Maha karya abadi seorang pujangga malam tertoreh di sebuah bantal, getirnya hidup,
Gurat nyata sisa air mata semalam membekas beku melukis tanpa makna, rentetan luka
Hanya dapat dirasakan sendiri tanpa ada yang peduli, ia menangis lirih di hadapanmu,
Ia lemah di sismu ya allah, ia tak berdaya di hadapanmu ya allah
, sedikit yang ia harap,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,, kuatkan ia
Di sisi umatmu, kuatkan ia di sisi manusia,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
Tak dapat terurai dengan tulisan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
silahkan baca-baca isi nya