduanya sama?sama merugikan.


dan bila ada yang demikian mendapat seseorang dari dunia maya. keluarlah segera kalian dari dunia maya dan mari sama2 memperaiki diri agar mendapat rido allah swt ,
Pesan saya
untuk yang masih sibuk dengan dunia maya dan masih berkutat dengan wanita wanita pengumbar aurat segeralah berserah diri karna sesunguhnya engkau dalam kerugian dalam pandangan mu, dan engkau dalam berjinah dalam pandangan mu ,
dan untuk wanita wanita pengumbar sahwat  segeralah tutup auratmu jangan perlihatkan auratmu ruangan tempat tidurmu karna hal itu akan memberikan rasa pensaran untuk pria pria yang melihat nya , dalam otak mereka memprogram andai ia bisa mensetubuhimu di ruangan itu ,hanya itu yang ada dalam benak pria yang kau perlihatkan ruangan tempat tidurmu,
 tutup lah bila perlu tutuplah semuanya , hentikan karna godaan untukmu di dunia maya untuk kaum hawa lebih besar dari kaum pria

 bertanggung jawablah wahai pria akan perbuatan mu. ia berkorban untukmu, bimbing ia menuju jalan yg di ridoi allah swt. itu pilihan mu . dia ia pilih kamu. 
wahai para hawa , hentikan ulahmu sesungguhnya apa yang kalian perbuat itu lebih besar dosanya dari yang melihat mu, jangan jadikan dirimu budak napsu pria yang haus dengan napsu.  sesungguh nya allah maha pengampun untuk umat nya yang bersunggu sungguh ber taubat,.


Berhati hatilah dengan tipu daya wanita

 

Selintas saya mendengarkan lantunan murottal Al-Quran yang dibacakan oleh Syeikh Musyari Rasyid. Indah bacaanya dan enak untuk didengarkan. Indah pula surat yang dibacanya, Surat Yusuf yang penuh dengan hikmah yang mendalam. Di dalamnya terdapat seorang Nabi Yusuf yang merupakan manusia terganteng sejagad raya, serta Zulaikha yang "menghibahkan" keindahan tubuhnya karena tidak tahan dengan cintanya yang mendalam pada Nabi Yusuf.


Saya tidak akan menafsirkan Surat Yusuf dalam Al-Quran, karena saya tidak memiliki kapasitas sebagai mufassir (Penafsir). Saya hanya ingin mencoba mengambil pelajaran dari Surat Yusuf sesuai dengan kemampuan analisa saya dan mendudukannya pada kisah-kisah lain yang pernah terjadi di alam ini.

Zulaikha, ia adalah Isteri seorang pembesar Mesir yang merawat Nabi Yusuf selama bertahun-tahun. Ia tertarik pada keindahan (kegantengan) Nabi Yusuf sejak lama. Namun ia berhasil menahan rasa malunya selama bertahun-tahun sebelum akhirnya ia sendiri yang melepas rasa malunya di hadapan Nabi Yusuf. padahal, rasa malu adalah perhiasan terindah bagi perempuan setelah keshalihannya.

Zulaikha menutup pintu kamar Nabi Yusuf dan membuka pakaian seraya mengajak Nabi Yusuf untuk melayaninya. Nabi Yusuf sebagai manusia biasa mempunyai rasa ingin setuju dengan ajakan Zulaikha. Namun Allah memberikan pertolongan dan memalingkannya dari bujukkan Zulaikha. Ketika lari dan membuka pintu kamar, Nabi Yusuf tersentak melihat Suami Zulaikha. Di sinilah Zulaikha mulai membuat Tipu daya. Zulaikha menuduh Nabi Yusuf ingin memperkosa dirinya, namun akhirnya terbukti bahwa dialah yang mengajak Nabi Yusuf untuk mengkhianati suaminya sendiri.

Mari kita fokus pada tipu daya Zulaikha. Zulaikha mencoba menjadi wanita yang mempunyai 2 peran. Peran pertama, ia ingin mengungkapkan cintanya pada Nabi Yusuf dan mengkhianati suaminya. Peran kedua, ia ingin menunjukkan pada suaminya bahwa ia adalah wanita setia dengan cara menuduh Nabi Yusuf. Kedua peran tersebut sangatlah bertolak belakang satu dengan yang lainnya. Itulah tipu daya Zulaikha dan perempuan di dunia ini kecuali perempuan yang mendapat Rahmat dan Hidayah Allah SWT. Tipu dayanya sangat hebat dan Rapi, jarang ada Laki-laki yang selamat dari tipu daya wanita yang pengkhianat.

Dalam pandangan dan pengamatan saya wanita itu terbagi menjadi 3 kelompok sesuai dengan Tingkat kesetiaan dan keteguhannya dalam cinta. Kelompok Pertama adalah Wanita Mulia dan Mengahargai dirinya sendiri. Kelompok ini lahir dan tumbuh pada lingkungan yang benar-benar Islami dan tidak pernah melakukan hubungan atau pun kontak dengan cowok/Ikhwan sebelum dia menikah. Dia sadar bahwa dirinya hanya untuk suaminya tercinta. Menjaga dan menutup aurat Dan berusaha sebisa mungkin menghindari kontak dengan cowok/ikhwan sebelum menikah. Tingkat kesetiaan wanita seperti ini sangatlah tinggi dan kedalaman cintannya pun sangat dalam terhadap suaminya. Beruntunglah cowok/ikhwan yang mendapatkan wanita seperti ini. Apalagi di jaman yang modern ini, Sangat jarang ditemukan wanita seperti ini yang terjaga baik hati dan raganya. Wanita seperti inilah yang berhasil menghargai dirinya sendiri sehingga orang lain pun akan menghargai dirinya, wanita seperti inilah yang berhasil menghormati dirinya sendiri dengan Penghormatan yang tertinggi sehingga orang lain pun akan menghormatinya dengan setinggi-tingginya. Semoga Allah memperbanyak wanita muslimah yang masuk dalam kelompok pertama ini.

Kelompok kedua, Dia adalah wanita yang setengah-setengah alias setengah matang, dia menjaga dan menutup auratnya sebelum menikah. Namun hatinya telah menjadi "Piala Bergilir" untuk beberapa cowok/ikhwan sebelum ia menikah. Tubuhnya tetap terjaga. Namun hatinya sudah bekas dan tidak Asli lagi. Hatinya telah banyak mengenal cowok/ikhwan, kontak denganya, tertarik dan jatuh hatinya, dan akhirnya menjalin hubungan tidak resmi sebelum menikah. Seorang Ulama dari Timur Tengah yang juga merupakan pakar hati wanita mengatakan : "Hati Wanita bagaikan Perbatasan Negeri, jika perbatasan telah hancur, maka tunggulah kehancuran Negeri tersebut dalam waktu dekat.", red. Wanita seperti ini sangat dimungkinkan untuk mengkhianati suaminya. Tingkat kesetiaanya dan cintanya sangat relatif dan fluktuatif tergantung bagaimana ia bisa mengelola hatinya. Ada kemungkinan Zulaikha dalam surat Yusuf masuk dalam kelompok kedua ini. Sampai-sampai ia meninggalkan rasa malunya dan berbuat hal yang memalukan. Contoh nyata wanita kelompok kedua ini adalah Isteri Ustadz saya sendiri. Sebelum menikah dengan Ustadz, dia adalah wanita yang telah menjalin hubungan dengan temannya di masa lalu. Setelah menikah dengan ustadz dan mempunyai dua anak, dia pergi bersama mantan kekasihnya dulu. Mengkhianati suaminya sendiri. Namun sangat dimungkinkan pula wanita pada kelompok kedua ini menjadi bersiha seperti kelompok pertama. Namun dengan syarat yang berat, dia harus benar-benar Taubat Nasuha dan melupakan semua laki-laki yang pernah singgah di hatinya sebelum menikah dulu. Jika tidak begitu sungguh kasihan laki-laki yang menjadi suaminya.

