Jumat, 17 Februari 2012

sudikah kau jadi makmumku



بِسْــــــــــــــــــمِ ﷲِالرَّحْمَنِ ِالرَّحِيم           

::::.. Satu ketika kau bertanya..

Sudikah kau menjadi Makmun disetiap sholatku.... agar sholatku lebih bermakna dan terjaga hendaknya..


sudikah kau menjadi Penjaga diri dan makmum

agar hidupku lebih tenang dan bahagia sudikah kau menjadi Pendidik hati dan jiwaku agar rohaniku terisi hikmahNya dan akhlakku terjaga hendaknya


sudikah kau menjadi Pemerhati setiap gerak dan langkahku... agar aku tahu mana salah dan buruk tingkah lakuku sudikah kau menjadi Peneman di kala suka dan duka ku agar satu hari, jika ujian itu datang air mataku ada yg menghapuskan..


sudikah kau menjadi Pembela diriku dan agamaku... agar aku terus berada di atas jln yg benar


sudikah kau menjadi Penggerak semangatku... agar bila aku kelesuan kau mampu memberi bantuan walau hanya sekadar senyuman


Sudikah kau menjadi Sahabat buat diriku.. mendengar keluhan hatiku agar aku boleh berbicara apa saja dgn mu, tanpa rasa ragu..


Sudikah kau menjadi Penghibur ketika aku kesunyian... agar aku boleh ketawa riang


:::::.. Satu ketika aku menjawab...


"Ya, Aku sudi..Karna kau pilihanku karna RABBI dan Kau juga memilihku karna petunjuk ILLAHI"


Tetapi, aku kembalikan persoalan ini kepadamu.. sudikah kau terus menjadi IMAM di setiap SHOLATKU?


jika aku sudah tidak seperti dulu? Sudikah pula kau menjadi Imam, Penjaga, Pendidik Pemerhati, Peneman, Pembela,

Penggerak, Sahabat dan Penghiburku.


Jika aku sudah tidak mampu lagi menjagamu, menemanimu memperhatikanmu, mendidikmu membelamu, menggerakkanmu menjadi sahabatmu dan menghiburkanmu Sudikah kamu ................?


Aku percaya..kau masih sudi..

"Karna Aku pilihanmu karna ILLAHI

dan Aku juga telah memilihmu karna petunjuk RABBI"


Bila waktu memang menggerus banyak hal.....

Bila usia memang mengikis banyak hal.....

Aku berharap, semoga itu bukan cinta dan kasih sayang kita kepada ILLAHI RAABBI...


AAmiin

 

doaku

 
 

 
 
Bismillahirrohmaanirrohiim.....

Ya ALLAH....
tanpa kuberitahu, pastilah Engkau mengetahui
apa yang kami rasa...

namun,
aku tak ingin berlarut dalam kesemuan...

mohon petunjukMU ya Rabb,
jika memang dia adalah pilihanMU untukku
dan
aku adalah pilihanMU untuknya
maka
tautkan hati kami benar-benar karena Engkau semata
luruskan niat kami hanya untuk mengharap ridhoMU dalam pernikahan suci

namun,
jika ternyata kami bukan pilihanMU untuk bersatu dalam pernikahan suci.
beri kami petunjuk agar kami tidak berlarut-larut dalam kesia-siaan yg hanya mendatangkan kemurkaanMU

pegang erat hati kami ya Robb.......
agar tidak salah menempatkan "Rasa Cinta"
aamiin

