::::::::............Nikmatnya Iman dan Islam, sungguh luar biasa.
Sering kita mendapat fatwa agar mensyukuri Nikmat, utamanya Nikmat Iman dan Islam yang ada pada diri kita.
Namun rasa mensyukuri Nikmat ”Iman dan Islam” ini
pada sebagian kita tak dahsyat getarannya dalam jiwa batin dibanding
kala kita mendapat berkah keberhasilan meraih harta/rizki, keberhasilan
meraih jabatan kedudukan, keberhasilan kala lolos dari bencana musibah.
Padahal sungguh adanya “nikmat iman dan islam” adalah yang paling luar
biasa, paling merupakan nikmat diatas nikmat-nikmat yang hanya sekedar
nikmat harta, kedudukan, kesenangan materi yang seperti disebut diatas.
Jadi Iman dan Islam yang ada pada diri kita adalah
sungguh NIKMAT yang luar biasa, adalah nikmat yang senantiasa patut
disyukuri tiada henti.
Betapa tidak; mari kita rasakan nikmat Iman dan
Islam yang ada pada diri kita (yang muslim) , mari kita coba sandingkan
dengan yang tidak ada iman dan islam di hatinya. Sandingkan dengan yang
mereka tergolong musrikun, kafirun wal munafikun.
Kita sandingkan dalam pemecahan atau dalam
menyikapi hidup dan persoalan hidup, antara yang ada “iman dan islam”
diahatinya dengan yang “TIDAK.”
:::::.... Dalam hal memahami keberadaan Tuhan, bagaimana Tuhan?, siapa Tuhan? Sejauh mana dampak kedekatan Tuhan pada diri kita.
:::::.... Dalam hal memahami keberadaan Tuhan, bagaimana Tuhan?, siapa Tuhan? Sejauh mana dampak kedekatan Tuhan pada diri kita.
BAGI YANG ADA IMAN DAN ISLAM pada
dirinya. Sungguh sangat mudah menghayati dan meyakininya, yaitu cukup
dari mengkaji , mendalami , menghayati apa yang tersurat di Al Qur,an
(yang merupakan informasi langsung dari Tuhan; Wahyu Nya langsung),
tidak mencari sumber referensi karangan manusia.
Bagaimana dengan yang tidak.
Sungguh mereka sangat bingung, bahkan cenderung tidak yakin akan adanya
Tuhan, karena hanya melakukan pencariannya dengan kemampuan akal
fikirnya saja, bahkan tersesat pada mencoba mengada-adakan Tuhan sesuai
imagenya. dalam hal memaknai tujuan hidup, dan pemenuhan kebutuhan hidup yang bernama harta materi.
::::::::.....Bagi Yang ada Iman dan Islam di hatinya; Tujuan hidup adalah jelas, diyakini bahwa Tuhan menciptakan manusia hanya untuk beribadah ( berbuat kebaikan, kemaslahatan didunia, amal baik dan sejenisnya), jadi tahu arti hidup dan makna hidup. Dan harta atau materi yang diupayakan dan dicapai dari ikhtiar usahanya adalah dimanfaatkan untuk perbuatan ibadah, amal kebaikan, berderma, untuk ahli waris. Tidak hanya ditumpuk-tumpuk dan dikejar-kejar terus dengan segala upaya, dan karena diyakini bahwa harta materi tidak dibawa mati, hanya amal perbuatan yang berbuah pahala kebajikan yang dibawa mati.
::::::::........Bagaimana dengan yang TIDAK (tidak iman dan islam), hidup adalah hidup yang harus dinikmati apapun caranya, sekedar pemuasan kesenangan menurut maunya, apapun yang dilakukan entah benar entah tidak. Mati adalah mati, tidak diyakini ada kehidupan akhirat. Harta materi dikejar semampu mungkin, sebanyak mungkin entah dengan cara halal atau tidak halal, walau kadang hingga menjerumuskan pada derita perjalanan hidupnya.
::::::::::::........Dalam hal menyikapi derita hidup, kemiskinan dalam hidup, kesengsaraan dalam hidup.
Bagi yang ada iman dan islam,
adalah tabah, sabar, tawakkal solusinya. Dan senantiasa yakin bahwa
Tuhan akan memberinya pertolongan kecukupun, diyakini bahwa Innallaha ma
as Sobirin ( Tuhan bersama orang yang sabar).
Bagaimana dengan yang TIDAK.
Kadang keputus asaan yang semakin menyiksa, jalan pintas yang tidak
halalpun dilakukan. Jika tak mampu menyikapi, lari dari kenyataan hidup,
bunuh diripun dilakukan.
::::::::::......... Dan pada intnya perjalanan manusia ga jauh dari 121,
mau tau makna dari 121
okkk kita bahas
pertama kita bahas . 1 nya dulu . satu pertama kita diciptakan satu oleh allah swt satu nyawa didalam rahim , setelah beberapa minggu di dalam rahim ada gmpala darah yang berupa janin , dan di tiupkan lah oleh allah swt janin itu ruh jadilah kita 2, yaitu ruh dan raga berupa janin dalam rahim
:::::::.......higga lahir kedunia , jangan salah setan dan kita yang akan menggoda manusia hanya beberpa mili saja jarak nya , sedangkan kita sama sang pencipta yaitu allah swt ga ada jarak nya, nah setelah kita lahir kedunia , di dunia ini kita sebenernya ada dua bagian raga dan nyawa , dan nyawa itu biasa kita sebut ruuuuh, baru 1 sama 2 kan nah 1 nya lagi ,
saat kita pulang ke rahamatulah , yang pulang itu cuma 1 ruh aja nyawa , sedangkan raga asalnya dari tanah kembali ke tanah melebur jadi satu setelah beberapa tahun di kubur di makan cacing, secantik apapun segagah aapun ia akan sama diperlakukan sama cacing dimakan dan dikeluarkan lewat anus cacin jadi tanah, gagah laksana jagoan ,cantik selebritis terkenal di dunia paling jago paling cantik semua diperlakukan sama akan jadi santapan cacing, yang di balsem diawetkan itu namanya egois ga mau kembali ke tanah , siksanya lebih berat di neraka, kekal jasadnya di neraka terbaka,
::::::::::...... serem kan , nah yang satu nya lagi itu , saat kita pulang ke rahmatullah, kembali ke allah yang kembali ke allah cuma satu yaitu nyawa/ruh . jasad cuma hiasan dunia, pandai2lah menjaga jasad karna dari jasad ini kita di nilai , perbuatan kita amal ibadah kita , nah itulah ini nya 121: di alam rahim satu menjadi dua di dunia 2 dan pulang satu , jadi intinya didunia ini cuma 121,
yang blm sadar buru2 insap taubatan nasuha ok
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
silahkan baca-baca isi nya