Pada umumnya, bila seorang laki-laki dewasa ditanya tentang hidup untuk
apa kemungkinan akan dijawab hidup untuk mencari nafkah bagi
keluarganya. Kalau seorang wanita yang sudah berkeluarga ditanya dengan
pertanyaan yang sama akan menjawab, dia hidup untuk mengabdi pada suami
dan anak-anaknya. Alasan hidup seperti ini masih berputar-putar untuk
duniawi saja, sudah punya alasan untuk hidup tapi belum mencari bekal
untuk akhirat.
Ajaran Islam memang mengajarkan menikah untuk melengkapi hidupnya, sehingga seseorang punya alasan lebih kuat untuk hidup. Tapi bagaimana dengan laki-laki dan wanita yang belum menikah padahal sudah cukup umur, apa lalu tidak punya tujuan hidup? Bila manusia sudah cukup umur untuk menikah tapi memutuskan tidak mau menikah berarti melawan kodratnya. Tapi bila sudah berikhtiar mencari jodoh masih belum bisa mendapatkan berarti dianggap belum siap diberi amanah oleh Allah, dan usahanya mencari pahala mesti dilipatkan karena menikah bagi orang beriman adalah ladang pahala. Sebetulnya mudah saja mencari jodoh, bila bener-bener mau menjalankan. Mengikuti suatu pengajian, dan minta dijodohkan oleh ustadnya, atau minta tolong dicarikan oleh anggota pengajian yang lain. Karena laki-laki beriman akan memilih wanita berdasarkan agamanya, kriteria yang lainnya menyusul.
Hidup di dunia ini menurut ajaran Islam yang benar adalah untuk mengharap ridho Allah. Dalam berdoa dengan mengikuti ajaran Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam yaitu "Rabbana atina fiddunya hasanah wa fil akhiroti hasanah waqina 'adzabannar" kita memohon untuk diberi kebaikan dunia dan akhirat. Manusia yang tawakkal dan bertakwa Insya Allah akan mendapatkan kecukupan dan ketrentaman hidup di dunia, ditambah kebahagiaan tak terbatas hidup kekal di akhirat. Semua akan didapatkan bila hidup untuk mengharap ridho Allah.
Ridho(رِضً) berarti suka, rela, senang, yang berhubungan dengan takdir dari Allah. Ridho adalah mempercayai sesungguh-sungguhnya bahwa apa yang menimpa kepada kita, baik suka maupun duka adalah terbaik menurut Allah. Dan apapun yang digariskan oleh Allah kepada hamba-Nya pastilah akan berdampak baik pula bagi hamba-Nya. Orang yang mengharap ridho Allah tidak akan membenci kejadian yang terjadi pada dirinya, ia akan percaya apa yang menimpanya adalah yang terbaik bagi dirinya. Orang yang mencari ridho orang lain yang membawa kemurkaan Allah akan dimurkai Allah, tapi yang mencari ridho Allah walaupun awalnya dicela orang lain, bila mau bersabar akhirnya orang lain juga akan ridho padanya.
Semoga kita termasuk golongan manusia beriman, bertakwa dan tawakkal. Yang hidup untuk mengharap ridho Allah sehingga dicukupkan hidupnya oleh Allah di dunia ini dan diberi kebaikan dunia dan akhirat...