Kelompok ketiga adalah wanita yang paling hancur, tidak menutup dan tidak menjaga aurat sebelum menikah. Hatinya pun telah menjadi piala bergilir bagi beberapa cowok/ikhwan. Tingkat kesetiaan dan cinta kelompok ketiga ini sangatlah rendah kecuali dia mau kembali ke jalan yang benar dan Taubat Nasuha sebelum dia menikah. Membersihkan diri dan menutup aurat hanya untuk suaminya saja kelak. Membersihkan hati yang telah terjamah banyak laki-laki. Kelompok ketiga inilah yang terbanyak di dunia kita saat ini. Banyak pemuda dan pemudi yang tidak sanggup mengontrol emosi cintanya. Kelompok ini harus banyak mendapat perhatian dari para juru dakwah muslimah yang ada di lapangan. Ajarkan kepandanya rasa malu sebagai wanita sehingga tidak berbuat hal yang memalukan ketika sudah menikah nanti alias khianat.

Saya yakin masih banyak wanita di luar dari ketiga kelompok yang saya sebutkan. Karena saya membagi menjadi tiga kelompok secara global. Saya tidak mengingkari bahwa banyak pula wanita yang sanggup menjaga dirinya dan hatinya hanya untuk suaminya tercinta walaupun sejarahnya di masa lalu sangatlah suram dan kelam. Namun alangkah bijaknya jika engkau wahai para wanita, memilih menjadi kelompok pertama, jika tidak bisa maka berusahalah sekuat mungkin. Salah cara agar hati dan ragamu terjaga adalah langsung menikah tatkala engkau telah mencintai seorang cowok/ikhwan. Jangan takut pada halangan dan rintang setelah menikah. Tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan. Dan tentunya dengan kesabaran. Menikah adalah solusi terbaik untuk para wanita muslimah yang sedang jatuh cinta. Karena dengan begitu engkau akan bahagia dan suamimu pun tidak merasa dirugikan. Melangkahlah untuk segera menikah. Bagi wanita yang telah terlanjur basah, maka Taubatlah. Dan menjaga Aurat serta hatinya untuk suaminya kelak. Atau langsung menikah dengan kekasihmu dulu. Jangan menyerah, Sesungguhnya Rahmat dan Ampunan Allah itu luas dan tidak terbatas. 

Untuk Laki-laki yang telah menjalin hubungan dengan cewek/akhwat, nikahilah dia. Kasihan dia jika engkau hanya bermain-main dengannya. Seriuslah, tunjukkan tanggung jawabmu sebagai laki-laki. Di sisi lain para wanita diharap tidak sombong diri menolak keseriusan laki-laki yang datang padanya untuk menikah secara Islami, atau Fitnah akan terus menyebar di masyrakat kita. Kita berlindung pada Allah dari segala keburukan hidup ini.. melangkahlah dengan penuh kesadaran dan kehati-hatian.
dan bila engaku di tolak dan tidak di harapkan lagi oleh si wanita itu ,berserah diri lah pada allah swt karna kelak nanti engkau akan di berikan pasangan yang lebih baik dari itu, 

berhati hatilah dengan tipu daya wanita , karna wanita lebih memiliki tipu daya yang lebih halus dari debu dan memiliki kelemutan melebihi sutra :... namun wanita bisa juga jadi pembuka pintu sorga dan pembuka pintu neraka:...  
 
 

selamat menempuh hidup baru


 
Cendrawasih indah berbulu
Dilihat sangatlah manis
Selamat Menempuh Hidup Baru
Semoga menjadi keluarga harmonis
____________________________
Arjuna membawa panah
Memanah cinta putri ayu
Semoga menjadi keluarga sakinah
Selamat Menempuh Hidup Baru
____________________________
Kerlip bintang dilangit yang tinggi
Syahdu menggugah rasaku
Dua hati berjanji suci
Selamat Menempuh Hidup Baru
____________________________
Sungguh wangi melati putih
Disirami biar tak layu
Kebahagiaan akan kau raih
Selamat Menempuh Hidup Baru
____________________________
Terbang tinggi burung merpati
Menari-nari sangat lucu
Masa depan telah menanti
Selamat Menempuh Hidup Baru
___________________________
Sungguh indah sayap kupu-kupu
Riang gembira menari-nari
Selamat Menempuh Hidup Baru
Hari bahagia telah menanti

 Purnama tersenyum ramah
Bintangpun tak mau mengalah
Mengiringi do'aku yang indah
Untuk kalian yang baru menikah
Semoga terbentuk keluarga sakinah

Selamat Menempuh Hidup Baru !
____________________________

Untaian kata aku cipta
Lewat warna sucinya rasa
Kukirim tulusnya do'a
Semoga terbina keluarga bahagia
Harmonis untuk selama-lamanya

Selamat Menempuh Hidup Baru !
____________________________
Bulan bintang senyum terpesona
Menyaksikan jalinan cinta
Terpancar begitu indahnya
Dari hati kalian berdua

Selamat Menempuh Hidup Baru !
____________________________

Bunga-bunga membuka kuncupnya
Mendengar janji kalian berdua
Membangun rumah cinta
Romantisnya tiada tara

Selamat Menempuh Hidup Baru !
___________________________

Mentari langsung bercahaya
Mendung hilang tiba-tiba
Seakan memberi restu dan do'a
Semoga  kalian selalu berbahagia
Dalam ikatan cinta untuk selamanya

Selamat Menempuh Hidup Baru !
___________________________

Kadoku datang bersama do'a
Semoga cinta terjalin selamanya
Keluarga harmonis selalu terjaga
Suka duka tetap bersama
Hingga akhir masa

Selamat Menempuh Hidup Baru !
.................................................
ia hanya sebuah kenangan, ia hanya sebuah cerita
ia akan sirna terbawa megahnya dunia , ia hanya bisa 
menatap dari kejauhan dan ia hanya bisa berdoa 
ia hanya bisa berserah dan ia hanya bisa menjadi saksi bisu 
ai adalah mushola kecil ku, hanya atap berbentuk kuncup 
terbuat dari gentong yang di balik dan di beri kuncup lambang 
bintang dan bulan , namun di bawah nya mengalir doa yang ikhlas 
semoga bahagia bersama belahan jiwa , selamat menempuh hidup baru wahai sahabat
for   ........N&R..... (masih misteri)



BY :Anisayu
Di edit oleh penulis by : asep kumara dewa

Minggu, 29 April 2012

ikhlas



 


::::::::::.....Berkata iblis: Ya Tuhanku, oleh karena Engkau telah menetapkanku sesat, sungguh akan kuusahakan agar anak manusia memandang indah segala yang tampak di bumi dan aku akan sesatkan mereka semua....Kecuali hamba-hambaMu dari antara mereka yang ikhlas.........(Al-Hijr: 39-40).

