"Sesungguhnya Allah jika ingin menghancurkan seseorang, Ia akan
mencabut rasa malu dari dalam dirinya. Apabila rasa malu itu telah
dicabut (darinya), maka engkau akan menemuinya sebagai seorang yang
dibenci dan menjijikan. Apabila engkau menemukannya dalam keadaan
demikian, maka akan dicabut dari dalam dirinya sifat amanah. Dan jika
telah dicabut dari dalam dirinya sifat amanah itu, maka engkau akan
menemukannya sebagai seorang yang pengkhianat dan dikhianati. Jika
engkau mendapatinya dalam keadaan demikian, maka akan dicabut dari dalam
dirinya rahmat. Dan jika rahmat telah dicabut darinya, maka engkau akan
menemukannya sebagi seorang yang terkutuk dan terlaknat. Dan jika
engkau menemukannya dalam emikian, maka dicabutlah darinya simpul
(ikatan) Islam" (HR. Ibnu Mâjah, Hadits 4054).
Surat dari Seorang Kristiani untuk Wanita Muslim
Assalamu ‘alaikum wr. wb.
Sungguh tulisan yang benar-benar menyentuh perasaan. Kepada wanita penulis artikel tsb, semoga Allah SWT memberimu hidayah iman & Islam. Ijinkan saya sedikit menyampaikan apa yang saya ketahui mengenai wanita, malu dan kecantikan. Tentunya kita melihat dari tinjauan Dienul Islam.
Wanita, Malu dan Inner-Beauty
Seorang wanita ketika dilahirkan memiliki 'malu' 6 bagian.
1 bagian hilang ketika mulai haid
1 bagian hilang karena menikah
1 bagian hilang bila pernah melahirkan
maka tersisalah buatnya 3 bagian.
Kalau ahlaknya bagus maka tersisalah yang 3 itu.
Bila ahlaknya buruk, maka tiada sisa lagi baginya.
Laki-laki sejak lahir memilik 1 bagian 'malu', Kalau ahlaknya bagus maka tetaplah apa yang dimilikinya itu. Bila ahlaknya buruk, maka tiada sisa lagi baginya.
Barangkali inilah yang dilihat oleh wanita barat terhadap wanita muslim tersebut. “Kecantikan yang bersinar”, “inner-beauty”, meskipun mereka berpakaian sederhana. Wajar saja kalau di Amerika sana ia tidak melihat hal yang sama dari wanita barat. Bagaimana ia bisa menemukan inner-beauty kalau kebanyakan dari wanita barat jauh dari tuntunan Islam, tidak mempunyai rasa malu, ahlaknya buruk, melakukan zina berkali-kali, menikah dengan lelaki Kristen dsb?
Aqidah Islam mengajarkan bahwa seorang anak manusia itu sebenarnya terlahir sebagai muslim, namun kedua orangtuanyalah yang menjadikan ia Yahudi, Nasrani atau yang lain. Tidak heran jika kita (sebagai muslim) pun melihat anak-anak barat itu “innocent and pure”, lain dengan kebanyakan dewasanya : kegelapan dan membuat tak nyaman.
Orang yang berzina akan mendapat tiga hal di dunia:
1.Hilangnya sinar di wajah
2.Pendek umurnya
3.Kefakiran akan terus menimpanya.
Dalilnya adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda :
“Wahai kaum Muslimin! Takutlah kamu akan akibat berbuat zina, sebab disitu ada enam perkara. Yang tiga (diberikan) di dunia, dan yang tiga (lagi diberikan) di akhirat. Adapun yang tiga di dunia itu ialah hilangnya sinar wajah, pendek (berkurang) umurnya, dan terus menerus dalam kefakiran. Sedang tiga perkara di akhirat itu ialah mendapat kemurkaan Allah, siksaan yang pedih, dan azab neraka”. (HR. Baihaqi)
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam juga bersabda :
“Jauhilah zina! Karena dalam perbuatan zina itu terdapat empat hal berikut :
1. Menghilangkan keindahan wajah.
2. Menolak rezeki,
3. Membuat Allah murka, dan
4. Menyebabkan kekekalan di dalam neraka.” (HR. Thabrani)
Jika engkau tanyakan: “Darimanakah wajah itu dapat menyerap kecantikan dan keburukan amal perbuatan?”
Jawabnya: ”Jika engkau tidak memiliki firasat ahli iman maka silahkan tadabburi firman Allah SWT berikut ini: “Tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka.” (TQS Al-Fath:29)
Sebagaimana bisa kita lihat pada contoh kasus Ustman mengetahui seseorang itu pezina hanya dari lahiriahnya sbb:
Datanglah seorang laki-laki menemui Utsman, beliau berkata kepadanya: “Datang menemui kalian seorang laki-laki yang dari dari matanya terpancar perbuatan zina.”
Ia berkata: “Wahai amirul mukminin, adakah wahyu turun setelah wafatnya Rasulullah SAW?” Beliau menjawab: “Tidak, namun apabila seorang bani adam melakukan suatu amalan maka Allah akan memakaikannya pakaian amalan tersebut.” (Tafsir Al-Qurthubi (VI/3660))
Ibnu Abbas berkata: “Sesungguhnya amal kebaikan itu akan memancarkan cahaya di dalam hati, membersitkan sinar pada wajah, kekuatan pada tubuh, kelimpahan dalam rizki dan menumbuhkan rasa cinta di hati manusia kepadanya. Sesungguhnya amal kejahatan itu akan menggelapkan hati, menyuramkan wajah, melemahkan badan, mengurangkan rizki dan menimbulkan rasa benci di hati manusia kepadanya.” (Tafsir Ibnu Katsir (IV/204)).
Orang yang melakukan zina akan kehilangan sinar di wajah, ini membuat tidak nyaman orang yang berada di dekatnya, sebagaimana hadist di bawah ini:
"Sesungguhnya Allah jika ingin menghancurkan seseorang, Ia akan mencabut rasa malu dari dalam dirinya.
Apabila rasa malu itu telah dicabut (darinya), maka engkau akan menemuinya sebagai seorang yang dibenci dan menjijikan.
Apabila engkau menemukannya dalam keadaan demikian, maka akan dicabut dari dalam
dirinya sifat amanah.
Dan jika telah dicabut dari dalam dirinya sifat amanah itu, maka engkau akan menemukannya sebagai seorang yang pengkhianat dan dikhianati.
Jika engkau mendapatinya dalam keadaan demikian, maka akan dicabut dari dalam dirinya rahmat.
Dan jika rahmat telah dicabut darinya, maka engkau akan menemukannya sebagi seorang yang terkutuk dan terlaknat. Dan jika engkau menemukannya dalam demikian, maka dicabutlah darinya simpul (ikatan) Islam" (HR. Ibnu Mâjah, Hadits 4054).
Dienul Islam telah menjelaskan segalanya. Dan kebetulan wanita barat tersebut menjelaskan keadaan mereka sebaliknya; seks sebelum menikah, memberikan tubuh mereka kepada lelaki (Kristen?), hasilnya apa? Air mata. Menangis semalaman karena lelaki yang mengatakan cinta kepada mereka, dengan serakah menggunakan mereka lalu pergi. Kenapa? Karena mereka jauh dari dienul Islam. Mereka tidak takut kepada Allah!