Allah berfirman
Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon, maka Allah mengetahui apa yang ada dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka dan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat (waktunya). (QS. Al Fath : 18)
Allah berfirman
Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma'ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar. (QS. An Nisaa : 114)
Allah berfirman
Dan di antara mereka ada orang yang berdoa: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka". (QS. Al Baqarah : 201)
Allah berfirman
Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. (QS. Ath Thalaaq : 2-3)
Ajaran Islam memang mengajarkan menikah untuk melengkapi hidupnya, sehingga seseorang punya alasan lebih kuat untuk hidup. Tapi bagaimana dengan laki-laki dan wanita yang belum menikah padahal sudah cukup umur, apa lalu tidak punya tujuan hidup? Bila manusia sudah cukup umur untuk menikah tapi memutuskan tidak mau menikah berarti melawan kodratnya. Tapi bila sudah berikhtiar mencari jodoh masih belum bisa mendapatkan berarti dianggap belum siap diberi amanah oleh Allah, dan usahanya mencari pahala mesti dilipatkan karena menikah bagi orang beriman adalah ladang pahala. Sebetulnya mudah saja mencari jodoh, bila bener-bener mau menjalankan. Mengikuti suatu pengajian, dan minta dijodohkan oleh ustadnya, atau minta tolong dicarikan oleh anggota pengajian yang lain. Karena laki-laki beriman akan memilih wanita berdasarkan agamanya, kriteria yang lainnya menyusul.
Hidup di dunia ini menurut ajaran Islam yang benar adalah untuk mengharap ridho Allah. Dalam berdoa dengan mengikuti ajaran Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam yaitu "Rabbana atina fiddunya hasanah wa fil akhiroti hasanah waqina 'adzabannar" kita memohon untuk diberi kebaikan dunia dan akhirat. Manusia yang tawakkal dan bertakwa Insya Allah akan mendapatkan kecukupan dan ketrentaman hidup di dunia, ditambah kebahagiaan tak terbatas hidup kekal di akhirat. Semua akan didapatkan bila hidup untuk mengharap ridho Allah.
Ridho(رِضً) berarti suka, rela, senang, yang berhubungan dengan takdir dari Allah. Ridho adalah mempercayai sesungguh-sungguhnya bahwa apa yang menimpa kepada kita, baik suka maupun duka adalah terbaik menurut Allah. Dan apapun yang digariskan oleh Allah kepada hamba-Nya pastilah akan berdampak baik pula bagi hamba-Nya. Orang yang mengharap ridho Allah tidak akan membenci kejadian yang terjadi pada dirinya, ia akan percaya apa yang menimpanya adalah yang terbaik bagi dirinya. Orang yang mencari ridho orang lain yang membawa kemurkaan Allah akan dimurkai Allah, tapi yang mencari ridho Allah walaupun awalnya dicela orang lain, bila mau bersabar akhirnya orang lain juga akan ridho padanya.
Semoga kita termasuk golongan manusia beriman, bertakwa dan tawakkal. Yang hidup untuk mengharap ridho Allah sehingga dicukupkan hidupnya oleh Allah di dunia ini dan diberi kebaikan dunia dan akhirat...
Allah berfirman
Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon, maka Allah mengetahui apa yang ada dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka dan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat (waktunya). (QS. Al Fath : 18)
Allah berfirman
Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma'ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar. (QS. An Nisaa : 114)
Allah berfirman
Dan di antara mereka ada orang yang berdoa: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka". (QS. Al Baqarah : 201)
Allah berfirman
Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. (QS. Ath Thalaaq : 2-3)
Ridho Allah adalah dambaan setiap muslim yang menyadari bahwa itulah
harta termahal yang pantas diperebutkan oleh manusia.Tanpa ridho
Allah,hidup kita akan hampa,kering,tidak dapat merasakan nikmat atas
segala apa yang telah ada di genggaman kita,bermacam masalah silih
berganti menyertai hidup kita.Harta berlimpah,makanan berlebih namun
ketika tidak ada ridhoNya,semua menjadi hambar. Tidak tahu kemana tujuan
hidup,merasa bosan dengan keadaan, seolah hari berlalu begitu
saja,begitu cepat namun tanpa disertai dengan perubahan kebaikan hari
demi hari. Sehingga merasa mengapa hidup hanya begini-begini saja?
Apa sebenarnya ridho Allah? Mari simak ayat Al-Quran yang membahas hal tsb.