Rabu, 15 Februari 2012

haram nya merayakan valentine










~ Haramnya Pacaran & Haramnya Merayakan Hari Valentine ~ (jangan merayakan hari valentine agar tidak mendapat murka Allah) Bissmilahirohmanirohim.. Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.. Hari Valentine (bahasa Inggris: Valentine’s Day), pada tanggal 14 Februari adalah sebuah hari di mana para kekasih dan mereka yang sedang jatuh cinta menyatakan cintanya di Dunia Barat.. Pada masa kini, hari raya ini berkembang bukan hanya para orang yang memadu kasih, tapi pada sahabat dan teman dekat.. Namun mayoritas yang merayakannya adalah orang yang sedang jatuh cinta.. Ini pun dianut saat ini dan semakin meluas di kalangan muda-mudi di negeri ini.. Ketika hari tersebut ada yang memberikan coklat kepada kekasihnya atau kado spesial lainnya.. Selaku umat Islam, tentu saja kita mesti menilik ulang perayaan tersebut.. Ada beberapa tinjauan dalam perayaan tersebut yang bisa dikritisi.. Di antaranya adalah tentang memadu kasih lewat pacaran dan hukum merayakan valentine serta memberikan hadiah ketika itu.. Semoga Allah memberikan kemudahan bagi kami untuk membahasnya.. Meninjau Fenomena Memadu Kasih Lewat Pacaran Sebagian orang menyangka bahwa jika seseorang ingin mengenal pasangannya mestilah lewat pacaran.. Kami pun merasa aneh kenapa sampai dikatakan bahwa cara seperti ini adalah satu- satunya cara untuk mengenal pasangan.. Saudaraku, jika kita telaah, bentuk pacaran pasti tidak lepas dari perkara-perkara berikut ini.. Pertama: Pacaran adalah jalan menuju zina Yang namanya pacaran adalah jalan menuju zina dan itu nyata.. Awalnya mungkin hanya melakukan pembicaraan lewat telepon, sms, atau chating.. Namun lambat laut akan janjian kencan.. Lalu lama kelamaan pun bisa terjerumus dalam hubungan yang melampaui batas layaknya suami istri.. Begitu banyak anak-anak yang duduk di bangku sekolah yang mengalami semacam ini sebagaimana berbagai info yang mungkin pernah kita dengar di berbagai media.. Maka benarlah, Allah Ta’ala mewanti-wanti kita agar jangan mendekati zina.. Mendekati dengan berbagai jalan saja tidak dibolehkan, apalagi jika sampai berzina.. Semoga kita bisa merenungkan ayat yang mulia : وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا " Dan janganlah kamu mendekati zina : Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji.. Dan suatu jalan yang buruk " (QS. Al Isro’: 32) Asy Syaukani rahimahullah menjelaskan : " Allah melarang mendekati zina.. Oleh karenanya, sekedar mencium lawan jenis saja otomatis terlarang.. Karena segala jalan menuju sesuatu yang haram, maka jalan tersebut juga menjadi haram.. Itulah yang dimaksud dengan ayat ini " Selanjutnya, kami akan tunjukkan beberapa jalan menuju zina yang tidak mungkin lepas dari aktivitas pacaran.. Kedua: Pacaran melanggar perintah Allah untuk menundukkan pandangan Padahall Allah Ta’ala perintahkan dalam firman-Nya, قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ " Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: " Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya, yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat " (QS. An Nur: 30) Dalam ayat ini, Allah memerintahkan kepada para pria yang beriman untuk menundukkan pandangan dari hal-hal yang diharamkan yaitu wanita yang bukan mahrom.. Namun jika ia tidak sengaja memandang wanita yang bukan mahrom, maka hendaklah ia segera memalingkan pandangannya.. Dari Jarir bin Abdillah, beliau mengatakan : سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَنْ نَظَرِ الْفُجَاءَةِ فَأَمَرَنِى أَنْ أَصْرِفَ بَصَرِى. " Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang pandangan yang cuma selintas (tidak sengaja).. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kepadaku agar aku segera memalingkan pandanganku " Ketiga: Pacaran seringnya berdua-duaan (berkholwat) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, أَلاَ لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ لاَ تَحِلُّ لَهُ ، فَإِنَّ ثَالِثَهُمَا الشَّيْطَانُ ، إِلاَّ مَحْرَمٍ " Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita yang tidak halal baginya karena sesungguhnya syaithan adalah orang ketiga di antara mereka berdua kecuali apabila bersama mahromnya" Berdua-duaan (kholwat) yang terlarang di sini tidak mesti dengan berdua-duan di kesepian di satu tempat, namun bisa pula bentuknya lewat pesan singkat (sms), lewat kata-kata mesra via chating dan lainnya.. Seperti ini termasuk semi kholwat yang juga terlarang karena bisa pula sebagai jalan menuju sesuatu yang terlarang (yaitu zina).. Keempat: Dalam pacaran, tangan pun ikut berzina Zina tangan adalah dengan menyentuh lawan jenis yang bukan mahrom sehingga ini menunjukkan haramnya.. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu , Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَى مُدْرِكٌ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ وَالأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الاِسْتِمَاعُ وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلاَمُ وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ " Setiap anak Adam telah ditakdirkan bagian untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi, tidak bisa tidak.. Zina kedua mata adalah dengan melihat.. Zina kedua telinga dengan mendengar.. Zina lisan adalah dengan berbicara.. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh).. Zina kaki adalah dengan melangkah.. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan.. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian " Inilah beberapa pelanggaran ketika dua pasangan memadu kasih lewat pacaran.. Adakah bentuk pacaran yang selamat dari hal-hal di atas? Lantas dari sini, bagaimanakah mungkin pacaran dikatakan halal? Dan bagaimana mungkin dikatakan ada pacaran islami padahal pelanggaran- pelanggaran di atas pun ditemukan? Jika kita berani mengatakan ada pacaran Islami, maka seharusnya kita berani pula mengatakan ada zina islami, judi islami, arak islami, dan seterusnya.. Jadi Sudah jelas Tidak Ada Pacaran Islami " Pacaran Adalah HARAM " Menikah, Solusi Terbaik untuk Memadu Kasih : Solusi terbaik bagi yang ingin memadu kasih adalah dengan menikah.. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda : » لَمْ نَرَ لِلْمُتَحَابَّيْنِ مِثْلَ النِّكَاحِ« " Kami tidak pernah mengetahui solusi untuk dua orang yang saling mencintai semisal pernikahan " Inilah jalan yang terbaik bagi orang yang mampu menikah.. Namun ingat, syaratnya adalah mampu yaitu telah mampu menafkahi keluarga.. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ " Wahai para pemuda, barangsiapa yang memiliki baa-ah, maka menikahlah.. Karena itu lebih akan menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan.. Barangsiapa yang belum mampu, maka berpuasalah karena puasa itu bagai obat pengekang baginya " Yang dimaksud baa-ah dalam hadits ini boleh jadi jima’ yaitu mampu berhubungan badan.. Sebagian ulama lainnya mengatakan bahwa yang dimaksud baa-ah adalah telah mampu memberi nafkah.. Yahya bin Syarf An Nawawi rahimahullahh mengatakan bahwa kedua makna tadi kembali pada makna kemampuan memberi nafkah.. Itulah yang lebih tepat.. Inilah solusi terbaik untuk orang yang akan memadu kasih.. Bukan malah lewat jalan yang haram dan salah.. Ingatlah, bahwa kerinduan pada si dia yang diidam-idamkan adalah penyakit.. Obatnya tentu saja bukanlah ditambah dengan penyakit lagi.. Obatnya adalah dengan menikah jika mampu.. Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan : " Sesungguhnya obat bagi orang yang saling mencintai adalah dengan menyatunya dua insan tersebut dalam jenjang pernikahan " > Obat Bagi Yang Dimabuk Cinta Berikut adalah beberapa obat bagi orang yang dimabuk cinta namun belum sanggup untuk menikah.. Pertama: Berusaha ikhlas dalam beribadah. Jika seseorang benar-benar ikhlas menghadapkan diri pada Allah, maka Allah akan menolongnya dari penyakit rindu dengan cara yang tak pernah terbetik di hati sebelumnya.. Cinta pada Allah dan nikmat dalam beribadah akan mengalahkan cinta-cinta lainnya.. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan : " Sungguh, jika hati telah merasakan manisnya ibadah kepada Allah dan ikhlas kepada- Nya, niscaya ia tidak akan menjumpai hal-hal lain yang lebih manis, lebih indah, lebih nikmat dan lebih baik daripada Allah.. Manusia tidak akan meninggalkan sesuatu yang dicintainya, melainkan setelah memperoleh kekasih lain yang lebih dicintainya.. Atau karena adanya sesuatu yang ditakutinya.. Cinta yang buruk akan bisa dihilangkan dengan cinta yang baik.. Atau takut terhadap sesuatu yang membahayakannya " Kedua: Banyak memohon pada Allah Ketika seseorang berada dalam kesempitan dan dia bersungguh-sungguh dalam berdo’a, merasakan kebutuhannya pada Allah, niscaya Allah akan mengabulkan do’anya.. Termasuk di antaranya apabila seseorang memohon pada Allah agar dilepaskan dari penyakit rindu dan kasmaran yang terasa mengoyak-ngoyak hatinya.. Penyakit yang menyebabkan dirinya gundah gulana, sedih dan sengsara.. Ingatlah, Allah Ta’ala berfirman : وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ " Dan Rabbmu berfirman: " Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu " (QS. Al Mu’min: 60) Ketiga: Rajin memenej pandangan Pandangan yang berulang-ulang adalah pemantik terbesar yang menyalakan api hingga terbakarlah api dengan kerinduan.. Orang yang memandang dengan sepintas saja jarang yang mendapatkan rasa kasmaran.. Namun pandangan yang berulang-ulanglah yang merupakan biang kehancuran.. Oleh karena itu, kita diperintahkan untuk menundukkan pandangan agar hati ini tetap terjaga.. Lihatlah surat An Nur ayat 30 yang telah kami sebutkan sebelumnya.. Mujahid mengatakan : " Menundukkan pandangan dari berbagai hal yang diharamkan oleh Allah akan menumbuhkan rasa cinta pada Allah " Keempat: Lebih giat menyibukkan diri Dalam situasi kosong kegiatan biasanya seseorang lebih mudah untuk berangan memikirkan orang yang ia cintai.. Dalam keadaan sibuk luar biasa berbagai pikiran tersebut mudah untuk lenyap begitu saja.. Ibnul Qayyim pernah menyebutkan nasehat seorang sufi yang ditujukan pada Imam Asy Syafi’i.. Ia berkata : "Jika dirimu tidak tersibukkan dengan hal-hal yang baik (haq), pasti akan tersibukkan dengan hal-hal yang sia-sia (batil) " Kelima: Menjauhi musik dan film percintaan Nyanyian dan film-film percintaan memiliki andil besar untuk mengobarkan kerinduan pada orang