Malu merupakan moral Islam yang sangat agung. Ia begitu sederhana tampaknya. Ternyata, malu merupakan nilai yang sangat mulia dalam kehidupan seseorang, baik secara individu maupun sosial.
Apa Arti malu? Amru Khalid, seorang dai terkenal dari Mesir di dalam bukunya 'Akhlaq al-Mu'min (Moral Seorang Mukmin) menyatakan bahwa kita terkadang mendengar bahwa si fulan itu "pemalu". Atau si fulan memiliki rasa malu. Jadi apa maksud dari malu itu?
Malu artinya: ketertekanan jiwa. Artinya: jiwa (diri) tidak mampu untuk melakukan perbuatan-perbuatan jelek atau sesuatu yang tidak baik. Diri tidak kuat untuk melakukannya.
Seorang pemalu tidak sanggup melihat dirinya terhina di hadapan Allah, di hadapan manusia atau di hadapan dirinya sendiri.
Dapatkah saudari rasakan indahnya kata-kata tersebut. Betapa diri yang memiliki rasa malu jiwanya akan merasa sempit. Tidak leluasa untuk berbuat sesuka hati. yang peka atas diri dan lingkungannya, apalagi seorang perempuan. Lagi pula, malu adalah akhlak mulia yang sesuai dengan tabi'at wanita.
Sabda Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam tentang malu. Apa kata Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam tentang malu? Mari sama-sama kita hayati saudariku!
"Iman memiliki 67 cabang, dan malu adalah cabang dari iman" (HR. Bukhari (Hadits no. 9), Muslim (Hadits no. 151) dan Abu Daud (Hadits no. 4676).
Dalam sebuah haditsnya yang lain, beliau bersabda: "Iman itu terdiri dari 77 cabang, yang paling atas adalah Laa ilaha illallaah dan yang paling bawah adalah menghindarkan duri dari jalan. Dan malu merupakan bagian dari iman" .
Coba kita hayati kembali sabda Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam di atas. Bukankah iman itu tidak akan sempurna tanpa malu? Karena malu merupakan cabang dari iman, berarti tanpa malu iman kita tidak akan pernah sempurna. Lalu bagaimana dengan wanita barat yang membuka auratnya? Atau para selebritis yang mengaku dirinya Islam itu? Apakah itu menandakan bahwa iman mereka tidak sempurna? Ya! Iman mereka tidak sempurna kalau mereka mengumbar aurat. Karena dia tidak menghargai perintah Allah dalam Al-Quran. Juga tidak mengindahkan ajaran Nabi-Nya yang mulia, Muhammad sang Nabi Agung. Nabi yang membawa akhlak malu, dan memang beliau adalah pemalu.
Fenomena "tidak tahu malu" dan ramalan Nabi S.A.W. "Dari Abu Hurairah ra. dari Rasulillah saw beliau berkata:"Ada dua golongan dari ahli neraka yang belum aku lihat saat ini; pertama, satu kaum yang membawa cemeti (cambuk) seperti ekor sapi. Mereka memukul manusia dengan cemeti tersebut. Kedua, wanita-wanita yang berpakaian tapi telanjang (nisa'un kasiyatun 'ariyaât). Mereka berlengang-lenggok dan menggoyang-goyangkan kepala mereka seperti ponok unta yang condong. Wanita-wanita tersebut tidak akan masuk surga dan tidak dapat mencium baunya pun. Padahal bau surga itu dapat tercium dari jarak sekian dan sekian"(HR. Muslim).
Saudariku! Lihatlah di layar TV kalian, bagi perempuan membuka aurat dianggap sebagai "penyedap rasa" dan "bumbu pemandangan".
Tidak usah heran kalau Muslimah yang menggunakan jilbab akan "dicibirkan". Betapa dunia kita sekarang sudah terbalik 100%. Laki-laki lebih rapi dibandingkan dengan perempuan.
Nabi saw tidak pernah meleset dalam memberikan sebuah ramalan. Wanita yang "berpakaian tapi telanjang" itu sudah berada di depan mata kita semua. Mengenakan Jeans yang ketat, sama saja dengan telanjang, karena menampakkan bentuk tubuh. Memakai baju you can see dan pakaian transparan lainnya adalah kebutuhan hidup, bahkan syarat untuk disebut sebagai wanita modern dan "melek" modernisasi. Walaupun ada yang mengenakan jilbab, namanya "kudung gaul". "Berjilbab tapi telanjang".
Para wanita yang melakukan itu adalah para wanita yang `tidak tahu malu'. Mereka yang tidak memiliki sensitivitas kewanitaan. Betapa ruginya mereka. Saya yakin, kalian tidak ingin seperti itu. Sungguh! Hilangnya rasa malu adalah awal dari kehancuran seseorang.
"Sesungguhnya Allah jika ingin menghancurkan seseorang, Ia akan mencabut rasa malu dari dalam dirinya. Apabila rasa malu itu telah dicabut (darinya), maka engkau akan menemuinya sebagai seorang yang dibenci dan menjijikan. Apabila engkau menemukannya dalam keadaan demikian, maka akan dicabut dari dalam dirinya sifat amanah. Dan jika telah dicabut dari dalam dirinya sifat amanah itu, maka engkau akan menemukannya sebagai seorang yang pengkhianat dan dikhianati. Jika engkau mendapatinya dalam keadaan demikian, maka akan dicabut dari dalam dirinya rahmat. Dan jika rahmat telah dicabut darinya, maka engkau akan menemukannya sebagi seorang yang terkutuk dan terlaknat. Dan jika engkau menemukannya dalam emikian, maka dicabutlah darinya simpul (ikatan) Islam" (HR. Ibnu Mâjah, Hadits 4054).
“Janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu sangat menjijikkan dan merupakan jalan yang paling jelek” (QS. Al Israa’, 17:32)
Abu Hatim Rahimahullah berkata " Wajib bagi orang yang berakal agar membiasakan dirinya untuk bersikap malu terhadap sesama manusia. Diantara berkah termulia yang didapat dari membiasakan diri bersikap malu adalah akan terbiasa berperilaku terpuji dan menjauhi perilaku tercela. Disamping itu berkah yang lain adalah selamat dari api neraka, yakni dengan cara senantiasa malu saat mau melakukan sesuatu yang dilarang Allah. Karena bani Adam mempunyai tabiat baik dan buruk saat bermuamalah dengan Allah dan saat berhubungan sosial dengan orang lain. Bila rasa malu lebih dominan, maka kuat pula perilaku baiknya, sedangkan perilaku jeleknya melemah. Saat sikap malu melemah, maka sikap buruknya menguat dan kebaikannya meredup".(Raudhatul uqala' wa Nuzhatul fudhala', hal 58)
Dan ingatlah bahwa Allah Maha mengetahui lagi Maha melihat terhadap apa-apa yang kita lakukan.
"Tidaklah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat segala perbuatannya?" (TQS.96:14)
"..Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu."(TQS.4:1)
Hamba yang faham bahwa Allah Maha Melihat, Maha Mendengar, Maha Mengetahui Segala Sesuatu, baik yang besar maupun yang kecil dan yang disembunyikan, hendaknya malu untuk berbuat maksiat, tidak melanggar perintah-Nya karena merasa diawasi dan diperhatikan dan juga takut akan adzab Allah yang pedih. Karena merasa diawasi maka timbulah rasa malu untuk berbuat yang tidak disukai Allah dan rasul Nya.