“Maka berikanlah haknya kepada kerabat dekat,juga kepada orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalananan.Itulah yang lebih baik bagi orang yang mencari keridhaan Allah. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.” [Ar-Rum : 38]
Dalam bahasa arabnya ridho Allah ternyata dilafashkan dengan wajhaAllah atau wajah Allah.Sering kita dengar perumpamaan ‘ih orang itu cari muka [wajah]‘ maksudnya cari perhatian. Demikian pula jika kita mencari wajah Allah atau perhatian Allah atau yang lebih populer ridhoNya maka pasti ada yang mesti kita lakukan. Apa? telah dijelaskan pada ayat di atas,yaitu memberikan haknya kerabat dekat,hak orang miskin,hak orang yang sedang dalam perjalanan. Itulah sebagian cara yang ditunjukkan Allah pada kita untuk mendapatkan ridhoNya disamping kita wajib selalu bertaqwa padaNya,istiqomah dalam ibadah,dan masih banyak lagi yang bisa mengundang RahmatNya bukan justru mendatangkankan murkaNya.
Memberikan hak orang yang dimaksud Allah bukan hanya bisa dilakukan
oleh orang yang kelebihan harta namun bisa dilakukan oleh orang yang
sadar dan ikhlas bahwa letak ketentraman hidup itu ada pada restu,ridho
dan rahmat Allah.Boleh jadi rezeki yang Allah berikan pada kita hanya
pas untuk makan sehari hari dan biaya hidup keluarga,namun ketika Allah
telah berkenan memberi ridhoNya,rezeki yang pas itu menjadi
berkah…keluarga sakinah,hati tentram,keluarga sehat wal afiat,tidak
diberikan penyakit yang menguras rezeki kita,diberi keringanan
beribadah,baik sholat,zakat,sedekah,sehingga hari hari yang dilalui
dalam hidup penuh dengan rasa syukur.
Sekarang mari kita koreksi diri bersama,
- sudahkah kita memberikan haknya kerabat dekat?
- sudahkah kita memberikan haknya orang miskin?
- sudahkah kita memberikan haknya orang yang dalam perjalanan?
- sudahkan kita bertaqwa berada di jalan lurusNya?
- sudahkah kita istiqomah dalam ibadah? mewujudkan rukun Islam dalam kehidupan sehari-hari?
- sudahkah kita meniatkan setiap yang kita lakukan untuk mencari ridhoNya?
Atau kita justru serakah,menggenggam erat harta yang Allah titipkan
sehingga harta yang seharusnya bisa digunakan untuk ibadah malah
menghantarkan kita ke pintu Neraka..
Setelah kita mendapat jawabannya..tentunya kita pun tahu,sudahkah
kita dapatkan ridhoNya dalam hidup kita? Kita memang tidak dapat melihat
wujud ridlo itu dengan mata kepala akan tetapi insyaAllah akan bisa
dirasakan oleh hati,ketika kita berjuang untuk mendapatkannya dengan
senantiasa menjauhi laranganNya,memahami,mengamalkan dan mengajarkan
perintahNya. Waallahua’llam bishawabsaran: berhati hatilah dalam mencari rido allah, islam itu agama proses bukan agama kun payakun yang di ciptakan dan hari itu jadi walau allah maha bisa segalanya , tau kan al quran ti turunkan it allah swt bukan dalam satu hari, namun dengan prosek kehidupan di jaman nabi muhamad saw. buat kalian yang benar2 mencari rido allah belajarlah dengan orang yang benar mengerti rido allah , terlebih di dunia maya . di dunia maya manusia bisa seperti nabi, bisa seperti ulama2 besar, bisa segalanya, itu di dunia maya,. belajarlah dengan hal yang nyata karna allah suka perbuatan yang nyata bukan hayalan, seperti yang pernah saya postingkan di beberapa bulan yang lalu tenang wanita yang tererumaus akibat dunia maya.
bila pilter keimanan kalian kurang segera lah keluar dari dunia maya , kembalilah ke jalan yang benar jalan hidup yang kalian jalani sehari hari , bersukur dan berserah diri lah , allah maha tau degan semua apa yang kalian lakukan , subhanawlloooh .,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
silahkan baca-baca isi nya