        Sepintas lalu saja, memperhatikan ayat yang dicantumkan di atas ini, sudah dapat ditarik suatu garis, bahwa syaitan dan iblis yang terkenal dengan 1001 tipudaya, menjerumuskan manusia ke dalam perangkapnya, supaya terjauh dan terpisah dari akhlak, dari hidayah ilahi dan selanjutnya supaya mereka selalu berada dalam kebatilan dan kesesatan. Perhatikanlah betapa congkaknya, berani memamerkan rencananya: Aku akan berusaha agar anak manusia memandang indah segala yang tampak dalam kehidupan ini, walaupun di dalam bungkusan yang kelihatan indah itu, penuh dengan keburukan dan kejahatan; penuh dengan kebatilan dan kemungkaran.
Malah termasuk dalam keahlian syaitan, ialah memutarbalikkan keadaan. Ia mampu menukar keindahan yang sebenarnya indah menjadi jelek yang menjijikkan, persis sebagaimana pandainya menyelimuti sesuatu yang jelek dan keji, sehingga tampak indah, berkilat, dan gemilang...
Anak manusia yang mudah terpukau oleh keindahan, tanpa bisa membedakan emas dengan loyang yang hanya melihat kilat dan bayangan lahiriah saja, merekalah yang akan jadi mangsa yang empuk bagi syaitan dan iblis.


         Orang-orang yang beginilah menurut syaitan yang dapat disesatkannya sekalian, tanpa pilih dulu.
Syaitan sungguh yakin akan suksesnya rencana ini, setelah mempelajari kepribadian makhluk yang bernama manusia itu.
Konon kata sahibul hikayat, ketika Allah sudah mencetak dan membentuk Adam dari tanah, berupa rangka manusia, tetapi belum diberi nyawa, maka rangka manusia Adam itu ditaruh pada sebuah tempat. Di kala itu jenis makhluk syaitan ini sengaja datang untuk melihat-lihatnya.
Sesudah memperhatikan bahwa pada tubuh calon manusia yang dipersaksikannya itu banyak sekali lubang-lubang, maka pada saat itu pun syaitan sudah meramalkan bahwa sungguh banyak sekali jalan masuk bagi memperdayakan makhluk yang bernama manusia tersebut.
Memang demikianlah halnya. Manusia mudah sekali diperdayakan melalui segala keindahan lahir, kehidupan duniawi ini.
Tapi namun demikian, satu golongan anak manusia, diakuinya sendiri ketidaksanggupannya memperdayakannya, tak mempan segala tipu daya dan makarnya kepada golongan tersebut, yaitu para almukhlishin, orang-orang yang ikhlas. Hanya golongan inilah yang tak dapat didekatinya. Dan kalaupun diberani-beranikannya juga bertemu dengan para almukhlisin ini, namun ia tak akan pernah beroleh kemenangan, ia akan pulang kembali dengan kecewa...

:::::::::::...............Ikhlas adalah Jiwanya Amal............::::::::::::
Gambaran yang dilukiskan di atas jelas menunjukkan betapa tingginya kedudukan ikhlas, betapa terhormatnya para almukhlisin dalam pandangan Allah SWT. Ikhlas adalah satu kriteria untuk menetapkan diterima atau ditolaknya amal ibadah seseorang dari umat yang mengaku telah Islam dan telah beriman. Tidak usah bersusah payah mencari definisi ikhlas itu menurut Islam. Kita cukup mengetahui satu prinsip saja, yaitu bahwa Iman ialah kepercayaan kepada Allah dan Islam ialah satu ketundukan dan kepatuhan kepada Allah. Maka semua tindak dan gerak, semua kata dan perbuatan, semua amal dan ibadat seseorang Muslim dan Mukmin, haruslah karena Allah belaka, lantaran hendak mencari mardhatillah semata.
Allah hanya menginginkan, kiranya niat dan maksud tujuan hambaNya berkata dan berbuat hendaklah karena Ia saja, jangan karena yang lain. Ini saja yang dikehendaki Allah, yang lain tidak dimintaNya. Jangan menyekutukan Allah dengan yang lain, dalam bentuk apapun. Sebab keMAHABESARANNya jangan sampai disaingi oleh apapun dari makhluk yang diciptakannya sendiri. Simak saja ayat Al-Quran berikut ini:


:::::::::......Sesungguhnya Allah tak dapat mengampunkan, apabila Ia dipersekutukan dan Ia dapat mengampunkan selain itu bagi siapa yang Ia kehendaki. Dan siapa yang menyekutukan Allah, maka sungguh sudah amat jauh sekali tersesatnya..."(QS. An-Nisa: 115).
Oleh sebab itulah, maka ikhlas ini menjadi alat penentu bagi amal dan ibadah seorang mukmin. Dan siapa saja yang benar-benar ikhlas, cuma Allah sajalah yang mengetahuinya, kendatipun semua ini bisa terselubung oleh kepandaian manusia dalam membungkus rapat-rapat apa yang ada dalam hatinya. Sepandai-pandainya manusia menyembunyikan apa yang ada dalam hatinya dengan segala tipu dayanya, sungguh Allah akan tahu hakikat niat yang sebenarnya.
Oleh sebab itu, Allah berfirman dalam Al-Quran:
"Mengapakah ia tak mau tahu...


::::::::...apabila nanti dibangkitkan isi kubur, dan dibelah dadat menengok hasil didalamnya. Di hari itu Tuhan mereka akan menceritakan hakikat yang sebenarnya." (QS. Al-'Adiyat: 9-11).


Sehubungan dengan ini, banyak sekali hadits yang menerangkan, memang keihklasan dalam beramal dan beribadah itu benar-benar menjadi barometer atas sah dan tidaknya ibadah-ibadah tersebut. Sedang untuk menetapkan ikhlas dan tidaknya seseorang, tidaklah ditentukan oleh orang yang bersangkutan, tidak pula oleh orang lain. Sebab ikhlas adalah urusan dan tugas hati dan cuma Allah saja yang tahu pendirian hati para hambaNya.
Benar lidah dapat dijadikan ukuran untuk mengetahui isi hati, tapi tidak selalu dapat dipercayai. Karena lidah dengan kelunakan dan kelemasannya mampu menghancurkan besi dan membakar dunia, tapi dengan itu juga ia bisa berputar dan berbalik-balik sendiri. Makanya karena itulah Allah bersabda:


::::::::......Ada dari sebahagian manusia, yang bicaranya amat menakjubkanmu dalam kehidupan duniawi. Tapi Allah membuktikan atas apa isi hatinya, ternyata ia sebenarnya adalah seorang musuh yang amat jahat. (QS. Al-Baqarah 204).
Dalam satu hadits, Rasulullah SAW mengisahkan peristiwa di hari kiamat di kala menghadapi hari penghisaban.