Firman Allah Ta'ala :
"Mereka bersembunyi dari manusia, tetapi mereka tidak bersembunyi dari Allah, padahal Allah beserta mereka, ketika pada suatu malam mereka menetapkan keputusan rahasia yang Allah tidak Ridhai. Dan Allah Maha Meliputi (ilmu Nya) terhadap apa yang mereka kerjakan" (TQS.4:108)
Maka hendak bersembunyi kemanakah kita ?
Rasa malu itu dapat mendatangkan kebaikan seperti yang disabdakan oleh Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam "Rasa malu itu mendatangkan kebaikan" ( Hr.Bukhari, kitabul adab 6117 / Fathul bari' 10/638)
Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam bersabda " Sesungguhnya sebagian dari apa yang dikenal orang dari perkataan kenabian, pertama ialah " bila engkau tidak malu, berbuatlah sekehendak hatimu" (HR.Bukhari kitabul adab,6120)
Kalau hatinya mati dari rasa malu, orang yang menasehatipun sudah tidak didengar, dan jika sudah begitu tersesatlah kita dari petunjuk. Dalilnya: Firman Allah Ta'ala
“Dan barang siapa yang disesatkan Allah, Maka baginya tidak ada seorangpun yang akan memberi petunjuk" (TQS.13:33)
Lalu kepada siapa lagi kita meminta petunjuk?
Imam ibnu Qoyyim Rahimahullah, berkata " Dan Yahya bin muadz berkata " siapa yang malu terhadap Allah dengan ketaatan, niscaya Allah akan malu darinya saat dia berbuat dosa". Maknanya adalah bahwa siapa yang sangat malu terhadap Allah sampai pada kondisi taat kepada Nya, maka hatinya didiamkan berada dikedua tangan Nya seperti diamnya orang yang malu. Bila ia berbuat dosa, Allah malu melihatnya dalam kondisi seperti itu karena posisinya yang terhormat disisi Nya. Dia malu bila para wali dan orang yang terhormat disisi Nya melihat sesuatu yang mencoreng nama baik Nya. (Tahdzib Madarijus Salikin 2/623, Al jaza' mi jinsil amal 2/128)
Rasulullah bersabda " Malulah kalian kepada Allah dengan sebenarnya. Siapa yang malu terhadap Allah dengan sebenarnya, hendaklah menjaga kepala dan kandungannya serta menjaga perut dan isinya. Hendaklah mengingat kematian dan cobaan, dan siapa yang menginginkan hari akhirat, hendaklah meninggalkan perhiasan kehidupan dunia. Barang
siapa yang melakukan hal tersebut, maka ia telah malu kepada Allah dengan sebenarnya " (HR.Ahmad, At Tirmidzi, Al Hakim, Al-Baihaqi dalam As Syuab)
"Rasa malu dan keimanan itu disandingkan secara sejajar, bila salah satunya diangkat maka terangkatlah yang lainnya" (HR.Abu nu'aim, Al Hakim, Al Baihaqi)
…bukankah Nabi kita sangat pemalu bahkan lebih pemalu dari pada perawan didalam kamarnya. Dari Abi said Al khudri Radhiallahu `anhu berkata " Nabi Shalallahu'alaihi wasallam lebih malu dari perawan dalam kamarnya (HR. Bukhari). Bukankah Rasulullah merupakan teladan bagi kita? Beliau mengajarkan kita untuk senantiasa menjaga rasa malu yang merupakan bagian dari Ahlaq mulia dimana beliau diutus untuknya?
Al Qurtubhi Rahimahullah berkata " Malu yang dibenarkan adalah malu yang dijadikan Allah sebagai bagian dari keimanan dan yang diperintahkan, bukan yang berasal dari Gharizah (insting). Akan tetapi insting membantu terciptanya malu yang di peroleh (muktasab) sehingga menjadi insting itu sendiri. Pribadi Nabi shalallahu 'alaihi wasallam mengumpulkan dua jenis malu ini. Akan tetapi sifat instingnya lebih malu dari perawan dalam kamarnya, sedangkan yang muktasab ( terapan ) berada pada puncak tertinggi (Fathul bari'10/640)
Beliau juga mengatakan "Rasa malu yang diperoleh (muktasab) yaitu yang dijadikan syariat sebagai bagian dari keimanan dan beban syariat, bukan malu karena tabiat. Walaupun siapa yang mempunyai tabiat rasa malu akan membantu mendapatkan rasa malu yang disyariatkan. Dan terkadang sifat malu yang syar'i berubah menjadi tabiat/ insting (Gharizah) (Fathul bari'10/640)
Jadi saudari-saudariku (di manapun kalian berada; Lebanon, Palestina, Timur Tengah, Indonesia) , kalian sudah menerima nasehat dari wanita barat yang telah mengungkapkan isi hatinya. Kalian juga sudah diingatkan oleh wanita kristiani tersebut akan bahaya televisi, bahaya Holywood, bahaya gaya hidup barat. Kalian juga sudah membaca apa yang ia ingin kalian lakukan. Kemudian tidak kalah pentingnya adalah kalian sudah tahu apa yang dikehendaki oleh Allah SWT, Rasul-Nya dan Dienul Islam. Semua mengharapkan keselamatan dan kebaikan kalian di dunia dan di akherat. Namun seperti biasa, pilihan ada di tangan kalian. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, taufik, hidayah dan inayah-Nya kepada kita semua. Aamiin. wallahu a'lam
Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaa ilaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika
Wassalamu 'alaikum wr. wb.
Diolah dari berbagai sumber
~Sesungguhnya jiwa itu menyukai kesucian dan membenci yang kotor~
2009/11/19 sofi <sofhee03@...>
dr milis sebelah
Surat dari Seorang Kristiani untuk Wanita Muslim
Selama serangan Israel ke Lebanon dan “perang melawan teror” Zionis, dunia Islam menjadi pusat perhatian di setiap rumah warga Amerika. Saya melihat pembunuhan, kematian dan kehancuran yang menimpa Lebanon, tapi saya juga melihat sesuatu yang lain: Saya melihat Anda. Saya tidak bisa menolong, tapi yang menjadi perhatian bahwa setiap perempuan yang saya lihat selalu menggendong bayi atau anak-anak disekelilingnya. Meskipun mereka berpakaian sederhana, kecantikan mereka tetap bersinar. Tapi bukan sekedar kecantikan lahiriah. Saya juga merasakan keanehan dalam diri saya: saya merasa iri. Saya merasa tidak senang atas kejadian mengerikan dan kejahatan perang yang rakyat Lebanon derita dan menjadi target oleh musuh kita bersama. Tapi saya hanya bisa mengagumi kekuatan, kecantikan, kesederhanaan, dan lebih dari itu, kebahagiaan kalian.
Ya, ini aneh, tapi itu yang saya rasakan bahwa meskipun dalam keadaan dibom, kalian tetap terlihat lebih bahagia dari pada kami, karena kalian menjalani kehidupan natural sebagai seorang wanita. Cara yang selalu wanita jalani sejak masa awal. Cara yang digunakan di Barat hingga tahun 60-an, ketika kami dibombardir oleh musuh yang sama. Hanya saja kami tidak dibom dengan perlengkapan perang sesungguhnya, tapi dengan tipu daya licik dan kerusakan moral.
