::::::.......Dosa Durhaka pada Orang Tua.....::::::
Abu Bakrah berkata;
Abu Bakrah berkata;
قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَلاَ
أُنَبِّئُكُمْ بِأَكْبَرِ الْكَبَائِرِ ؟) ثَلاَثًا، قَالُوْا : بَلىَ يَا
رَسُوْلَ اللهِ قَالَ : ( الإِشْرَاكُ بِاللهِ وَعُقُوْقُ الْوَالِدَيْنِ )
وَجَلَسَ وَكَانَ مُتَّكِئًا ( أَلاَ وَقَوْلُ الزُّوْرُ ) مَا زَالَ
يُكَرِّرُهَا حَتىَّ قُلْتُ لَيْتَهُ سَكَتَ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apakah kalian
mau kuberitahu mengenai dosa yang paling besar?” Para sahabat menjawab,
“Mau, wahai Rasulullah.”Beliau lalu bersabda, “(Dosa terbesar adalah)
mempersekutukan Allah dan durhaka kepada kedua orang tua.”
Beliau mengucapkan hal itu sambil duduk bertelekan [pada tangannya].
(Tiba-tiba beliau menegakkan duduknya dan berkata), “Dan juga ucapan
(sumpah) palsu.” Beliau mengulang-ulang perkataan itu sampai saya
berkata (dalam hati), “Duhai, seandainya beliau diam.” (HR. Bukhari dan
Muslim)
Abu Bakroh berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;
مَا مِنْ ذَنْبٍ أَجْدَرُ أَنْ يُعَجِّلَ لِصَاحِبِهِ الْعُقُوْبَةَ مَعَ مَا يَدَّخِرُ لَهُ مِنَ الْبَغِى وَقَطِيْعَةِ الرَّحِمِ
”Tidak ada dosa yang lebih pantas untuk disegerakan balasannya bagi
para pelakunya [di dunia ini] -berikut dosa yang disimpan untuknya
[diakhirat]- daripada perbuatan melampaui batas (kezhaliman) dan memutus
silaturahmi (dengan orang tua dan kerabat).” (HR. Abu Daud, Ibnu Majah
dan Tirmidzi. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)
Di antara Bentuk Durhaka pada Orang Tua
’Abdullah bin ’Umar radhiyallahu ’anhuma berkata,
إبكاء الوالدين من العقوق
”Membuat orang tua menangis termasuk bentuk durhaka pada orang tua.”
Mujahid mengatakan,
لا ينبغي للولد أن يدفع يد والده إذا ضربه، ومن شد النظر إلى والديه لم يبرهما، ومن أدخل عليهما ما يحزنهما فقد عقهما
“Tidak sepantasnya seorang anak menahan tangan kedua orang tuanya yang ingin memukulnya. Begitu juga tidak termasuk sikap berbakti adalah seorang anak memandang kedua orang tuanya dengan pandangan yang tajam. Barangsiapa yang membuat kedua orang tuanya sedih, berarti dia telah mendurhakai keduanya.”
Ka’ab Al Ahbar pernah ditanyakan mengenai perkara yang termasuk bentuk durhaka pada orang tua, beliau mengatakan,
إذا أمرك والدك بشيء فلم تطعهما فقد عققتهما العقوق كله
“Apabila orang tuamu memerintahkanmu dalam suatu perkara (selama bukan dalam maksiat, pen) namun engkau tidak mentaatinya, berarti engkau telah melakukan berbagai macam kedurhakaan terhadap keduanya.” (Birrul Walidain, hal. 8, Ibnul Jauziy)
::::::......Hati-hatilah dengan Do’a Jelek Orang Tua.....::::::::
Abu Hurairah berkata, ”Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,
ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لَهُنَّ لاَ شَكَّ فِيْهِنَّ دَعْوَةُ الْمَظْلُوْمِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْوَالِدَيْنِ عَلىَ وَلَدِهِمَا
“Ada tiga jenis doa yang mustajab (terkabul), tidak diragukan lagi, yaitu doa orang yang dizalimi, doa orang yang bepergian dan doa kejelekan kedua orang tua kepada anaknya.” (HR. Abu Daud, Tirmidzi dan Ibnu Majah. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)
Bagi anda, yang orang tuanya masih hidup…..
Pergunakanlah waktu sebaik mungkin, waktu yang tersisa
dimana orang tua kita masih ada bersama kita. Hormatilah mereka dan
perlakukanlah mereka dengan baik. Sebelum penyesalan datang menjemput
hati kita.
QS Luqman 31:13-14.
13.Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia
memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan
Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar
kezaliman yang besar”.
14.Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada
dua orang ibu- bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam Keadaan lemah
yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. bersyukurlah
kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.
QS Al Israa’ 17:23.
Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat
baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. jika salah seorang di
antara keduanya atau Kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam
pemeliharaanmu, Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada
keduanya Perkataan ‘ah’ dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka Perkataan yang mulia.