yang dicintai.. Apalagi jika nyanyian tersebut dikemas dengan mengharu biru, mendayu-dayu tentu akan menggetarkan hati orang yang sedang ditimpa kerinduan.. Akibatnya rasa rindu kepadanya semakin memuncak, berbagai angan-angan yang menyimpang pun terbetik dalam hati dan pikiran.. Bila demikian, sudah layak jika nyanyian dan tontonan seperti ini dan secara umum ditinggalkan.. Demi keselamatan dan kejernihan hati.. Sehingga sempat diungkapkan oleh beberapa ulama nyanyian adalah mantera-mantera zina.. Ibnu Mas’ud mengatakan : " Nyanyian dapat menumbuhkan kemunafikan dalam hati sebagaimana air dapat menumbuhkan sayuran " Fudhail bin ‘Iyadh mengatakan : " Nyanyian adalah mantera-mantera zina " Adh Dhohak mengatakan : " Nyanyian itu akan merusak hati dan akan mendatangkan kemurkaan Allah " Kasih Sayang di Hari Valentine Saling memberi kado, saling memberi coklat dan hadiah, fenomena semacam inilah yang akan kita saksikan pada hari Valentine (14 Februari) dan hari ini pun disebut dengan hari kasih sayang.. Jika ini didasari pada memadu kasih dengan pacaran, sudah kami jabarkan kekeliruannya di atas.. Jika ini adalah kasih sayang secara umum, maka di antara kerusakan yang dilakukan adalah tasyabuh atau mengikuti budaya orang barat (orang kafir).. Mungkin sebagian kaum muslimin tidak mengetahui bahwa sebenarnya perayaan ini berasal dari budaya barat untuk mengenang pendeta (santo) Valentinus.. Paus Gelasius I menetapkan tanggal 14 Februari sebagai hari peringatan santo Valentinus.. Kenapa tanggal 14 Februari bisa dihubungkan dengan santo Valentinus? Ada yang menceritakan bahwa sore hari sebelum santo Valentinus akan gugur sebagai martir (mati karena memperjuangkan cinta), ia menulis sebuah pernyataan cinta kecil yang diberikannya kepada sipir penjaranya yang tertulis " Dari Valentinusmu ".. Pada kebanyakan versi menyatakan bahwa 14 Februari dihubungkan dengan kegugurannya sebagai martir.. Dari sini menunjukkan bahwa perayaan Valentine bukan perayaan kaum muslimin, namun termasuk perayaan barat.. Perayaan ini pun dimaksudkan untuk mengenang tokoh orang kafir yaitu santo Valentinus.. Sehingga kerusakannya yang terlihat jelas adalah tasyabuh (meniru-niru) orang kafir.. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam secara tegas telah melarang kita meniru-niru orang kafir (tasyabbuh).. Beliau bersabda : مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ " Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka " Menyerupai orang kafir (tasyabbuh) ini terjadi dalam hal perayaan, penampilan dan kebiasaan yang menjadi ciri khas mereka.. Tasyabbuh di sini diharamkan berdasarkan dalil Al Qur’an, As Sunnah dan kesepakatan para ulama (ijma’).. Perayaan ini adalah acara ritual agama lain.. Hadiah yang diberikan sebagai ungkapan cinta, asalnya adalah sesuatu yang baik, namun bila dikaitkan dengan pesta-pesta ritual agama lain dan tradisi- tradisi Barat, akan mengakibatkan seseorang terobsesi oleh budaya dan gaya hidup mereka.. Sehingga dari sisi inilah pemberian hadiah valentine menjadi terlarang.. Peringatan dari Komisi Fatwa di Saudi Arabia Al Lajnah Ad Daimah lil Buhuts Al ‘Ilmiyyah wal Ifta’ (Komisi Tetap Riset Ilmiyyah dan Fatwa, Saudi Arabia) telah menanggapi pertanyaan seputar ‘Idul Hubb (perayaan Hari Valentine).. Para ulama yang duduk di sana menjawab : " Perayaan hari Valentine termasuk perayaan yang dikategorikan tasyabuh (meniru-niru) orang kafir dan termasuk salah satu hari besar dari kaum paganis Kristen.. Karenanya, diharamkan bagi siapapun dari kaum muslimin, yang dia mengaku beriman kepada Allah dan Hari Akhir, untuk mengambil bagian di dalamnya, termasuk memberi ucapan selamat (kepada seseorang pada saat itu).. Sebaliknya, wajib baginya untuk menjauhi perayaan tersebut sebagai bentuk ketaatan pada Allah dan Rasul-Nya, dan menjaga jarak dirinya dari kemarahan Allah dan hukuman- Nya.. Begitu pula seorang muslim diharamkan untuk membantu dalam perayaan ini, atau perayaan lainya yang terlarang, baik membantu dengan makanan, minuman, jual, beli, produksi, ucapan terima kasih, surat-menyurat, pengumuman, dan lain lain.. Semua ini termasuk bentuk tolong-menolong dalam dosa dan pelanggaran, serta termasuk maksiat kepada Allah dan Rasul-Nya.. Allah Ta’ala berfirman : وَتَعَاوَنُواْ عَلَى الْبرِّ وَالتَّقْوَى وَلاَ تَعَاوَنُواْ عَلَى الإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُواْ اللّهَ إِنَّ اللّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ " Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa, dan jangan tolong- menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.. Dan bertaqwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya. " (QS. Al Maidah: 2) Oleh karenanya, tidaklah pantas jika kaum muslimin ikut serta dalam perayaan ini baik dengan mengucapkan selamat Valentine lewat surat maupun lainnya, memberi hadiah dan coklat, serta mendukung dengan menjual berbagai hadiah untuk perayaan tersebut.. Semoga Allah memberi taufik dan memperbaiki keadaan kaum muslimin.. Amin Ya Robbal alamin.. Wassalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.. Admin Cinta Hakiki [[ Akhi M.A.F ]] --------------------------------------------------------------