MelaluiGodaan
Mereka menyerang kami—orang-orang Amerika—dari Hollywood, bukan dari jet tempur atau tank buatan Amerika. Mereka juga akan “membom” kalian dengan cara ini, setelah mereka selesai membom prasarana negara kalian. Saya tidak ingin hal ini terjadi pada kalian. Kalian akan merasa rendah sebagaimana yang kami rasakan. Kalian bisa menghindar dari bom semacam ini kalau kalian mendengar dengan ramah kepada mereka yang sudah menderita dan menjadi korban serius dari pengaruh jahat musuh. Karena segala sesuatu yang kalian lihat dari Hollywood hanyalah kumpulan kebohongan, penyimpangan realita, rokok dan bayangan semu. Mereka menghadirkan masalah seks sebagai “hiburan yang aman” karena tujuan mereka adalah menghancurkan susunan moral masyarakat menjadi apa yang mereka arahkan ke program beracun. Saya meminta kepada kalian agar tidak meminum racun mereka. Tidak ada penangkal baginya sekali Anda mengkonsumsinya. Kalian mungkin bisa pulih setengah-setengah, tapi tidak akan pernah bisa sama seperti sebelumnya. Lebih baik menghindar dari racun sepenuhnya dari pada mencoba untuk sembuh dari penyebab kerusakan ini.
Mereka akan berusaha menggoda kalian dengan rangsangan film dan video musik; dengan licik menggambarkan kami, wanita Amerika, dengan bahagia dan senang, bangga berpakaian layaknya pelacur dan konten tanpa kekeluargaan. Banyak dari kami tidak bahagia, percayalah. Jutaan dari kami menjalani pengobatan anti-depresi, tidak menyukai pekerjaan, dan menangis semalaman karena lelaki yang mengatakan cinta kepada kami, kemudian dengan serakah menggunakan kami lalu pergi. Mereka ingin menghancurkan keluarga kalian dan meyakinkan kalian untuk punya sedikit anak. Mereka melakukan ini dengan menghadirkan pernikahan sebagai sebuah bentuk perbudakan, (tugas) keibuan sebagai kutukan, menjadi sederhana dan murni sebagai model kuno. Mereka ingin merendahkan kalian dan menghilangkan agama kalian. Mereka seperti ular yang menggoda Hawa dengan apel. Don’t bite!
HargaDiri
Saya melihat kalian sebagai mutiara berharga, emas murni, atau “mutiara bernilai tinggi” yang dibicarakan Injil (Matius 13: 45). Semua wanita adalah mutiara bernilai tinggi, tapi beberapa orang memperdaya kita ke dalam keraguan akan nilai kemurnian ini. Yesus (Nabi Isa as.) mengatakan: “Jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu.” (Matius 7: 6) Mutiara-mutiara kita tak ternilai harganya, tapi musuh meyakinkan kita bahwa hal itu bernilai rendah. Tapi percayalah; tidak ada pengganti yang dapat memandang ke dalam cermin dan melihat kesucian, kemurnian dan rasa harga diri yang ada pada kalian.
Mode atau fashion yang datang dari para penjahit Barat dirancang agar kalian yakin bahwa asset tak ternilai milik kalian adalah seksualitas. Tapi keindahan busana dan hijab kalian sesungguhnya lebih menarik dibandingkan mode Barat manapun, karena pakaian itu menyelubungi kalian dalam misteri dan menunjukkan harga diri serta kepercayaan. Seksualitas seorang wanita harus dijaga dari mata-mata yang tak layak, karena hal itu seharusnya menjadi hadiah bagi lelaki yang benar-benar mencintai dan menghormati untuk menikahi Anda…
Asset tak ternilai milik kalian adalah inner-beauty, kemurnian, dan segala hal yang membuat kalian apa adanya. Tapi saya melihat beberapa wanita Muslim mendorong batasan itu dan mencoba menjadi kebarat-baratan sebisa mungkin, meskipun tetap menggunakan kerudung (dengan memperlihatkan sebagian rambut mereka). Mengapa meniru wanita yang sudah menyesal, atau akan menyesal, karena kehilangan kebaikannya? Tidak ada pengganti atas kehilangan hal tersebut. Kalian adalah permata yang sempurna. Jangan biarkan mereka menipu kalian dengan menjadi berlian palsu. Karena segala hal yang kalian lihat di majalah mode dan televisi Barat adalah kebohongan. Itu adalah jebakan setan. It is fool’s gold.
HatiSeorangWanita
Saya akan beri tahu kalian sebuah rahasia kecil, sekiranya kalian ingin tahu: seks sebelum menikah tidaklah “sehebat” yang kalian kira. Kita memberikan tubuh kita kepada lelaki yang kita cintai, yakin bahwa itu adalah cara agar mereka mencintai dan menikahi kita. Sebagaimana yang kita lihat di televisi belakangan ini. Tapi tanpa jaminan pernikahan dan kepastian pengetahuan bahwa ia akan bersama dengan kita, ini bukanlah hal yang menyenangkan! Inilah ironinya. Ini adalah hal yang sia-sia. Hanya akan meninggalkan air mata pada kalian.
Berbicara sebagai seorang wanita kepada wanita lain; saya percaya bahwa kalian sudah mengerti. Karena hanya seorang wanita yang benar-benar mengerti apa yang ada di hati wanita lain. Kita benar-benar sama. Ras kita, keyakinan, atau kebangsaan kita bukanlah persoalan. Hati seorang wanita sama di mana pun mereka berada. We love. Itu hal terbaik yang kita lakukan. Kita memelihara keluarga kita dan memberikan kenyamanan dan kekuatan kepada lelaki yang kita cintai.
Tapi kami wanita Amerika telah dibodohi untuk percaya bahwa kita lebih bahagia dengan berkarier, rumah sendiri untuk hidup sendiri, dan kebebasan memberikan cinta kepada siapapun yang kami pilih. Itu bukanlah kebebasan, dan itu bukanlah cinta. Jangan menerima sesuatu yang penuh kekurangan. Itu tidaklah berharga. Kalian tidak akan menyukainya dan bahkan setelah itu kalian tidak akan menyukai diri kalian sendiri. Lalu dia akan pergi meninggalkan kalian.
Pengorbanan
Sin never pays. It always cheats you. Meskipun saya memperoleh kembali kehormatan, tetap saja tidak ada gantinya… Kami wanita di Barat telah didoktrin ke dalam pemikiran bahwa kalian, wanita Muslim, tertindas. Tapi sejatinya, kamilah yang sedang tertindas; diperbudak oleh mode yang merendahkan kami, terobsesi dengan berat badan, mengharap cinta dari pria yang tidak menginginkan kami bangkit. Jauh dalam diri, kami tahu bahwa kami telah ditipu. Kami dengan diam-diam mengagumi dan iri pada kalian, meski sebagian dari kami tidak akan mengakui hal ini.
Please, jangan remehkan kami atau berpikir bahwa kami menyukai hal-hal seperti ini. Ini semua bukan kesalahan kami. Banyak dari kami tidak memiliki ayah yang menjaga kami sewaktu kami muda karena keluarga kami telah berantakan. Kalian tahu siapa dibalik semua rencana ini. Don’t be fooled, my sisters. Jangan biarkan mereka merampas kalian. Stay innocent and pure. Kami wanita Kristiani butuh untuk melihat bagaimana hidup selayaknya seorang wanita. Kami butuh kalian untuk menyiapkan sebuah teladan bagi kami, karena kami telah kehilangan kesempatan. Jagalah kemurnian kalian. Remember: you can’t put the toothpaste back in the tube. Jadi, jagalah “pasta gigi” kalian dengan baik!