QS Al Isra’ 17:24:
Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh
kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya,
sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”.
QS AL Ahqaf 46:15.
Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada
dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan
melahirkannya dengan susah payah (pula). mengandungnya sampai
menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila Dia telah dewasa
dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: “Ya Tuhanku, tunjukilah
aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku
dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang
Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan)
kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan
Sesungguhnya aku Termasuk orang-orang yang berserah diri”.
Wallahu a’lam
Mencuci Kaki Ibu, Kemudian Meminum Airnya, Apakah Ajaran Islam ?
on by asep kumara dewa febuary 18,2012
Kepada agan2ku sekalian.
Mohon maaf, mau share.
Kenapa kita (sebaiknya) meminum air-cucian-kaki-IBU kita masing2 ?.
Hal ini, (kalau) kita lakukan; adalah se-mata2 sebagai salah satu cara
kita membuktikan bahwa kita memang benar2 hormat kepada beliau.
Dan sekaligus juga sebagai tanda……………….tanda apa?……………
tanda bahwa kita tidak mungkin membalas semua jasa2 beliau
kepada kita.
Jangan salah persepsi gan.
Kita TIDAK menuhankan beliau.
Tetapi ingat gan……tanpa (perantaraan) beliau, maka kita tidak
(akan) pernah ada di bumi ini.
Dan ingat……sampai kapanpun;……serta kehebatan apapun yang
kita “kuasai”, sekarang maupun nanti,…………………………………….
kita tidak (akan) pernah bisa membalas jasa2 beliau kpd kita.
Oleh sebab itu……………..terutama kpd agan2 yg masih ada IBU;…..
Dan mumpung masih ada KESEMPATAN beliau masih hidup……………..
Minumlah air-cucian-kaki-IBU.
Kalau kita secara terang2an meminta kesediaan beliau sebelumnya,
maka mungkin beliau akan merasa risih; atau bahkan mungkin merasa
berkeberatan.
………………………………………….. …………………………………….
Lalu………..Jadi…………………Bagaimanak ah caranya?.
………………………………………….. …………………………………….
1. Bulatkan-lah TEKAD; (Karena kalau ragu2, ada saja halangannya).
2. Tunggulah sampai ada satu SITUASI yg memungkinkan untuk itu.
3. Kita tidak perlu banyak basa-basi; tetapi secara lemah lembut;
….LANGSUNG saja kita sodorkan ke arah kaki beliau, satu panci air
….matang,………….lalu dg NIAT & LAFADZ (menurut agama kita
….masing2),…………..kita cuci kaki beliau.
4. Segeralah kita minum air-cucian-kaki-IBU kita tersebut.
5. Dan barulah, kita terangkan panjang lebar kenapa kita melakukan
….hal itu,……yaitu dalam rangka kita membuktikan bahwa kita benar
….benar hormat kpd beliau.
6. Semoga agan bisa bertemu SALAM.
7. Semoga agan bisa bertemu SALAAM = Keselamatan.
Catatan umum =
Bagi agan2 yg belum berkeluarga; dan sudah TIDAK ada Ibu; maka Ayah agan
bisa mewakili Ibu agan; atau Ibu Tiri bisa mewakili Ibu Kandung agan (kalau
ada ibu tiri).
Kalau Ayah sudah tidak ada juga; maka carilah FIGUR yg agan anggap pantas
mewakili Ayah & Ibu agan.
Mungkin adik atau kakaknya Ibu; Mungkin adik atau kakaknya Ayah;
Bisa juga GURUnya agan………………………terserah agan.
Bagi agan2 yg sudah berkeluarga; dan sudah TIDAK ada Ibu & Ayah; maka
Ibu mertua bisa mewakili Ibu & Ayah kandung;
…………………………..atau Ibu tiri bisa mewakili Ibu & Ayah kandung (kalau
ada Ibu tiri).
Kalau Ibu mertua sdh tdk ada juga; maka Ayah mertua bisa mewakili Ibu &
Ayah kandung.
Kalau semuanya itu sdh tdk ada juga; maka carilah FIGUR yg agan anggap
pantas mewakili semuanya itu.
Mungkin adik atau kakaknya Ibu; Mungkin adik atau kakaknya Ayah;
Bisa juga GURUnya agan………………………..terserah agan.
mohon maaf AKD sudah melakukan hal itu , AKD bersukur bisa melakukan nya
dan AKD sempat memohon ampunan akan dosa2 sama ibu dan kedua orang tua AKD
Allhamdulilah IBU AKD memaafkan sebelum AKD melakukan hal itu, Lapang rasanya hati,...
dan untuk masa depan AKD menyerahkan semuanya sama ALLOH SWT,
bahagia lah mereka yang telah mendapatkan maaf dari ibundanya ,.....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
silahkan baca-baca isi nya