::::::::....Ada tiga golongan, yang oleh karena merasa akan jasanya, telah meyakinkan diri akan masuk surga, yang pertama ialah si Qari; ditanyakan kira-kira apa amal kebaikan yang sudah dikerjakannya dalam hidup. Dengan bangga si Qari menjawab: Aku tekun membaca Quran, kubaca di tengah malam, ketika orang sudah tidur nyenyak. Allah menjawab: Engkau belum berhak lagi akan surgaku, sebab amalmu itu bukan karena Aku, tapi supaya orang mengatakan engkau seorang yang teramat Qari.
Kepada Allah bertanya pula kepada si Syahid, lalu dengan lantang menerangkan: Aku telah berjihad perang di jalan Allah, maka terbunuhlah aku! Maka demikian juga jawaban Allah kepada si Syahid ini: "Sebab engkau berperang supaya orang mengatakan dan memujamu sebagai pahlawan yang berani mati, bukan karena Aku semata."
Terakhir, Allah bertanya pula kepada si Dermawan, lalu mendabik dada, bahwa hartanya telah banyak habis, demi menegakkan agama. Juga sama dengan dua rekannya, Allah menjawab serupa, sebab engkau berbuat demikian, bukan karena mengharap ridhaKu, tapi agar orang memuji engkau sebagai seorang yang amat dermawan dan pemurah.

:::::::::.......Pesan Rasulullah tentang ikhlas
Sebagai penutup, kita muatkan di sini serangkaian wasiat Rasulullah tentang ikhlas itu, sebagai berikut:
"Aku telah diberi wasiat oleh khalilku dengan empat macam kalimat yang bagiku semua lebih kucintai dari dunia dengan segala isinya. Beliau berkata kepadaku:


1. Kokoh-kokohkanlah buatan kapalmu, sebab lautan amat dalam sekali.
2. Perbanyaklah perbekalanmu sebab perjalanan bukan main panjangnya.
3. Ringankanlah punggungmu untuk memikul, sebab halangan dan rintangan amat banyak dan hebat sekali.
4. Ikhlaskanlah amalanmu, sebab mata pengontrolannya amat sangat tajamnya.


       Dari urutan pesan Nabi ini, nyata benar bahwa ikhlas mempunyai peranan penting untuk menentukan. Andai kapal yang akan ditumpangi melayari lautan hidup sudah demikian kuat dan kokoh konstruksinya, bekalpun sudah lengkap dan berlebihan, sedang bahu sudah siap sedia memikul segala beban yang berat, namun pelayaran itu tak juga akan diberkahi kalau tidak dijiwai oleh semangat ikhlas.



Bijaksanalah dengan facebook dan ym



Ketika perpecahan keluarga menjadi tontonan yang ditunggu dalam sebuah episode infotainment setiap hari. Ketika aib seseorang ditunggu-tunggu ribuan mata bahkan jutaan dalam berita-berita media massa. Ketika seorang celebritis [maaf] dengan bangga menjadikan kehamilannya di luar pernikahan yang sah sebagai ajang sensasi yang ditunggu-tunggu ...’siapa calon bapak si jabang bayi?’

Ada kabar yang lebih menghebohkan, lagi-lagi seorang celebritis yang belum resmi berpisah dengan suaminya, tanpa rasa malu berlibur, berjalan bersama pria lain, dan dengan mudahnya mengolok-olok suaminya.

Wuiih......mungkin kita bisa berkata ya wajarlah artis, kehidupannya ya seperti itu, penuh sensasi. Kalau perlu dari mulai bangun tidur sampai tidur lagi, aktivitasnya diberitakan dan dinikmati oleh publik.

***


KITA

Sadarkah kita..... ternyata sekarang bukan hanya artis yang bisa seperti itu, sadar atau tidak, ribuan orang sekarang sedang menikmati aktivitasnya, APAPUN DIKETAHUI ORANG (bangun tidur, makan, mandi smp tidur lg), dikomentarin orang bahkan mohon maaf .... [maaf] ’dilecehkan’ orang, dan herannya perasaan yang didapat adalah kesenangan.

Fenomena itu bernama facebook, setiap saat para facebooker meng-update statusnya agar bisa dinikmati dan dikomentarin lainnya. Lupa atau sengaja hal-hal yang semestinya menjadi (RAHASIA) konsumsi internal keluarga, menjadi kebanggaan di statusnya. Lihat saja beberapa status facebook :

Seorang wanita menuliskan “Hujan-hujan malam-malam sendirian, enaknya ngapain ya.....?”------ kemudian puluhan komen bermunculan dari lelaki dan perempuan, bahkan seorang lelaki temannya menuliskan “Mau ditemanin? Dijamin puas deh...”

Seorang wanita lainnya menuliskan “Bangun tidur, badan sakit semua, biasa....habis malam jumat ya begini...” kemudian komen2 nakal bermunculan...

Ada yang menulis “ bete nih di rumah terus, mana misua jauh lagi....”, ----kemudian komen2 pelecehan bermunculan.

***


Ada pula yang komen di wall temannya “ eeeh ini si anu ya ...., yang dulu dekat dengan si itu khan? Aduuh dicariin tuh sama si itu....” ----lupa klu si anu sudah punya suami dan anak-anak yang manis.

Yang laki-laki tidak kalah hebat menulis statusnya “habis minum jamu nih...., ada yang mau menerima tantangan ?’----langsung berpuluh2 komen datang.

Ada yang hanya menuliskan, “lagi bokek, kagak punya duit...”

Ada juga yang nulis “ mau tidur nih, panas banget...bakal tidur pake dalaman lagi nih”.

***


Beberapa orang sering dgn mudahnya meng-up date status mereka dgn kata-kata yg tidak jelas" entah apa tujuannya selain untuk numpang beken, cari perhatian dan pengin ada komen-komen dari lainnya".

> Dingin . . .
> B.E.T.E. . . .
> Capek
> Puanass buaget neh !
> Arghhh .. . !!!!
> Gile tuh org !
> . . .
> Aku masih menanti . . .
etc....

Dan ribuan status-status yang numpang beken dan pengin ada komen-komen dari lainnya. Belum lagi dengan bahasa alay.. ^__^

Dan itu sadar atau tidak sadar dinikmati oleh indera kita, mata kita, telinga kita, bahkan pikiran kita.