Saya harap kalian menerima pesan ini dalam semangat persahabatan, rasa hormat, dan kebanggaan. Dari saudari Kristiani kalian—with love.
Sungguh tulisan yang benar-benar menyentuh perasaan. Kepada wanita penulis artikel tsb, semoga Allah SWT memberimu hidayah iman & Islam. Ijinkan saya sedikit menyampaikan apa yang saya ketahui mengenai wanita, malu dan kecantikan. Tentunya kita melihat dari tinjauan Dienul Islam.
Wanita, Malu dan Inner-Beauty
Seorang wanita ketika dilahirkan memiliki 'malu' 6 bagian.
1 bagian hilang ketika mulai haid
1 bagian hilang karena menikah
1 bagian hilang bila pernah melahirkan
maka tersisalah buatnya 3 bagian.
Kalau ahlaknya bagus maka tersisalah yang 3 itu.
Bila ahlaknya buruk, maka tiada sisa lagi baginya.
Laki-laki sejak lahir memilik 1 bagian 'malu', Kalau ahlaknya bagus maka tetaplah apa yang dimilikinya itu. Bila ahlaknya buruk, maka tiada sisa lagi baginya.
Barangkali inilah yang dilihat oleh wanita barat terhadap wanita muslim tersebut. “Kecantikan yang bersinar”, “inner-beauty”, meskipun mereka berpakaian sederhana. Wajar saja kalau di Amerika sana ia tidak melihat hal yang sama dari wanita barat. Bagaimana ia bisa menemukan inner-beauty kalau kebanyakan dari wanita barat jauh dari tuntunan Islam, tidak mempunyai rasa malu, ahlaknya buruk, melakukan zina berkali-kali, menikah dengan lelaki Kristen dsb?
Aqidah Islam mengajarkan bahwa seorang anak manusia itu sebenarnya terlahir sebagai muslim, namun kedua orangtuanyalah yang menjadikan ia Yahudi, Nasrani atau yang lain. Tidak heran jika kita (sebagai muslim) pun melihat anak-anak barat itu “innocent and pure”, lain dengan kebanyakan dewasanya : kegelapan dan membuat tak nyaman.
Orang yang berzina akan mendapat tiga hal di dunia:
1.Hilangnya sinar di wajah
2.Pendek umurnya
3.Kefakiran akan terus menimpanya.
Dalilnya adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda :
“Wahai kaum Muslimin! Takutlah kamu akan akibat berbuat zina, sebab disitu ada enam perkara. Yang tiga (diberikan) di dunia, dan yang tiga (lagi diberikan) di akhirat. Adapun yang tiga di dunia itu ialah hilangnya sinar wajah, pendek (berkurang) umurnya, dan terus menerus dalam kefakiran. Sedang tiga perkara di akhirat itu ialah mendapat kemurkaan Allah, siksaan yang pedih, dan azab neraka”. (HR. Baihaqi)
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam juga bersabda :
“Jauhilah zina! Karena dalam perbuatan zina itu terdapat empat hal berikut :
1. Menghilangkan keindahan wajah.
2. Menolak rezeki,
3. Membuat Allah murka, dan
4. Menyebabkan kekekalan di dalam neraka.” (HR. Thabrani)
Jika engkau tanyakan: “Darimanakah wajah itu dapat menyerap kecantikan dan keburukan amal perbuatan?”
Jawabnya: ”Jika engkau tidak memiliki firasat ahli iman maka silahkan tadabburi firman Allah SWT berikut ini: “Tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka.” (TQS Al-Fath:29)
Sebagaimana bisa kita lihat pada contoh kasus Ustman mengetahui seseorang itu pezina hanya dari lahiriahnya sbb:
Datanglah seorang laki-laki menemui Utsman, beliau berkata kepadanya: “Datang menemui kalian seorang laki-laki yang dari dari matanya terpancar perbuatan zina.”
Ia berkata: “Wahai amirul mukminin, adakah wahyu turun setelah wafatnya Rasulullah SAW?” Beliau menjawab: “Tidak, namun apabila seorang bani adam melakukan suatu amalan maka Allah akan memakaikannya pakaian amalan tersebut.” (Tafsir Al-Qurthubi (VI/3660))
Ibnu Abbas berkata: “Sesungguhnya amal kebaikan itu akan memancarkan cahaya di dalam hati, membersitkan sinar pada wajah, kekuatan pada tubuh, kelimpahan dalam rizki dan menumbuhkan rasa cinta di hati manusia kepadanya. Sesungguhnya amal kejahatan itu akan menggelapkan hati, menyuramkan wajah, melemahkan badan, mengurangkan rizki dan menimbulkan rasa benci di hati manusia kepadanya.” (Tafsir Ibnu Katsir (IV/204)).
Orang yang melakukan zina akan kehilangan sinar di wajah, ini membuat tidak nyaman orang yang berada di dekatnya, sebagaimana hadist di bawah ini:
"Sesungguhnya Allah jika ingin menghancurkan seseorang, Ia akan mencabut rasa malu dari dalam dirinya.
Apabila rasa malu itu telah dicabut (darinya), maka engkau akan menemuinya sebagai seorang yang dibenci dan menjijikan.
Apabila engkau menemukannya dalam keadaan demikian, maka akan dicabut dari dalam
dirinya sifat amanah.
Dan jika telah dicabut dari dalam dirinya sifat amanah itu, maka engkau akan menemukannya sebagai seorang yang pengkhianat dan dikhianati.
Jika engkau mendapatinya dalam keadaan demikian, maka akan dicabut dari dalam dirinya rahmat.
Dan jika rahmat telah dicabut darinya, maka engkau akan menemukannya sebagi seorang yang terkutuk dan terlaknat. Dan jika engkau menemukannya dalam demikian, maka dicabutlah darinya simpul (ikatan) Islam" (HR. Ibnu Mâjah, Hadits 4054).
Dienul Islam telah menjelaskan segalanya. Dan kebetulan wanita barat tersebut menjelaskan keadaan mereka sebaliknya; seks sebelum menikah, memberikan tubuh mereka kepada lelaki (Kristen?), hasilnya apa? Air mata. Menangis semalaman karena lelaki yang mengatakan cinta kepada mereka, dengan serakah menggunakan mereka lalu pergi. Kenapa? Karena mereka jauh dari dienul Islam. Mereka tidak takut kepada Allah!
Malu merupakan moral Islam yang sangat agung. Ia begitu sederhana tampaknya. Ternyata, malu merupakan nilai yang sangat mulia dalam kehidupan seseorang, baik secara individu maupun sosial.
Apa Arti malu? Amru Khalid, seorang dai terkenal dari Mesir di dalam bukunya 'Akhlaq al-Mu'min (Moral Seorang Mukmin) menyatakan bahwa kita terkadang mendengar bahwa si fulan itu "pemalu". Atau si fulan memiliki rasa malu. Jadi apa maksud dari malu itu?