Minggu, 12 Februari 2012

doa dan keutamaan nya




::::::::.....DOA DAN KEUTAMAAN NYA , BERDOA DI WAKTU YANG TEPAT .....:::::::


:::::... Sungguh berbeda Allah Ta’ala dengan makhluk-Nya. Dia Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Lihatlah manusia, ketika ada orang meminta sesuatu darinya ia merasa kesal dan berat hati. Sedangkan Allah Ta’ala mencintai hamba yang meminta kepada-Nya. Sebagaimana perkataan seorang penyair:

الله
يغضب إن تركت سؤاله وبني آدم حين يسأل يغضب

“Allah murka pada orang yang enggan meminta kepada-Nya, sedangkan manusia ketika diminta ia marah”


Ya, Allah mencintai hamba yang berdoa kepada-Nya, bahkan karena cinta-Nya Allah memberi ‘bonus’ berupa ampunan dosa kepada hamba-Nya yang berdoa. Allah Ta’ala berfirman dalam sebuah hadits qudsi:


يا
ابن آدم إنك ما دعوتني ورجوتني غفرت لك على ما كان منك ولا أبالي

“Wahai manusia, selagi engkau berdoa dan berharap kepada-Ku, aku mengampuni dosamu dan tidak aku pedulikan lagi dosamu” (HR. At Tirmidzi, ia berkata: ‘Hadits hasan shahih’)


Sungguh Allah memahami keadaan manusia yang lemah dan senantiasa membutuhkan akan Rahmat-Nya. Manusia tidak pernah lepas dari keinginan, yang baik maupun yang buruk. Bahkan jika seseorang menuliskan segala keinginannya di kertas, entah berapa lembar akan terpakai.