***

Ketika Iffah mulai luntur

Ada yang lebih kejam dari sekedar status facebook, dan herannya seakan hilang rasa empati dan sensitifitas dari tiap diri terhadap hal-hal yang semestinya di tutup dan tidak perlu di tampilkan.

Seorang wanita dengan nada guyon mengomentarin foto yang baru sj di upload di albumnya, foto-foto saat SMA dulu setelah berolah raga memakai kaos dan celana pendek.....padahal sebagian besar yg di dalam foto tersebut sudah berjilbab. ***mashaALLAH

Ada seorang karyawati mengupload foto temannya yang sekarang sudah berubah dari kehidupan jahiliyah menjadi kehidupan islami, foto saat dulu jahiliyah bersama teman2 prianya bergandengan dengan ceria.... ***astaghfirullah

Ada pula seorang pria meng upload foto seorang wanita mantan kekasihnya dulu yang sedang dalam kondisi sangat seronok padahal kini sang wanita telah berkeluarga dan hidup dengan tenang.***mashaALLAH

***


Rasanya hilang apa yang diajarkan seseorang yang sangat dicintai Allah...., yaitu Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, Rasulullah kepada umatnya. Seseorang yang sangat menjaga KEMULIAAN DIRINYA & KELUARGANYA.

Ingatkah ketika Rasulullah bertanya pada Aisyah radhiyallahu 'anha :

“ Wahai Aisyah apa yang dapat saya makan pagi ini?” maka Istri tercinta, sang Humairah, sang pipi merah Aisyah menjawab, “ Rasul, kekasih hatiku, sesungguhnya tidak ada yang dapat kita makan pagi ini”. Rasul dengan senyum teduhnya berkata, “Baiklah Aisyah, aku berpuasa hari ini”. Tidak perlu orang tahu bahwa tidak ada makanan di rumah rasulullah....

Ingatlah Abdurahman bin Auf radhiyallahu 'anhu mengikuti Rasulullah berhijrah dari mekah ke madinah, ketika saudaranya menawarkannya sebagian hartanya, dan sebagian rumahnya, maka abdurahman bin auf mengatakan, tunjukan saja saya pasar. Kekurangannya tidak membuat beliau kehilangan kemuliaan hidupnya. Bahwasanya kehormatan menjadi salah satu indikator keimanan seseorang, sebagaimana Rasulullah, bersabda, “Malu itu sebahagian dari iman”. (Bukhari dan Muslim).

***


Dan fenomena di atas menjadi Tanda Besar buat kita umat Islam, hegemoni ‘KESENANGAN SEMU’ dan dibungkus dengan ‘persahabatan fatamorgana’ ditampilkan dengan mudahnya celoteh dan status dalam facebook yang melindas semua tata krama tentang malu, tentang menjaga Kehormatan Diri dan keluarga.

Dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menegaskan dengan sindiran keras kepada kita

“Apabila kamu tidak malu maka perbuatlah apa yang kamu mau.” (Bukhari).

Arogansi kesenangan semakin menjadi-jadi dengan tanpa merasa bersalah mengungkit kembali aib-aib masa lalu melalui foto-foto yang tidak bermartabat yang semestinya dibuang saja atau disimpan rapat.

Bagi mereka para wanita yang menemukan jati dirinya, dibukakan cahayanya oleh Allah sehingga saat di masa lalu jauh dari Allah kemudian ter inqilabiyah – tershibghoh, tercelup dan terwarnai cahaya ilahiyah, hatinya teriris melihat masa lalunya dibuka dengan penuh senyuman, oleh orang yang mengaku sebagai teman, sebagai sahabat.

Maka jagalah kehormatan diri, jangan tampakkan lagi aib-aib masa lalu,. mudah-mudahan Allah menjaga aib-aib kita.

Maka jagalah kehormatan diri kita, simpan rapat keluh kesah kita, simpan rapat aib-aib diri, jangan bebaskan ‘kesenangan’, ‘gurauan’ membuat Iffah kita luntur tak berbekas.

ALLAHu'alam.....


Share-lah kepada orang yang Anda kasihi dan cintai.. "__"

“Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga.”( HR Muslim)

“Orang yang menyeru (menyuruh/menasehatkan) kepada kebaikan akan memperoleh pahala seperti orang yang mengamalkan seruannya, tanpa mengurangi pahala orang yang mengamalkan sedikitpun. Sebaliknya, orang yang menyeru kejahatan akan mendapatkan dosa seperti orang yang mengamalkannya, tanpa mengurangi dosa orang yang mengamalkannya sedikitpun.” (HR. Muslim)


catatan

***" Iffah (bisa berarti martabat/kehormatan) adalah bahasa yang lebih akrab untuk menyatakan upaya penjagaan diri ini. Iffah sendiri memiliki makna usaha memelihara dan menjauhkan diri dari hal-hal yang tidak halal, makruh dan tercela."

Sekali lagi, Bijaksanalah dengan facebook dan ym..!!

rahasia cantik alami


 
تريد الجمال الطبيعي، وبدون مستحضرات التجميل، والقشرة كيريك، أو الجراحة التجميلية؟ هناك سرا لعدة أجيال،
   وإرث أجدادنا امرأة ورعة. نصائح الجمال في الماكياج ماجيك. سرا ان كل يوم، أكثر جاذبية الجمال والنشاط الكامل دائما. مناسبة لجميع الأعمار، صغارا وكبارا وصغار البالغين. *** 1. مسح الوجه كله مع الوضوء مسحوق الهواء العلامات التجارية، وسوف يلمع مما لا شك فيه في كل وقت. 2. استخدام مستحضرات التجميل استحى العار أن الإيمان على الدوام. 3. الصدق تطبيق أحمر الشفاه على الشفتين، أن نأخذ في الكلام الحلو. وإضافة شفة اللمعان كلمة كلمة ضعف الشفاه الناعمة تبدو توهج جميلة جدا. 4. تزيين العيون مع ماسكارا (طريقة القوس) لتكون أكثر مستدق، شفافة، واضحة. 5. استخدام الصابون لإزالة الأوساخ الخطبة الجسم المعطرة من الخطيئة والخطأ، وحتى المؤمنين عطرة في جميع الأوقات. 6. راوات الشعر بشامبو في شكل الحجاب الإسلامي لمنع وإزالة القشرة وجهة نظر الذكور من الضرر. 7. تزيين يدك مع التقوى سوار الذهب استسلم فقط رفع اليدين إلى الله. 8. مقبلات مع دائرة نصف قطرها حلقة من جماعة الاخوان المسلمين من أجل الصداقة أكثر العينين بشكل وثيق. 9. تزيين الجسم مع الملابس من الأزياء منزل الطهارة والتقوى لجعل الملابس جسمك لإغلاق دائما على الأعضاء التناسلية، وحفظ بعيدا عن الخفاء رقيقة، والملابس. جميل الماكياج النصائح زائد الاقتصادي العملي. مسلمة جميل، ملتزم وأتمنى ... آمين.

pada bingung bacanya nih kaya nya . nih bagasa yang mudah di mengerti 


 Ingin cantik alami, tanpa kosmetik, kerak kerik, ataupun operasi plastik? Ada rahasia turun temurun, warisan para leluhur wanita shalihah. Tips make-up Cantik Ajaib. Rahasia agar setiap hari semakin cantik, menarik, senantiasa penuh energik. Cocok untuk segala usia, tua muda, remaja dewasa.