Malu artinya: ketertekanan jiwa. Artinya: jiwa (diri) tidak mampu untuk melakukan perbuatan-perbuatan jelek atau sesuatu yang tidak baik. Diri tidak kuat untuk melakukannya.
Seorang pemalu tidak sanggup melihat dirinya terhina di hadapan Allah, di hadapan manusia atau di hadapan dirinya sendiri.
Dapatkah saudari rasakan indahnya kata-kata tersebut. Betapa diri yang memiliki rasa malu jiwanya akan merasa sempit. Tidak leluasa untuk berbuat sesuka hati. yang peka atas diri dan lingkungannya, apalagi seorang perempuan. Lagi pula, malu adalah akhlak mulia yang sesuai dengan tabi'at wanita.
Sabda Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam tentang malu. Apa kata Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam tentang malu? Mari sama-sama kita hayati saudariku!
"Iman memiliki 67 cabang, dan malu adalah cabang dari iman" (HR. Bukhari (Hadits no. 9), Muslim (Hadits no. 151) dan Abu Daud (Hadits no. 4676).
Dalam sebuah haditsnya yang lain, beliau bersabda: "Iman itu terdiri dari 77 cabang, yang paling atas adalah Laa ilaha illallaah dan yang paling bawah adalah menghindarkan duri dari jalan. Dan malu merupakan bagian dari iman" .
Coba kita hayati kembali sabda Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam di atas. Bukankah iman itu tidak akan sempurna tanpa malu? Karena malu merupakan cabang dari iman, berarti tanpa malu iman kita tidak akan pernah sempurna. Lalu bagaimana dengan wanita barat yang membuka auratnya? Atau para selebritis yang mengaku dirinya Islam itu? Apakah itu menandakan bahwa iman mereka tidak sempurna? Ya! Iman mereka tidak sempurna kalau mereka mengumbar aurat. Karena dia tidak menghargai perintah Allah dalam Al-Quran. Juga tidak mengindahkan ajaran Nabi-Nya yang mulia, Muhammad sang Nabi Agung. Nabi yang membawa akhlak malu, dan memang beliau adalah pemalu.
Fenomena "tidak tahu malu" dan ramalan Nabi S.A.W. "Dari Abu Hurairah ra. dari Rasulillah saw beliau berkata:"Ada dua golongan dari ahli neraka yang belum aku lihat saat ini; pertama, satu kaum yang membawa cemeti (cambuk) seperti ekor sapi. Mereka memukul manusia dengan cemeti tersebut. Kedua, wanita-wanita yang berpakaian tapi telanjang (nisa'un kasiyatun 'ariyaât). Mereka berlengang-lenggok dan menggoyang-goyangkan kepala mereka seperti ponok unta yang condong. Wanita-wanita tersebut tidak akan masuk surga dan tidak dapat mencium baunya pun. Padahal bau surga itu dapat tercium dari jarak sekian dan sekian"(HR. Muslim).
Saudariku! Lihatlah di layar TV kalian, bagi perempuan membuka aurat dianggap sebagai "penyedap rasa" dan "bumbu pemandangan".
Tidak usah heran kalau Muslimah yang menggunakan jilbab akan "dicibirkan". Betapa dunia kita sekarang sudah terbalik 100%. Laki-laki lebih rapi dibandingkan dengan perempuan.
Nabi saw tidak pernah meleset dalam memberikan sebuah ramalan. Wanita yang "berpakaian tapi telanjang" itu sudah berada di depan mata kita semua. Mengenakan Jeans yang ketat, sama saja dengan telanjang, karena menampakkan bentuk tubuh. Memakai baju you can see dan pakaian transparan lainnya adalah kebutuhan hidup, bahkan syarat untuk disebut sebagai wanita modern dan "melek" modernisasi. Walaupun ada yang mengenakan jilbab, namanya "kudung gaul". "Berjilbab tapi telanjang".
Para wanita yang melakukan itu adalah para wanita yang `tidak tahu malu'. Mereka yang tidak memiliki sensitivitas kewanitaan. Betapa ruginya mereka. Saya yakin, kalian tidak ingin seperti itu. Sungguh! Hilangnya rasa malu adalah awal dari kehancuran seseorang.
"Sesungguhnya Allah jika ingin menghancurkan seseorang, Ia akan mencabut rasa malu dari dalam dirinya. Apabila rasa malu itu telah dicabut (darinya), maka engkau akan menemuinya sebagai seorang yang dibenci dan menjijikan. Apabila engkau menemukannya dalam keadaan demikian, maka akan dicabut dari dalam dirinya sifat amanah. Dan jika telah dicabut dari dalam dirinya sifat amanah itu, maka engkau akan menemukannya sebagai seorang yang pengkhianat dan dikhianati. Jika engkau mendapatinya dalam keadaan demikian, maka akan dicabut dari dalam dirinya rahmat. Dan jika rahmat telah dicabut darinya, maka engkau akan menemukannya sebagi seorang yang terkutuk dan terlaknat. Dan jika engkau menemukannya dalam emikian, maka dicabutlah darinya simpul (ikatan) Islam" (HR. Ibnu Mâjah, Hadits 4054).
“Janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu sangat menjijikkan dan merupakan jalan yang paling jelek” (QS. Al Israa’, 17:32)
Abu Hatim Rahimahullah berkata " Wajib bagi orang yang berakal agar membiasakan dirinya untuk bersikap malu terhadap sesama manusia. Diantara berkah termulia yang didapat dari membiasakan diri bersikap malu adalah akan terbiasa berperilaku terpuji dan menjauhi perilaku tercela. Disamping itu berkah yang lain adalah selamat dari api neraka, yakni dengan cara senantiasa malu saat mau melakukan sesuatu yang dilarang Allah. Karena bani Adam mempunyai tabiat baik dan buruk saat bermuamalah dengan Allah dan saat berhubungan sosial dengan orang lain. Bila rasa malu lebih dominan, maka kuat pula perilaku baiknya, sedangkan perilaku jeleknya melemah. Saat sikap malu melemah, maka sikap buruknya menguat dan kebaikannya meredup".(Raudhatul uqala' wa Nuzhatul fudhala', hal 58)
Dan ingatlah bahwa Allah Maha mengetahui lagi Maha melihat terhadap apa-apa yang kita lakukan.
"Tidaklah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat segala perbuatannya?" (TQS.96:14)
"..Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu."(TQS.4:1)
Hamba yang faham bahwa Allah Maha Melihat, Maha Mendengar, Maha Mengetahui Segala Sesuatu, baik yang besar maupun yang kecil dan yang disembunyikan, hendaknya malu untuk berbuat maksiat, tidak melanggar perintah-Nya karena merasa diawasi dan diperhatikan dan juga takut akan adzab Allah yang pedih. Karena merasa diawasi maka timbulah rasa malu untuk berbuat yang tidak disukai Allah dan rasul Nya.
Firman Allah Ta'ala :
"Mereka bersembunyi dari manusia, tetapi mereka tidak bersembunyi dari Allah, padahal Allah beserta mereka, ketika pada suatu malam mereka menetapkan keputusan rahasia yang Allah tidak Ridhai. Dan Allah Maha Meliputi (ilmu Nya) terhadap apa yang mereka kerjakan" (TQS.4:108)
Maka hendak bersembunyi kemanakah kita ?