Maka kita tidak perlu heran jika Allah Ta’ala melaknat orang yang enggan berdoa kepada-Nya. Orang yang demikian oleh Allah ‘Azza Wa Jalla disebut sebagai hamba yang sombong dan diancam dengan neraka Jahannam. Allah Ta’ala berfirman:


ادْعُونِي
أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

“Berdoalah kepadaKu, Aku akan kabulkan doa kalian. Sungguh orang-orang yang menyombongkan diri karena enggan beribadah kepada-Ku, akan dimasukkan ke dalam neraka Jahannam dalam keadaan hina dina” (QS. Ghafir: 60)


Ayat ini juga menunjukkan bahwa Allah Maha Pemurah terhadap hamba-Nya, karena hamba-Nya diperintahkan berdoa secara langsung kepada Allah tanpa melalui perantara dan dijamin akan dikabulkan. Sungguh Engkau Maha Pemurah Ya Rabb…


***



:::::...Berdoa Di Waktu Yang Tepat


Diantara usaha yang bisa kita upayakan agar doa kita dikabulkan oleh Allah Ta’ala adalah dengan memanfaatkan waktu-waktu tertentu yang dijanjikan oleh Allah bahwa doa ketika waktu-waktu tersebut dikabulkan. Diantara waktu-waktu tersebut adalah:


::::.. 1. Ketika sahur atau sepertiga malam terakhir


وَبِالْأَسْحَارِ
هُمْ يَسْتَغْفِرُون
“Ketika waktu sahur (akhir-akhir malam), mereka berdoa memohon ampunan” (QS. Adz Dzariyat: 18)


Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

ينزل
ربنا تبارك وتعالى كل ليلة إلى السماء الدنيا ، حين يبقى ثلث الليل الآخر، يقول : من يدعوني فأستجيب له ، من يسألني فأعطيه ، من يستغفرني فأغفر له

“Rabb kita turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang akhir pada setiap malamnya. Kemudian berfirman: ‘Orang yang berdoa kepada-Ku akan Ku kabulkan, orang yang meminta sesuatu kepada-Ku akan Kuberikan, orang yang meminta ampunan dari-Ku akan Kuampuni‘” (HR. Bukhari 1145, Muslim 758)



::::.. 2. Ketika berbuka puasa


للصائم
فرحتان : فرحة عند فطره و فرحة عند لقاء ربه
“Orang yang berpuasa memiliki 2 kebahagiaan: kebahagiaan ketika berbuka puasa dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Rabb-Nya kelak” (HR. Muslim, 1151)


Keberkahan lain di waktu berbuka puasa adalah dikabulkannya doa orang yang telah berpuasa, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam:


ثلاث
لا ترد دعوتهم الصائم حتى يفطر والإمام العادل و المظلوم
‘”Ada tiga doa yang tidak tertolak. Doanya orang yang berpuasa ketika berbuka, doanya pemimpin yang adil dan doanya orang yang terzhalimi” (HR. Tirmidzi 2528, Ibnu Majah 1752, Ibnu Hibban 2405)



::::.. 3. Ketika malam lailatul qadar


Firman Allah Ta’ala:


لَيْلَةُ
الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ
“Malam Lailatul Qadr lebih baik dari 1000 bulan” (QS. Al Qadr: 3)


Pada malam ini dianjurkan memperbanyak ibadah termasuk memperbanyak doa. Sebagaimana yang diceritakan oleh Ummul Mu’minin Aisyah Radhiallahu’anha:


قلت
يا رسول الله أرأيت إن علمت أي ليلة ليلة القدر ما أقول فيها قال قولي اللهم إنك عفو كريم تحب العفو فاعف عني
“Aku bertanya kepada Rasulullah: Wahai Rasulullah, menurutmu apa yang sebaiknya aku ucapkan jika aku menemukan malam Lailatul Qadar? Beliau bersabda: Berdoalah:


اللهم
إنك عفو كريم تحب العفو فاعف عني
‘Ya Allah, sesungguhnya engkau Maha Pengampun dan menyukai sifat pemaaf, maka ampunilah aku‘”(HR. Tirmidzi, 3513, Ibnu Majah, 3119, At Tirmidzi berkata: “Hasan Shahih”)