***


1. Usap seluruh wajah dengan bedak merk Air Wudhu, niscaya akan bercahaya sepanjang masa.

2. Gunakan pemerah pipi dari kosmetik Mustika Rasa Malu agar senantiasa terjaga iman.

3. Oleskan lipstik Kejujuran pada bibir, agar senantiasa manis dalam bertutuk kata. Serta tambahkan lip-gloss Tutur Kata Lemah Lembut agar bibir terlihat indah bercahaya.

4. Hiasi mata dengan maskara Ghadhul Bashar (menundukan pandangan) agar semakin lentik, bening, dan jernih.

5. Pakailah sabun wangi Istighfar untuk menghilangkan kotoran badan berupa dosa dan kesalahan, hingga harum setia setiap saat.

6. Rawat rambut dengan shampo berupa Jilbab Islami untuk mencegah dan menghilangkan ketombe berupa pandangan laki-laki yang membahayakan.

7. Hiasi tangan dengan gelang emas Tawadhu menengadahkan tangan beserah diri hanya kepada Allah.

8. Hiasi jari-jari dengan cincin bermata Ukhuwah agar semakin erat persahabatan.

9. Hiasi badan dengan baju dari rumah mode Kesucian dan Taqwa yang dapat membaluti tubuh agar senantiasa menutup aurat, menjaga diri dari pakaian tipis, tembus pandang.

Tips make-up cantik yang praktis plus ekonomis. Muslimah cantik, Semoga istiqamah... AAmiin

10 kunci pembuka rijki


بسم الله الر حمن الر حيم

https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc7/p480x480/423512_325390644169666_115510385157694_858512_341732733_n.jpg
Mencari barakah dari Allah. Barakah ada pada waktu pagi (albarakatu fi bukuriha), begitu ungkapan orang Arab. Benar, pagi memang memiliki banyak berkah. Keberkatan Subuh juga membuka pintu-pintu rezeki-Nya yang telah dihamparkan di hari itu. Kerana itu Allah menyerukan kaum Muslim untuk menyambut rezeki-Nya dengan bersegera bangun pagi.

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Ahmad dan al-Baihaqi, diceritakan bahawa ketika Rasulullah pulang dari solat Subuh di Masjid Nabawi, beliau mendapati puterinya, Fatimah, masih tidur. Dengan penuh kasih sayang lantas beliau menggerakkan badan puterinya itu lalu berkata, ”Wahai anakku, bangunlah, saksikan rezeki Tuhanmu dan janganlah kamu termasuk orang yang lalai kerana Allah memberi rezeki kepada hamba-Nya, antara terbit fajar dengan terbit matahari.”

Ada beberapa kunci pembuka pintu-pintu rezeki.

1. Kunci Istighfar dan Bertaubat

“Maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun-, Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, Dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan Mengadakan untukmu kebun-kebun dan Mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (Nuh:10-12)

Taubat mesti dilakukan dengan baik dan benar. Di antara kita melakukan pertaubatan adalah:- Menahan diri dari perbuatan maksiat (tidak lagi mengulanginya).- Menyesali perbuatan yang terlanjur dilakukannya.- Bertekad untuk tidak mengulanginya lagi.

- Bila terkait dengan hak sesama, hendaklah meminta kerelaan orang yang dirugikannya, baik dengan mengembalikan barangnya atau meminta maafnya.


2. Kunci Takwa

Di antara definisi takwa adalah merasa takut kepada Allah, beramal dengan wahyu yang diturunkan, redha dengan rezeki yang sedikit, dan siap menghadapi kematian. Secara amaliah ketakwaan akan membawa seseorang bersikap hati-hati kerana merasa Allah selalu mengawasi apa yang dilakukan, tengah melanggar larangan-Nya atau mengabaikan perintah-Nya.

“…Barang siapa yang bertakwa kepada Allah nescaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah nescaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu” (Al-Thalaq:2-3)


3. Kunci Sedekah

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir. Di tiap-tiap bulir ada seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (kurnia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (Al-Baqarah:261)

Katakanlah, “Sesungguhnya Rabbku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya diantara hamba-hambaNya dan menyempitkan (siapa yang dikehendaki Nya).”Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.” (Saba’:39)


4. Kunci Silaturrahim

Menyambung tali kekeluargaan mempunyai dua faedah. Pertama meluaskan rezeki dan kedua memanjangkan umur. Siapa yang mengkehendaki kedua-duanya hendaklah banyak menyambung silaturrahim, meskipun terdapat perselisihan di antaranya dengan keluarganya. Rasulullah bersabda,“Barangsiapa yang ingin agar Allah melapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah menyambung silaturrahim.” (Shåĥiĥ al-Bukhåri)


5. Kunci Berhijrah di Jalan Allah

“Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, nescaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, Kemudian kematian menimpannya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya disisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Al-Nisa’:100)


6. Kunci Haji dan Umrah

Yakni melakukan haji dan umrah. Sesiapa yang ada kemampuan hendaklah tidak khuatir menjadi berkurang hartanya dengan melakukkan keduanya. Rasulullah bersabda, “Lakukanlah haji dan umrah, kerana kedua-duanya akan menghilangkan kefakiran dan dosa sebagaimana api membersihkan besi, emas, dan perak. Tiada balasan bagi haji yang mabrur kecuali syurga.” (al-Tirmidzi)


7. Kunci Tawakal Kepada Allah

Rasulullah bersabda, “Jika kamu bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya, nescaya Allah akan memberikan kepada kamu rezeki sebagaimana Dia berikan kepada burung, ia keluar pada waktu pagi dalam keadaan perut yang kosong pulang pada petangnya dengan perut kenyang.” (Musnad Aĥmad)


8. Kunci Ibadah Kepada Allah

Allah berfirman di dalam sebuah hadis qudsi :
“Wahai anak Adam! Beribadatlah kepadaKu sepenuh masa, nescaya aku akan memenuhkan dada engkau dengan kekayaan dan Aku akan menghilangkan kefakiran daripada engkau. Jika engkau tidak melakukannya, nescaya aku akan menyibukkan tangan engkau dengan pelbagai pekerjaan namun kefakiranmu tetap tidak hilang.”


9. Kunci Kasih kepada yang Lemah dan Miskin

Rasulullah bersabda, “Bukankah kamu diberikan pertolongan dan rezeki kerana orang-orang yang lemah di kalangan kamu?” (Shaĥiĥ al-Bukhari)


Bersediakah kita membuka pintu rezeki-Nya


dan yang terakhir pasti  D U I T  
Doa
Usaha
Ikhlas
Tawakal

Doa apabila berkunjung kepada orang yang sakit



 


Doa Apabila Berkunjung Kepada Orang Yang Sakit :

لاَ بَأْسَ طَهُوْرٌ إِنْ شَاءَ اللهُ


“Tidak mengapa, semoga sakitmu ini membuat dosamu bersih, insya Allah.” — HR. Al-Bukhari dengan Fathul Bari 10/ 118.