Rasa malu itu dapat mendatangkan kebaikan seperti yang disabdakan oleh Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam "Rasa malu itu mendatangkan kebaikan" ( Hr.Bukhari, kitabul adab 6117 / Fathul bari' 10/638)
Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam bersabda " Sesungguhnya sebagian dari apa yang dikenal orang dari perkataan kenabian, pertama ialah " bila engkau tidak malu, berbuatlah sekehendak hatimu" (HR.Bukhari kitabul adab,6120)
Kalau hatinya mati dari rasa malu, orang yang menasehatipun sudah tidak didengar, dan jika sudah begitu tersesatlah kita dari petunjuk. Dalilnya: Firman Allah Ta'ala
“Dan barang siapa yang disesatkan Allah, Maka baginya tidak ada seorangpun yang akan memberi petunjuk" (TQS.13:33)
Lalu kepada siapa lagi kita meminta petunjuk?
Imam ibnu Qoyyim Rahimahullah, berkata " Dan Yahya bin muadz berkata " siapa yang malu terhadap Allah dengan ketaatan, niscaya Allah akan malu darinya saat dia berbuat dosa". Maknanya adalah bahwa siapa yang sangat malu terhadap Allah sampai pada kondisi taat kepada Nya, maka hatinya didiamkan berada dikedua tangan Nya seperti diamnya orang yang malu. Bila ia berbuat dosa, Allah malu melihatnya dalam kondisi seperti itu karena posisinya yang terhormat disisi Nya. Dia malu bila para wali dan orang yang terhormat disisi Nya melihat sesuatu yang mencoreng nama baik Nya. (Tahdzib Madarijus Salikin 2/623, Al jaza' mi jinsil amal 2/128)
Rasulullah bersabda " Malulah kalian kepada Allah dengan sebenarnya. Siapa yang malu terhadap Allah dengan sebenarnya, hendaklah menjaga kepala dan kandungannya serta menjaga perut dan isinya. Hendaklah mengingat kematian dan cobaan, dan siapa yang menginginkan hari akhirat, hendaklah meninggalkan perhiasan kehidupan dunia. Barang
siapa yang melakukan hal tersebut, maka ia telah malu kepada Allah dengan sebenarnya " (HR.Ahmad, At Tirmidzi, Al Hakim, Al-Baihaqi dalam As Syuab)
"Rasa malu dan keimanan itu disandingkan secara sejajar, bila salah satunya diangkat maka terangkatlah yang lainnya" (HR.Abu nu'aim, Al Hakim, Al Baihaqi)
…bukankah Nabi kita sangat pemalu bahkan lebih pemalu dari pada perawan didalam kamarnya. Dari Abi said Al khudri Radhiallahu `anhu berkata " Nabi Shalallahu'alaihi wasallam lebih malu dari perawan dalam kamarnya (HR. Bukhari). Bukankah Rasulullah merupakan teladan bagi kita? Beliau mengajarkan kita untuk senantiasa menjaga rasa malu yang merupakan bagian dari Ahlaq mulia dimana beliau diutus untuknya?
Al Qurtubhi Rahimahullah berkata " Malu yang dibenarkan adalah malu yang dijadikan Allah sebagai bagian dari keimanan dan yang diperintahkan, bukan yang berasal dari Gharizah (insting). Akan tetapi insting membantu terciptanya malu yang di peroleh (muktasab) sehingga menjadi insting itu sendiri. Pribadi Nabi shalallahu 'alaihi wasallam mengumpulkan dua jenis malu ini. Akan tetapi sifat instingnya lebih malu dari perawan dalam kamarnya, sedangkan yang muktasab ( terapan ) berada pada puncak tertinggi (Fathul bari'10/640)
Beliau juga mengatakan "Rasa malu yang diperoleh (muktasab) yaitu yang dijadikan syariat sebagai bagian dari keimanan dan beban syariat, bukan malu karena tabiat. Walaupun siapa yang mempunyai tabiat rasa malu akan membantu mendapatkan rasa malu yang disyariatkan. Dan terkadang sifat malu yang syar'i berubah menjadi tabiat/ insting (Gharizah) (Fathul bari'10/640)
Jadi saudari-saudariku (di manapun kalian berada; Lebanon, Palestina, Timur Tengah, Indonesia) , kalian sudah menerima nasehat dari wanita barat yang telah mengungkapkan isi hatinya. Kalian juga sudah diingatkan oleh wanita kristiani tersebut akan bahaya televisi, bahaya Holywood, bahaya gaya hidup barat. Kalian juga sudah membaca apa yang ia ingin kalian lakukan. Kemudian tidak kalah pentingnya adalah kalian sudah tahu apa yang dikehendaki oleh Allah SWT, Rasul-Nya dan Dienul Islam. Semua mengharapkan keselamatan dan kebaikan kalian di dunia dan di akherat. Namun seperti biasa, pilihan ada di tangan kalian. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, taufik, hidayah dan inayah-Nya kepada kita semua. Aamiin. wallahu a'lam
Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaa ilaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika
Wassalamu 'alaikum wr. wb.
Diolah dari berbagai sumber
~Sesungguhnya jiwa itu menyukai kesucian dan membenci yang kotor~
2009/11/19 sofi <sofhee03@...>
dr milis sebelah
Surat dari Seorang Kristiani untuk Wanita Muslim
Selama serangan Israel ke Lebanon dan “perang melawan teror” Zionis, dunia Islam menjadi pusat perhatian di setiap rumah warga Amerika. Saya melihat pembunuhan, kematian dan kehancuran yang menimpa Lebanon, tapi saya juga melihat sesuatu yang lain: Saya melihat Anda. Saya tidak bisa menolong, tapi yang menjadi perhatian bahwa setiap perempuan yang saya lihat selalu menggendong bayi atau anak-anak disekelilingnya. Meskipun mereka berpakaian sederhana, kecantikan mereka tetap bersinar. Tapi bukan sekedar kecantikan lahiriah. Saya juga merasakan keanehan dalam diri saya: saya merasa iri. Saya merasa tidak senang atas kejadian mengerikan dan kejahatan perang yang rakyat Lebanon derita dan menjadi target oleh musuh kita bersama. Tapi saya hanya bisa mengagumi kekuatan, kecantikan, kesederhanaan, dan lebih dari itu, kebahagiaan kalian.
Ya, ini aneh, tapi itu yang saya rasakan bahwa meskipun dalam keadaan dibom, kalian tetap terlihat lebih bahagia dari pada kami, karena kalian menjalani kehidupan natural sebagai seorang wanita. Cara yang selalu wanita jalani sejak masa awal. Cara yang digunakan di Barat hingga tahun 60-an, ketika kami dibombardir oleh musuh yang sama. Hanya saja kami tidak dibom dengan perlengkapan perang sesungguhnya, tapi dengan tipu daya licik dan kerusakan moral.