::::.. 4. Ketika adzan berkumandang


Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

ثنتان
لا تردان أو قلما تردان الدعاء عند النداء وعند البأس حين يلحم بعضهم بعضا

“Doa tidak tertolak pada dua waktu, atau minimal kecil kemungkinan tertolaknya. Yaitu ketika adzan berkumandang dan saat perang berkecamuk, ketika kedua kubu saling menyerang” (HR. Abu Daud, 2540, Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Nata-ijul Afkar, 1/369, berkata: “Hasan Shahih”)



::::.. 5. Di antara adzan dan iqamah


Waktu jeda antara adzan dan iqamah adalah juga merupakan waktu yang dianjurkan untuk berdoa, berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam:


الدعاء
لا يرد بين الأذان والإقامة
“Doa di antara adzan dan iqamah tidak tertolak” (HR. Tirmidzi, 212, ia berkata: “Hasan Shahih”)



::::.. 6. Ketika sedang sujud dalam shalat


Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda :

أقرب
ما يكون العبد من ربه وهو ساجد . فأكثروا الدعا

“Seorang hamba berada paling dekat dengan Rabb-nya ialah ketika ia sedang bersujud. Maka perbanyaklah berdoa ketika itu” (HR. Muslim 482)



::::.. 7. Ketika sebelum salam pada shalat wajib


Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda :

قيل
يا رسول الله صلى الله عليه وسلم أي الدعاء أسمع قال جوف الليل الآخر ودبر الصلوات المكتوبات

“Ada yang bertanya: Wahai Rasulullah, kapan doa kita didengar oleh Allah? Beliau bersabda: “Di akhir malam dan di akhir shalat wajib” (HR. Tirmidzi, 3499)


Ibnu Qayyim Al Jauziyyah dalam Zaadul Ma’ad (1/305) menjelaskan bahwa yang dimaksud ‘akhir shalat wajib’ adalah sebelum salam.



::::.. 8. Di hari Jum’at


Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:


أن
رسول الله صلى الله عليه وسلم ذكر يوم الجمعة ، فقال : فيه ساعة ، لا يوافقها عبد مسلم ، وهو قائم يصلي ، يسأل الله تعالى شيئا ، إلا أعطاه إياه . وأشار بيده يقللها

“Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam menyebutkan tentang hari Jumat kemudian beliau bersabda: ‘Di dalamnya terdapat waktu. Jika seorang muslim berdoa ketika itu, pasti diberikan apa yang ia minta’. Lalu beliau mengisyaratkan dengan tangannya tentang sebentarnya waktu tersebut” (HR. Bukhari 935, Muslim 852 dari sahabat Abu Hurairah Radhiallahu’anhu)



::::.. 9. Ketika turun hujan


ثنتان
ما تردان : الدعاء عند النداء ، و تحت المطر
“Doa tidak tertolak pada 2 waktu, yaitu ketika adzan berkumandang dan ketika hujan turun” (HR Al Hakim, 2534)



::::.. 10. Ketika Hari Arafah


Hari Arafah adalah hari ketika para jama’ah haji melakukan wukuf di Arafah, yaitu tanggal 9 Dzulhijjah. Pada hari tersebut dianjurkan memperbanyak doa, baik bagi jama’ah haji maupun bagi seluruh kaum muslimin yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Sebab Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:


خير
الدعاء دعاء يوم عرفة
“Doa yang terbaik adalah doa ketika hari Arafah” (HR At Tirmidzi 3585)


Demikian uraian mengenai waktu-waktu yang paling dianjurkan untuk berdoa. Mudah-mudahan Allah Ta’ala mengabulkan doa-doa kita dan menerima amal ibadah kita. Aamiin Ya Mujiibas Sa’iliin.


 catatan kecil

     dan hanya orang orang yang baik yang bisa menjaga lisan nya di kala ia berdoa , dan dalam doa doa nya selalu berdoa yang baik baik saja , hanya orang yang baik yang menitipkan salam yang baik, hanya orang baik yang bisa berperasangak baik, hanya orang baik yang mau memperbaiki kesalahan dan mau mengakui kesalahan nya , hanya orang baik yang berani bertanggung jawab akan ucapan ucapan nya,..hanya orang baik yang berani betanggung jawab akan perbuatan nya,. orang baik ga akan bersembunyi dari lisan dan tulisan nya,.... dan orang baik yang berani berkata jujur. 

bismilah hirihmanirohim