Sebagian doa-doa untuk orang yang sakit, yang dicontohkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, antara lain :

1. Dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu bahwa beliau berkata kepada Tsabit Al-Bunani : “Maukah engkau aku ruqyah dengan ruqyah Rasulullah.?” Tsabit menjawab: “Ya”. Maka Anas membaca :

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبِأْسَ، اشْفِ أَنْتَ الشَافِي لاَ شَافِيَ إِلاَّ أَنْتَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَفَمًا

“Ya Allah, Rabb sekalian manusia, yang menghilangkan segala petaka, sembuhkanlah, Engkaulah Yang Maha Penyembuh, tak ada yang bisa menyembuhkan kecuali Engkau, sebuah kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit.” (HR. Al-Bukhari)
Dalam riwayat lain dari ‘Aisyah radhiallahu ‘anha, beliau berkata: “Dahulu bila salah seorang dari kami mengeluhkan rasa sakit maka beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengusapnya dengan tangan kanan beliau dan membaca :

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبِأْسَ، اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لاَ شِفَاءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَفَمًا

“Ya Allah, Rabb sekalian manusia, hilangkanlah petakanya dan sembuhkanlah dia, Engkaulah Yang Maha Penyembuh, tak ada penyembuh kecuali penyembuhan-Mu, sebuah penyembuhan yang tidak meninggalkan penyakit.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)


2. Dari ‘Aisyah radhiallahu ‘anha, bahwa beliau berkata: “Dahulu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam meruqyah dengan membaca:

امْسِحِ الْبَأْسَ رَبَّ النَّاسِ بِيَدِكَ الشِّفَاءِ لاَ كَاشِفَ لَهُ إِلاَّ أَنْتَ

“Hapuslah petakanya, wahai Rabb sekalian manusia. Di tangan-Mu seluruh penyembuhan, tak ada yang menyingkap untuknya kecuali Engkau.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)



3. Dari ‘Aisyah radhiallahu ‘anha, bahwa beliau berkata: “Dahulu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bila meruqyah beliau membaca:

بِسْمِ اللهِ تُرْبَةُ أَرْضِنَا بِرِيْقَةِ بَعْضِنَا لِيُشْفَى بِهِ سَقِيْمُنَا، بِإِذْنِ رَبِّنَا

“Dengan nama Allah. Tanah bumi kami dan air ludah sebagian kami, semoga disembuhkan dengannya orang yang sakit di antara kami, dengan seizin Rabb kami.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)



4. Dari Abu Al-‘Ash Ats-Tsaqafi radhiallahu ‘anhu, bahwa beliau mengeluhkan sakit yang dirasakannya di tubuhnya semenjak masuk Islam kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadanya:

ضَعْ يَدَكَ عَلَى الَّذِي تَأَلَّمَ فِيْ جَسَدِكَ وَقُلْ: بِسْمِ اللهِ ثَلاَثًا، وَقُلْ سَبْعَ مَرَّاتٍ: أَعُوْذُ بِاللهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ

“Letakkanlah tanganmu pada tempat yang sakit dari tubuhmu dan ucapkanlah, ‘Bismillah (Dengan nama Allah)’ sebanyak tiga kali. Lalu ucapkanlah:

أَعُوْذُ بِاللهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ

‘Aku berlindung kepada Allah dan kekuasaan-Nya dari keburukan sesuatu yang kurasakan dan kuhindarkan,’ sebanyak tujuh kali.” (HR. Muslim)



5. Dari ‘Abdullah bin ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa beliau bersabda :

مَنْ عَادَ مَرِيْضًا لَمْ يَحْضُرْ أَجَلُهُ فَقَالَ عِنْدَهُ سَبْعَ مَرَّاتٍ: أَسْأَلُكَ اللهَ الْعَظِيْمَ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ أَنْ يَشْفِيْكَ، إِلاَّ عَافَاهُ اللهُ فِيْ ذَلِكَ

“Barangsiapa mengunjungi orang sakit selama belum datang ajalnya, lalu dia bacakan di sisinya sebanyak tujuh kali :

أَسْأَلُكَ اللهَ الْعَظِيْمَ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ أَنْ يَشْفِيْكَ

‘Aku memohon kepada Allah Yang Maha Agung, Pemilik ‘Arsy yang besar, semoga menyembuhkanmu,’ niscaya Allah akan menyembuhkannya dari penyakit itu.” (HR. Abu Dawud, At-Turmudzi, dan dihasankan oleh Al-Hafizh dalam Takhrij Al-Adzkar)



6. Dari Sa’d bin Abi Waqqash radhiallahu ‘anhu, beliau berkata: “Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengunjungiku (ketika aku sakit) dan beliau membaca :

اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا، اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا، اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا

“Ya Allah, sembuhkanlah Sa’d Ya Allah, sembuhkanlah Sa’d. Ya Allah, sembuhkanlah Sa’d.” (HR. Muslim)

Keutamaan sholawat




"Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikatNya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepada-nya." (Al-Ahzab: 56)

Imam Al-Bukhari meriwayatkan, Abu 'Aliyah berkata, "Shalawat Allah adalah berupa pujianNya untuk nabi di hadapan para malaikat. Adapun shalawat para malaikat adalah do'a (untuk beliau)."

Ibnu Abbas berkata, "Bershalawat artinya mendo'akan supaya diberkati."

Maksud dari ayat di atas, sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Katsir dalam tafsirnya yaitu, "Sesungguhnya Allah Subhannahu wa Ta'ala menggambarkan kepada segenap hambaNya tentang kedudukan seorang hamba-Nya, nabi dan kekasihNya di sisiNya di alam arwah, bahwa sesung-guhnya Dia memujinya di hadapan para malaikat. Dan sesungguhnya para malaikat bershalawat untuknya. Kemudian Allah memerintahkan kepada penghuni alam dunia agar bershalawat untuknya, sehingga berkumpullah pujian baginya dari segenap penghuni alam semesta."

1. Dalam ayat di atas, Allah memerintahkan kita agar mendo'akan dan bershalawat untuk Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Salam. Bukan sebaliknya, memohon kepada beliau, sebagai sesembahan selain Allah.

2. Banyak bershalawat kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam merupakan tanda cinta seorang muslim kepada beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam [Lihat kitab “Mahabbatur Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bainal ittibaa’ walibtidaa’” (hal. 77).], karena para ulama mengatakan: “Barangsiapa yang mencintai sesuatu maka dia akan sering menyebutnya” [Lihat kitab “Minhaajus sunnatin nabawiyyah” (5/393) dan “Raudhatul muhibbiin” (hal. 264).].