MelaluiGodaan
Mereka menyerang kami—orang-orang Amerika—dari Hollywood, bukan dari jet tempur atau tank buatan Amerika. Mereka juga akan “membom” kalian dengan cara ini, setelah mereka selesai membom prasarana negara kalian. Saya tidak ingin hal ini terjadi pada kalian. Kalian akan merasa rendah sebagaimana yang kami rasakan. Kalian bisa menghindar dari bom semacam ini kalau kalian mendengar dengan ramah kepada mereka yang sudah menderita dan menjadi korban serius dari pengaruh jahat musuh. Karena segala sesuatu yang kalian lihat dari Hollywood hanyalah kumpulan kebohongan, penyimpangan realita, rokok dan bayangan semu. Mereka menghadirkan masalah seks sebagai “hiburan yang aman” karena tujuan mereka adalah menghancurkan susunan moral masyarakat menjadi apa yang mereka arahkan ke program beracun. Saya meminta kepada kalian agar tidak meminum racun mereka. Tidak ada penangkal baginya sekali Anda mengkonsumsinya. Kalian mungkin bisa pulih setengah-setengah, tapi tidak akan pernah bisa sama seperti sebelumnya. Lebih baik menghindar dari racun sepenuhnya dari pada mencoba untuk sembuh dari penyebab kerusakan ini.
Mereka akan berusaha menggoda kalian dengan rangsangan film dan video musik; dengan licik menggambarkan kami, wanita Amerika, dengan bahagia dan senang, bangga berpakaian layaknya pelacur dan konten tanpa kekeluargaan. Banyak dari kami tidak bahagia, percayalah. Jutaan dari kami menjalani pengobatan anti-depresi, tidak menyukai pekerjaan, dan menangis semalaman karena lelaki yang mengatakan cinta kepada kami, kemudian dengan serakah menggunakan kami lalu pergi. Mereka ingin menghancurkan keluarga kalian dan meyakinkan kalian untuk punya sedikit anak. Mereka melakukan ini dengan menghadirkan pernikahan sebagai sebuah bentuk perbudakan, (tugas) keibuan sebagai kutukan, menjadi sederhana dan murni sebagai model kuno. Mereka ingin merendahkan kalian dan menghilangkan agama kalian. Mereka seperti ular yang menggoda Hawa dengan apel. Don’t bite!
HargaDiri
Saya melihat kalian sebagai mutiara berharga, emas murni, atau “mutiara bernilai tinggi” yang dibicarakan Injil (Matius 13: 45). Semua wanita adalah mutiara bernilai tinggi, tapi beberapa orang memperdaya kita ke dalam keraguan akan nilai kemurnian ini. Yesus (Nabi Isa as.) mengatakan: “Jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu.” (Matius 7: 6) Mutiara-mutiara kita tak ternilai harganya, tapi musuh meyakinkan kita bahwa hal itu bernilai rendah. Tapi percayalah; tidak ada pengganti yang dapat memandang ke dalam cermin dan melihat kesucian, kemurnian dan rasa harga diri yang ada pada kalian.
Mode atau fashion yang datang dari para penjahit Barat dirancang agar kalian yakin bahwa asset tak ternilai milik kalian adalah seksualitas. Tapi keindahan busana dan hijab kalian sesungguhnya lebih menarik dibandingkan mode Barat manapun, karena pakaian itu menyelubungi kalian dalam misteri dan menunjukkan harga diri serta kepercayaan. Seksualitas seorang wanita harus dijaga dari mata-mata yang tak layak, karena hal itu seharusnya menjadi hadiah bagi lelaki yang benar-benar mencintai dan menghormati untuk menikahi Anda…
Asset tak ternilai milik kalian adalah inner-beauty, kemurnian, dan segala hal yang membuat kalian apa adanya. Tapi saya melihat beberapa wanita Muslim mendorong batasan itu dan mencoba menjadi kebarat-baratan sebisa mungkin, meskipun tetap menggunakan kerudung (dengan memperlihatkan sebagian rambut mereka). Mengapa meniru wanita yang sudah menyesal, atau akan menyesal, karena kehilangan kebaikannya? Tidak ada pengganti atas kehilangan hal tersebut. Kalian adalah permata yang sempurna. Jangan biarkan mereka menipu kalian dengan menjadi berlian palsu. Karena segala hal yang kalian lihat di majalah mode dan televisi Barat adalah kebohongan. Itu adalah jebakan setan. It is fool’s gold.
HatiSeorangWanita
Saya akan beri tahu kalian sebuah rahasia kecil, sekiranya kalian ingin tahu: seks sebelum menikah tidaklah “sehebat” yang kalian kira. Kita memberikan tubuh kita kepada lelaki yang kita cintai, yakin bahwa itu adalah cara agar mereka mencintai dan menikahi kita. Sebagaimana yang kita lihat di televisi belakangan ini. Tapi tanpa jaminan pernikahan dan kepastian pengetahuan bahwa ia akan bersama dengan kita, ini bukanlah hal yang menyenangkan! Inilah ironinya. Ini adalah hal yang sia-sia. Hanya akan meninggalkan air mata pada kalian.
Berbicara sebagai seorang wanita kepada wanita lain; saya percaya bahwa kalian sudah mengerti. Karena hanya seorang wanita yang benar-benar mengerti apa yang ada di hati wanita lain. Kita benar-benar sama. Ras kita, keyakinan, atau kebangsaan kita bukanlah persoalan. Hati seorang wanita sama di mana pun mereka berada. We love. Itu hal terbaik yang kita lakukan. Kita memelihara keluarga kita dan memberikan kenyamanan dan kekuatan kepada lelaki yang kita cintai.
Tapi kami wanita Amerika telah dibodohi untuk percaya bahwa kita lebih bahagia dengan berkarier, rumah sendiri untuk hidup sendiri, dan kebebasan memberikan cinta kepada siapapun yang kami pilih. Itu bukanlah kebebasan, dan itu bukanlah cinta. Jangan menerima sesuatu yang penuh kekurangan. Itu tidaklah berharga. Kalian tidak akan menyukainya dan bahkan setelah itu kalian tidak akan menyukai diri kalian sendiri. Lalu dia akan pergi meninggalkan kalian.
Pengorbanan
Sin never pays. It always cheats you. Meskipun saya memperoleh kembali kehormatan, tetap saja tidak ada gantinya… Kami wanita di Barat telah didoktrin ke dalam pemikiran bahwa kalian, wanita Muslim, tertindas. Tapi sejatinya, kamilah yang sedang tertindas; diperbudak oleh mode yang merendahkan kami, terobsesi dengan berat badan, mengharap cinta dari pria yang tidak menginginkan kami bangkit. Jauh dalam diri, kami tahu bahwa kami telah ditipu. Kami dengan diam-diam mengagumi dan iri pada kalian, meski sebagian dari kami tidak akan mengakui hal ini.
Please, jangan remehkan kami atau berpikir bahwa kami menyukai hal-hal seperti ini. Ini semua bukan kesalahan kami. Banyak dari kami tidak memiliki ayah yang menjaga kami sewaktu kami muda karena keluarga kami telah berantakan. Kalian tahu siapa dibalik semua rencana ini. Don’t be fooled, my sisters. Jangan biarkan mereka merampas kalian. Stay innocent and pure. Kami wanita Kristiani butuh untuk melihat bagaimana hidup selayaknya seorang wanita. Kami butuh kalian untuk menyiapkan sebuah teladan bagi kami, karena kami telah kehilangan kesempatan. Jagalah kemurnian kalian. Remember: you can’t put the toothpaste back in the tube. Jadi, jagalah “pasta gigi” kalian dengan baik!
Saya harap kalian menerima pesan ini dalam semangat persahabatan, rasa hormat, dan kebanggaan. Dari saudari Kristiani kalian—with love.