3. Bacaan shalawat untuk Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Salam yang paling utama adalah apa yang beliau ajarkan kepada para sahabat, ketika beliau bersabda,

"Katakanlah, Ya Allah limpahkanlah rahmat untuk Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan rahmat untuk Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. Ya Allah, limpahkanlah berkah untuk Muhammad dan keluarga Muhammad sebagai-mana Engkau telah melimpahkan berkah untuk Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia." (HR Al-Bukhari dan Muslim)

4. Makna shalawat dari Allah Ta’ala kepada hamba-Nya adalah limpahan rahmat, pengampunan, pujian, kemualian dan keberkahan dari-Nya [Lihat kitab “Zaadul masiir” (6/398).]. Ada juga yang mengartikannya dengan taufik dari Allah Ta’ala untuk mengeluarkan hamba-Nya dari kegelapan (kesesatan) menuju cahaya (petunjuk-Nya), sebagaimana dalam firman-Nya:
{هُوَ الَّذِي يُصَلِّي عَلَيْكُمْ وَمَلائِكَتُهُ لِيُخْرِجَكُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ وَكَانَ بِالْمُؤْمِنِينَ رَحِيمًا}

“Dialah yang bershalawat kepadamu (wahai manusia) dan malaikat-Nya (dengan memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman” (QS al-Ahzaab:43).

5. Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Salam bersabda,

"Jika kalian mendengar muadzin maka ucapkanlah seperti apa yang ia ucapkan, kemudian bershalawatlah untukku. Karena sesungguhnya barangsiapa yang bershalawat untukku satu kali, Allah akan bershalawat untuknya sepuluh kali. Kemudian mohonkanlah kepada Allah wasilah untukku. Sesungguhnya ia adalah suatu tempat (derajat) di Surga. Ia tidak pantas kecuali untuk seorang hamba dari hamba-hamba Allah. Aku berharap bahwa hamba itu adalah aku. Barangsiapa memintakan wasilah untukku, maka ia berhak menerima syafa'atku." (HR. Muslim)

Do'a memintakan wasilah seperti yang diajarkan Rasulullah dibaca dengan suara pelan. Ia dibaca seusai adzan dan setelah membacakan shalawat untuk nabi. Do'a yang diajarkan beliau yaitu:

"Ya Allah, Tuhan yang memiliki seruan yang sempurna ini. Dan shalat yang akan didirikan. Berikanlah untuk Muhammad wasilah (derajat) dan keutamaan. Dan tempatkanlah ia di tempat terpuji sebagaimana yang telah Engkau janjikan." (HR. Al-Bukhari)

6. Membaca shalawat atas Nabi ketika berdo'a, sangat dianjukan. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah :

"Setiap do'a akan terhalang, sehingga disertai bacaan shalawat untuk Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Salam ." (HR. AI-Baihaqi, hadits hasan)

Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Salam bersabda,
"Sesungguhnya Allah memiliki malaikat yang berpetualang di bumi, mereka menyampaikan kepadaku salam dari umatku." (HR Ahmad, hadits shahih)

Bershalawat untuk Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Salam sangat dianjurkan, terutama pada hari Jum'at. Dan ia termasuk amalan yang paling utama untuk mendekatkan diri kepada Allah. Bertawassul dengan shalawat ketika berdo'a adalah dianjurkan. Sebab ia termasuk amal shalih. Allahu'alam

KEUTAMAAN SHALAT BERJAMAAH



 


Abu Hurairah berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Shalat seorang laki-laki dengan berjama’ah dibanding shalatnya di rumah atau di pasarnya lebih ut
ama (dilipat gandakan) pahalanya dengan dua puluh lima kali lipat. Yang demikian itu karena bila dia berwudlu dengan menyempurnakan wudlunya lalu keluar dari rumahnya menuju masjid, dia tidak keluar kecuali untuk melaksanakan shalat berjama’ah, maka tidak ada satu langkahpun dari langkahnya kecuali akan ditinggikan satu derajat, dan akan dihapuskan satu kesalahannya. Apabila dia melaksanakan shalat, maka Malaikat akan turun untuk mendo’akannya selama dia masih berada di tempat shalatnya, ‘Ya Allah ampunilah dia. Ya Allah rahmatilah dia’. Dan seseorang dari kalian senantiasa dihitung dalam keadaan shalat selama dia menanti pelaksanaan shalat.” (HR. Al-Bukhari no. 131 dan Muslim no. 649)


Dari Abu Musa dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Manusia paling besar pahalanya dalam shalat adalah yang paling jauh perjalannya, lalu yang selanjutnya. Dan seseorang yang menunggu shalat hingga melakukannya bersama imam, lebih besar pahalanya daripada yang melakukannya (sendirian) kemudian tidur.” (HR. Muslim no. 662)


Dari Abu Ad-Darda` ia berkata: Saya pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Tidaklah tiga orang di suatu desa atau lembah yang tidak didirikan shalat berjamaah di lingkungan mereka, melainkan setan telah menguasai mereka. Karena itu tetaplah kalian (shalat) berjamaah, karena sesungguhnya srigala itu hanya akan menerkam kambing yang sendirian (jauh dari kawan-kawannya).” (HR. Abu Daud no. 547, An-Nasai no. 838, dan sanadnya dinyatakan hasan oleh An-Nawawi dalam Riyadh Ash-Shalihin no. 344)


Dari Ibnu Umar -radhiallahu anhuma-, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Shalat berjamaah lebih utama dua puluh tujuh derajat daripada shalat sendirian.” (HR. Al-Bukhari no. 131 dan Muslim no. 650)




:::.. KEUTAMAAN SHALAT BERJAMAAH DI MASJID ..:::

Berikut ini beberapa keutamaan mendatangi shalat berjama’ah di masjid, diantaranya:

1. Mendapat naungan dari Allah subhanahu wata’ala pada hari kiamat

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Tujuh golongan yang Allah akan menaungi mereka pada suatu hari (kiamat) yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya; (diantaranya) Seorang penguasa yang adil, pemuda yang dibesarkan dalam ketaatan kepada Rabbnya, seseorang yang hatinya selalu terpaut dengan masjid, ….” (Muttafaqun alaihi)

2. Mendapat balasan seperti haji

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Barangsiapa yang keluar dari rumahnya dalam keadaan berwudhu’ untuk shalat lima waktu (secara berjama’ah di masjid), maka pahalanya seperti pahala orang berhaji yang memakai kain ihram.” (HR. Abu Dawud no. 554, dan di hasankan oleh Asy Syaikh Al Albani)

3. Menghapus dosa-dosa dan mengangkat beberapa derajat (Lihat HR. Muslim no. 251)

4. Disediakan baginya Al Jannah (Lihat H.R. Al Bukhari no. 662 dan Muslim no. 669)

5. Mendapat dua puluh lima/dua puluh tujuh derajat dari pada shalat sendirian (Lihat HR. Al Bukhari no. 645-646)

Semoga bermanfaat.

bismilah hirihmanirohim